•August 7, 2009 •
Leave a Comment
Wahai Robb . . .
Engkau tapakkan kaki-kaki kami di atas dunia
Engkau titipkan kami pada ibu kami
Engkau nafkahi kami lewat tangan bapak kami
Padahal Engkau Maha Tahu ini hanya sementara
Wahai Robb . . .
Engkau didik kami dengan dengan kebesaranMu
Engkau cintai kami dengan cobaan-cobaanMu
Engkau uji kami dengan memberi kami pilihan
Agar kami senantiasa tergantung padaMu
Wahai Robb . . .
Kesenangan dunia yang Engkau hamparkan
Seringkali membuat hati kami lalai
Tak sedikit waktu kami melupakanmu
Namun senantiasa Engkau curahkan rahmatMu
Wahai Robb . . .
Kuatkan hati kami untuk menyongsongMu
Tegakkan langkah kami untuk meraihMu
Singkaplah kesenangan dunia yang menipu
Untuk kami kembali pada kebesaranMu
Ya Allah . . .
Bukan kami mengharap pahala
Bukan juga takut karena dosa
karena tak ada kesenangan selain dari pada Engkau
karena tak ada ketakutan selain dari pada Engkau
Ya Allah . . .
Ingatkan kami bahwa esok harus pergi
Meninggalkan tempat persinggahan ini
Jangan tidurkan kami dibawah rindangnya pohon
dan jangan lenakan kami dengan segarnya mata air
Ya Allah . . .
Hanya sebentar waktu kami
Mungkin sejam atau sedetik lagi
Bukalah mata-mata hati kami
Agar bergegas kembali menuju kampung-kampung kami
Posted in Berita Akhir Zaman
•August 23, 2008 •
3 Comments
Assalamualaikum Warohmatullah
Tak terasa Ramadhan sudah hampir tiba. Sampai ketika saya menulis cerita ini, kalender sudah menunjukkan tanggal 21 Syaban 1429 hijri atau 8 hari menuju tanggal 1 Ramadhan. Banyak orang-orang berdoa pada penghujung Ramadhan tahun lalu – “Ya Allah pertemukan hamba dengan Ramadhan tahun depan !!” – namun tak sedikit pula doa yang belum dikabulkan oleh Allah. Mereka terlebih dulu menemui ajal sebelum bersentuhan dengan bulan suci yang penuh ampunan itu.
Ramadhan seakan bulan yang sedikit banyak telah menyisakan berjuta kenangan bagi kita semua. sejak dari timangan sang ibu kita melihat begitu semaraknya bulan Ramadhan. Mungkin dulu kita belum berpuasa, tapi tak jarang juga kita latah ikut-ikutan membangunkan orang yang ingin berpuasa. Mungkin kita dulu tak ikut berpuasa, tapi kita latah ikut-ikutan saur dan berbuka dengan sanak saudara.
Ibu kita menyiapkan hidangan sangat istimewa bagi anggota keluarga yang sedang berpuasa. Jangankan yang sedang puasa, kita saja yang tidak berpuasa juga tergoda melihatnya. Tak jarang pula kita menyantap hidangn itu duluan sebelum yang berpuasa berbuka, parahnya lagi kita makan di depan orang yang sedang berpuasa.
baca…
Posted in Cukup Satu Macem
•July 27, 2008 •
Leave a Comment
Assalamualaikum warohmatullah wabarokatuh
Bismillahirrohmanirrohim
“Sesungguhnya Allah telah menjadikan negeri akhirat itu sebagai tempat pembalasan hamba-hambaNya yang beriman. Karena sesungguhnya dunia ini tidak memuat apa yang Allah menghendaki untuk membalas mereka. Karena pemberianNya terlalu tinggi bila dibalas di dunia yang fana ini”
Wahai saudaraku, pernahkah kita berdoa kepada Allah, dengan segala sesuatu yang kita ingini dalam hati. Terkadang kita menginginkan doa tersebut disegerakan untuk dikabulkan. Namun kita lupa bahwa Allah lebih mengetahui apa yang sesungguhnya terbaik untuk kita. Bukankah akan lebih mulia jika doa kita tadi dikabulkan oleh Allah diakhirat ??. Ketahuilah, bahwa Allah tidak akan menetapkan segala sesuatu bagi hambaNya kecuali dengan kebaikan bagi kita, dan Allah lebih mengetahui sedangkan kita tidak mengetahui. Dan Firman Allah dalam surat Al Baqoroh ayat 216 yang isinya “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”
Wahai saudaraku, dunia ini memiliki dua sisi yang bertolak belakang yaitu sisi yang menyenangkan dan sisi yang menyedihkan. Sesuatu yang menyenangkan adalah ketika kita mendapatkan kenikmatan, segala keinginan tercapai, jalan-jalan di taman yang kita lalui menjadi indah bagaikan menjadi raja dalam sekejap. Sedangkan kesedihan adalah sesuatu yang tidak menyenangkan, membuat pikiran gelisah, rasa bersalah, terhimpit kekurangan pangan, terancam kenyamanan dan keamanan diri, melihat sesuatu yang tidak disukai dan sebagainya. Namun sebesar apa pun nikmat yang diberikan Allah kepada kita, nikmat itu tidak akan pernah terasa jikalau hati kita tidak diliputi rasa syukur kepada Sang Maha Pemberi Rahmat. Bukan karena sedikitnya nikmat yang kita peroleh, akan tetapi lantaran begitu besarnya nikmat itu sehingga tak ada satu pun dari apa yang kita usahakan yang terlepas darinya. Ibarat seekor kutu di atas punggung seekor gajah.
baca…
Posted in Berita Akhir Zaman
Kita dengarkan tanggapan mereka