header image
 

Yang Terakhir dan yang Pertama

Tak lama setelah itu Nabi jatuh sakit. Ia tak pernah mengalami sakit yang berarti sebelum itu, karena memang selalu menjaga kebersihan dan kesehatannya dengan baik.

Malam itu kesehatannya tampak lebih baik, panas demamnya mulai menurun. Kendati badan masih sangat lemah, keesokan harinya saat mendengar suara adzan subuh, dengan berikat kepala ia keluar ke masjid. Sekali ini ia bertopang pada Ali bin Abi Tholib dan Fadl anak sulung Abbas. Imam sholat subuh waktu itu adalah Abu Bakar. Kedatangan Nabi ini rupanya dirasakan oleh jamaah yang sedang sholat. Tentu mereka merasa sangat gembira, karena berarti Nabi sudah berangsur sehat kembali. Nabi memberi syarat agar sholat diteruskan. suasana ini dirasakan juga oleh Abu Bakar. Abu Bakar teah merasa apa yang telah dilakukan mereka itu, dan ia yakin bahwa mereka tidak akan berlaku demikian kalau tidak karena kehadiran Rosulullah. Ia mundur selangkah untuk memberi tempat kepada Nabi memimpin sholat, tetapi Nabi mendorongnya dari belakang dan terus duduk disamping kanannya. Nabi sholat jamaah sambil duduk. Jamaah di masjid tentu sangat gembira melihat kesehatannya sudah bertambah baik. Tetapi itulah sakitnya yang pertama dan yang terakhir.

baca…

10 Perkara yang Membatalkan Syahadat

Assalamualikum Warohmatullah Wabarokatuh.

Wahai saudaraku, pernahkah kita mendengar atau belajar tentang hal-hal yang membatalkan sholat, membatalkan puasa, membatalkan zakat, atau mungkin haji. Ada juga perkara-perkara yang membatalkan wudlu. Namun seringkah kita belajar tentang perkara-perkara yang membatalkan syahadat ??

Syahadat adalah pondasi dalam Islam yang juga merupakan rukun islam yang pertama. Batalnya syahadat berakibat fatal bagi batalnya keislaman seseorang. Untuk itu setiap mukmin diperintahkan untuk membaca syahadat minimal 9 kali atau dalam setiap 5 kali sholat setiap hari agar pondasi keislaman seorang muslim tetap terjaga. Batalnya syahadat berakibat fatal terhadap batalnya keislaman seseorang.

Nah, apasaja perkara-perkara yang membatalkan syahadat. Para fuqoha’ dalam kitab-kitab fikih telah menulis bab khusus yang diberi nama “Riddah” (kemurtadan). Dan yang terpenting adalah 10 hal, yaitu :

baca…

Dialog Rosulullah dengan Iblis

Allah SWT telah memerintahkan seorang Malaikat menemui Iblis supaya dia menghadap Rasulullah saw untuk memberitahu segala rahasianya, baik yang disukai maupun yang dibencinya. Hikmatnya ialah untuk meninggikan derajat Nabi Muhammad SAW dan juga sebagai peringatan dan perisai kepada umat manusia.

Maka Malaikat itu pun berjumpa Iblis dan berkata, “Hai Iblis! Bahwa Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar memberi perintah untuk menghadap Rasullullah saw. Hendaklah engkau buka segala rahasiamu dan apapun yang ditanya Rasulullah hendaklah engkau jawab dengan sebenar-benarnya. Jikalau engkau berdusta walau satu perkataan pun, niscaya akan terputus semua anggota badanmu, uratmu, serta disiksa dengan azab yang amat keras.”

Mendengar ucapan Malaikat yang dahsyat itu, Iblis sangat ketakutan. Maka segeralah dia menghadap Rasulullah SAW dengan menyamar sebagai seorang tua yang buta sebelah matanya dan berjanggut putih 10 helai, panjangnya seperti ekor lembu.

Iblis pun memberi salam, sehingga 3 kali tidak juga dijawab oleh Rasulullah saw. Maka sambut Iblis (alaihi laknat),

“Ya Rasulullah! Mengapa engkau tidak mejawab salamku? Bukankah salam itu sangat mulia di sisi Allah?” Maka jawab Nabi dengan marah, “Hai Aduwullah seteru Allah! Kepadaku engkau menunjukkan kebaikanmu? Janganlah mencoba menipuku sebagaimana kau tipu Nabi Adam a.s sehingga keluar dari syurga, Habil mati teraniaya dibunuh Qabil dengan sebab hasutanmu, Nabi Ayub engkau tiup dengan asap beracun ketika dia sedang sujud sembahyang hingga dia sengsara beberapa lama, kisah Nabi Daud dengan perempuan Urya, Nabi Sulaiman meninggalkan kerajaannya karena engkau menyamar sebagai isterinya dan begitu juga beberapa Anbiya dan pendeta yang telah menanggung sengsara akibat hasutanmu.

baca…

Adab-Adab Ketika Tidur

Assalamualaikum Warohmatullah.

Tidur ibarat pengganti pakaian kotor dengan pakaian bersih yang akan dipakai keesokan hari. Dengan tidur kita bisa bangun lebih segar di keesokan hari dan siap untuk menjalankan aktivitas sehari-hari kembali. Namun tak jarang juga bila tidur dirasa tidak nyaman. Gangguan demi gangguan bisa saja terjadi mulai dari gangguan yang bersifat fisik yang diperbuat manusia maupun batin yang diperbuat makhluk seperti jin dan lain-lain. Gangguan juga terjadi akibat serangan mimpi-mimpi buruk yang membuat kita merasa takut, was-was, dan gelisah.

Siapakah yang menjamin bahwa Syeithan melepaskan godaan mereka kepada manusia ketika dia tidur ?? Syeithan menggoda manusia ketika manusia terjaga dan tertidur. Syeithan menyuntikkan godaan kepada mimpi-mimpi manusia yang bisa membuat manusia tersesat dan jauh dari jalan Allah. Tak seperti halnya ketika kita bangun, ketika kita tidur maka segala kesadaran kita adalah mati untuk sementara sehingga syaithan lebih mudah menggoda kita melalui alam bawah sadar kita. Lalu bagaimana cara kita agar kita terhindar dari godaan syaithan di kala kita tertidur.

baca…

BIOGRAFI - Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani

Nama beliau adalah Abu Abdirrahman Muhammad Nashiruddin bin Nuh al-Albani. Dilahirkan pada tahun 1333 H di kota Ashqodar ibu kota Albaniayang lampau. Beliau dibesarkan di tengah keluarga yang tak berpunya, lantaran kecintaan terhadap ilmu dan ahli ilmu.

Ayah al Albani yaitu Al Haj Nuh adalah lulusan lembaga pendidikan ilmuilmu syari’at di ibukota negara dinasti Utsmaniyah (kini Istambul), yang ketika Raja Ahmad Zagho naik tahta di Albania dan mengubah system pemerintahan menjadi pemerintah sekuler, maka Syeikh Nuh amat mengkhawatirkan dirinya dan diri keluarganya. Akhirnya beliau memutuskan untuk berhijrah ke Syam dalam rangka menyelamatkan agamanya dan karena takut terkena fitnah. Beliau sekeluargapun menuju Damaskus.

Setiba di Damaskus, Syeikh al-Albani kecil mulai aktif mempelajari bahasa arab. Beliau masuk sekolah pada madrasah yang dikelola oleh Jum’iyah al-Is’af al-Khairiyah. Beliau terus belajar di sekolah tersebut tersebut hingga kelas terakhir tingkat Ibtida’iyah. Selanjutnya beliau meneruskan belajarnya langsung kepada para Syeikh. Beliau mempelajari al-Qur’an dari ayahnya sampai selesai, disamping itu mempelajari pula sebagian fiqih madzab Hanafi dari ayahnya.

Syeikh al-Albani juga mempelajari keterampilan memperbaiki jam dari ayahnya sampai mahir betul, sehingga beliau menjadi seorang ahli yang mahsyur. Ketrampilan ini kemudian menjadi salah satu mata pencahariannya.

baca…

Astaghfirullah

by : Hadad Alwi

Astaghfirullah Robbal Baroyaa
Astaghfirullah Minal Khothooya

Robbiy Zidniy ‘ilman Naafi’aa
Wawaffiqnii ‘amalan Maqbuula
Wawass’lii Rizqoon Thoyyiban
Fatub ‘alayya Taubatan Nashuuha

HambaMu Ini Datang PadaMu
Tuntunlah Kami Kemana Pergi
Aku Tersesat Dijalan Ini
Tak Tahu Lagi Arah Kembali
Sudilah Engkau Mau Peduli

Yaa Man Yaro Sirro Qolby Hasbith-thila ‘uka Hasbi
Famhu Bi’afwika Dzanby Washlih Qusudiy Wal A’mal

Ya Illahi Ya Tuhanku
HambaMu Ini MenujuMu
Jiwa Ragaku Jadi Belenggu
Agar Mendapat KeridhoanMu
Tujuan Akhir Jalan Hidupku

Maka Nikmat Tuhan Kamu yang Manakah yang Kamu Dustakan?

Wahai saudaraku, tidakkah kita sadar bahwa sesungguhnya Allah telah memberikan rahmat kepada kita jauh sebelum kita terlahir ke dunia, jauh sebelum kita keluar dari rahim ibunda kita, dan jauh sebelum kita membuka kelopak mata kita, melihat dunia yang kita anggap indah, padahal kita menangis terhadapnya. Mungkin itu pertanda si bayi akan menghadapi ribuan fitnah dunia yang menerpanya kelak. Wallahu a’lamu bishowab.

Maka pantaslah jika Allah bertanya kepada kita dengan kalimat “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan ?” Pertanyaan itu bukanlah untuk kita jawab, namun itu adalah celaan bagi orang-orang yang senantiasa mendustakan nikmat-nikmat Allah sementara dia hanya hidup dengan mengharapkan nikmat-nikmat itu.

baca…

Dan Ketika Umat Muhammad SAW Dihinggapi Rasa Angkuh

Lima belas hari Muhammad berada di Mekah. Segala sesuatunya tampak berjalan lancar. Tapi, belum. Penyerahan warga Mekah tak diikuti masyarakat di sekitarnya. Orang-orang Hawazin dan Thaqif yang mendiami daerah yang lebih subur ketimbang Mekah, justru mengangkat senjata. Seorang pemuda berkharisma, Malik anak Auf, mengumpulkan seluruh kabilah yang ada.

Laki-laki, perempuan, anak-anak bahkan seluruh ternak dikumpulkannya di dataran Autas. Hawa perang dikobar-kobarkannya. Hal demikian sempat dikritik oleh seorang pejuang tua, Duraid. Namun semangat perang Malik tetap menggelegak. Tak ada satupun orang di lingkungannya yang mampu menahan kobaran semangat itu.

Muhammad telah mendengar ancaman dari Malik. Ia lalu mengumpulkan pasukannya. Kini mereka bukan hanya pasukan dari Madinah ditambah berbagai kabilah yang telah bergabung. Mereka diperkuat pula oleh tentara Qurais. Abu Sufyan, yang baru menyerah pada Muhammad, ikut serta di dalamnya. Mereka kemudian bergerak ke lembah Hunain. Jumlah pasukan itu ditaksir sekitar 12 ribu.

Saat itu, tampaknya pasukan Muslim terlampau percaya diri. Berhasil menaklukkan Mekah dengan mudah, membuat mereka kurang bersiaga pada jebakan lawan. Mereka berhasil memasuki lembah Hunain dengan aman, dan kini menyusur ke arah bawah menuju wadi di Tihama. Ketika fajar belum lagi merekah, tiba-tiba pasukan Malik bin Auf menghujani mereka dengan anak panah dari lereng-lereng bukit. Pasukan muslim berlarian menyelamatkan diri.

baca…

Silahkan Hadir . . . . . Infaq : 5000 cp : 085645202933

Ma Zam Zama (by: Hadad Alwi)

Madhuh wadzikruh fil kitaabi yutla yaa Allah ‘alaihi sholla syailillah
Wa firrisalah qudhuhul mu ‘alla ya Allah majlahu majla syailillah

Arrobbu sholla daaiman wasallam yaa Allah alalmukarrom syailillah
Ma zam zamal haadi wamaa taronnam yaa Allah fillailal adzlam syailillah

Yablaz-zaman walwashfa laisa yabla yaa Allah haihaata mahla syailillah
Wallahu maahad ‘an ‘ulahu tarjam yaa Allah kalla walaa syam syailillah

Bi dzikri thohal-mujtaban jalalham yaa Allah wal unsu khoyyam syailillah
Dzikruh li adwaail quluubi marham ya Allah yasyfii minas-sam syailillah

Sholluu ‘alaihi innas-sholata maghnam ya Allah tunji minal ghom syailillah
‘Alaihi robby fil-quraanil aqdam ya Allah sholla wasallam syailillah