Tak lama setelah itu Nabi jatuh sakit. Ia tak pernah mengalami sakit yang berarti sebelum itu, karena memang selalu menjaga kebersihan dan kesehatannya dengan baik.
Malam itu kesehatannya tampak lebih baik, panas demamnya mulai menurun. Kendati badan masih sangat lemah, keesokan harinya saat mendengar suara adzan subuh, dengan berikat kepala ia keluar ke masjid. Sekali ini ia bertopang pada Ali bin Abi Tholib dan Fadl anak sulung Abbas. Imam sholat subuh waktu itu adalah Abu Bakar. Kedatangan Nabi ini rupanya dirasakan oleh jamaah yang sedang sholat. Tentu mereka merasa sangat gembira, karena berarti Nabi sudah berangsur sehat kembali. Nabi memberi syarat agar sholat diteruskan. suasana ini dirasakan juga oleh Abu Bakar. Abu Bakar teah merasa apa yang telah dilakukan mereka itu, dan ia yakin bahwa mereka tidak akan berlaku demikian kalau tidak karena kehadiran Rosulullah. Ia mundur selangkah untuk memberi tempat kepada Nabi memimpin sholat, tetapi Nabi mendorongnya dari belakang dan terus duduk disamping kanannya. Nabi sholat jamaah sambil duduk. Jamaah di masjid tentu sangat gembira melihat kesehatannya sudah bertambah baik. Tetapi itulah sakitnya yang pertama dan yang terakhir.


