Adab-Adab Ketika Tidur

Assalamualaikum Warohmatullah.

Tidur ibarat pengganti pakaian kotor dengan pakaian bersih yang akan dipakai keesokan hari. Dengan tidur kita bisa bangun lebih segar di keesokan hari dan siap untuk menjalankan aktivitas sehari-hari kembali. Namun tak jarang juga bila tidur dirasa tidak nyaman. Gangguan demi gangguan bisa saja terjadi mulai dari gangguan yang bersifat fisik yang diperbuat manusia maupun batin yang diperbuat makhluk seperti jin dan lain-lain. Gangguan juga terjadi akibat serangan mimpi-mimpi buruk yang membuat kita merasa takut, was-was, dan gelisah.

Siapakah yang menjamin bahwa Syeithan melepaskan godaan mereka kepada manusia ketika dia tidur ?? Syeithan menggoda manusia ketika manusia terjaga dan tertidur. Syeithan menyuntikkan godaan kepada mimpi-mimpi manusia yang bisa membuat manusia tersesat dan jauh dari jalan Allah. Tak seperti halnya ketika kita bangun, ketika kita tidur maka segala kesadaran kita adalah mati untuk sementara sehingga syaithan lebih mudah menggoda kita melalui alam bawah sadar kita. Lalu bagaimana cara kita agar kita terhindar dari godaan syaithan di kala kita tertidur.

Banyak sekali referensi yang bersumber dari Rosulullah SAW yang mengajarkan kita bagaimana adab-adab seorang muslim ketika tidur. bersumber dari http://teduhnyailmu.wordpress.com/2008/01/23/adab-ketika-tidur/ saya mencoba untuk mengulas kembali adab-adab tidur yang diajarkan oleh Rosulullah SAW. Tulisan ini saya tujukan juga kepada saudari saya yang sedang mengalami salah satu gangguan dalam tidurnya.

Berikut ini adalah adab-adab yang diajarkan Rosulullah SAW ketika menjelang, sewaktu, dan setelah tidur :

  • Berintrospeksi diri sesaat sebelum tidur

Mengevaluasi segala perbuatan yang dilakukan di siang hari. Jika ia dapatkan perbuatannya baik maka hendaknya ia memuji Allah, adapun jika ia dapatkan perbuatannya buruk maka hendaknya ia memohon ampun dan bertaubat kepada Allah

  • Tidur Dini

berdasarkan ĥadiits dari Ummul mukminiin ‘Aa-isyah riwayat Imam Al-Bukhaariy dan Imam Muslim bahwasanya Rasuulullah tidur pada awal malam dan bangun pada akhir malam, lalu Beliau –‘alayhishshalaatu wassalaam- melakukan shalat

  • Berwudlu sebelum tidur dan tidur dengan berbaring miring sebelah kanan

Berdasarkan ĥadiits dari Al-Baraa` ibnu ‘Aazib –radhiyallahu ‘anhu-.

  • Membersihkan tempat tidur 3 kali sebelum berbaring

Berdasarkan ĥadiits dari Abuu Hurayrah riwayat Imam Al-Bukhaariy dam Imam Muslim.

  • Sebagian Ulama berpendapat makruh tidur tengkurap

Berdasarkan ĥadiits Abuu Dzarr –radhiyallahu ‘anhu-: “Nabi –‘alayhishshalaatu wassalaam- pernah lewat melintasi aku, di kala itu aku sedang berbaring tengkurap, maka Nabi membangunkanku dengan kakinya sambil bersabda: ‘Wahai Junaydab (panggilan Abuu Dzarr), sesungguhnya cara berbaring seperti ini adalah cara berbaringnya penghuni neraka.’” (Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Maajah dan dinilai shaĥiiĥ oleh Imam Al-Albaaniy). Namun sebagian ulama yang lain berpendapat tidak apa-apa tidur tengkurap karena mereka menilai ĥadiits di atas adalah ĥadiits yang lemah. Wallahu a’lam

  • Makruh tidur diatas dak terbuka

Berdasarkan ĥadiits dari Rasuulullah: “Barangsiapa yang tidur malam di atas atap rumah yang tidak ada penutupnya, maka hilanglah jaminan darinya.” (Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhaariy di dalam Al-Adab Al-Mufrad, dan dinilai shaĥiiĥ oleh Imam Al-Albaaniy).

  • Menutup pintu, bejana-bejana, makanan dan minuman serat memadamkan api sebelum tidur

Berdasarkan ĥadiits Jaabir –radhiyallahu ‘anhu- riwayat Imam Al-Bukhaariy dan Imam Muslim.

  • Membaca ayat kursi, dua ayat terakhir surat Al Baqoroh serta membaca Al ikhlash, Al Falah, serta An Naas
  • Membaca Doa-doa dzikir yang shohih

Allahumma qiniy ‘adzaabaka yawma tab-‘atsu ‘ibaadaka

Ya Allah lindungilah kami dari ‘adzab-Mu pada hari Engkau membangkitkan kembali hamba-hamba-Mu.(Diriwayatkan oleh Imam Abuu Daawud dan diĥasankan oleh Imam Al-Albaaniy).

Bismika Allahumma amuutu wa aĥyaa

Dengan menyebut nama-Mu Ya Allah aku mati dan aku hidup. (ĤR. Al-Bukhaariy)

  • Apabila di saat tidur merasa kaget atau gelisah atau merasa ketakutan maka dapat berdoa dengan doa :

A‘uudzu bikalimaatillah attaammah, min ghadhabihi wa syarri ‘ibaadihi, wa min hamazaatisy-syayaathiin wa an yaĥdhuruuni

Aku berlindung (kepada Allah) dengan kalimat-kalimat-Nya yang sempurna, dari murka-Nya dan (dari) kejelekan hamba-hamba-Nya, dan dari gangguan-gangguan setan dan (dari) kehadiran mereka kepadaku. (ĤR. Imam Abuu Daawud dan diĥasankan oleh Imam Al-Albaaniy).

  • Apabila bermimpi buruk hendaknya dia meludah ke sebe;ah kirinya 3 kali lalu merubah posisi tidurnya dari kiri ke kanan atau sebaliknya.

Dan hendaknya ia tidak menceritakan mimpi buruknya tersebut kepada orang lain serta tidak memikirkannya namun hendaknya ia berdoa dan bertawakkal kepada Allah, sesungguhnya mimpi buruknya tersebut tidak akan membahayakannya. Adapun jika mimpinya baik maka boleh ia menceritakannya kepada orang lain.

  • Apabila bangun tidur membaca

Alĥamdulillah alladzii aĥyaanaa ba’da maa amaatanaa wa ilayhinnusyuur

Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami dan kepada-Nya-lah kami dikembalikan. (ĤR. Al-Bukhaariy)

  • Ketika seorang menguap hendaknya dia menahannya sekuat tenaga karena jika ia mengucapkan “Ha” maka syaithan akan mempertawainya

berdasarkan ĥadiits dari Abuu Hurayrah riwayat Imam Al-Bukhaariy dan Imam Muslim. Atau hendaknya ia menutup mulutnya dengan tangannya karena setan akan masuk, berdasarkan ĥadiits dari Abuu Sa‘iid Al-Khudriy riwayat Imam Muslim, Imam Abuu Daawud dan Imam Aĥmad.

Demikian tadi Adab-adab seorang muslim ketika tidur seperti yang diajarkan Rosulullah SAW. Mudah-mudahan bermanfaat. Taqobbalallahu minna wa minkum.

Wassalamualaikum Warohmatullah

~ by lilmessenger on June 12, 2008.

8 Responses to “Adab-Adab Ketika Tidur”

  1. assalamualaikum warohmatullah…

    syukran yaa akhi..sangat bermanfaat..^^

  2. waalaikumsalam warohmatullah

    alaik yaa ukhtii . . . . mudah2an saiya juga bisa mengamalkan.
    :)

  3. salam..
    seelok2nya tulis matan hadith sekali..
    jgn biar tulisan melayu sahaja dimartabatkn..
    tp hadits sebenar di sembunyikan..
    dengan kberkatan matan tersebut,dpt dimanfaat oleh selurah alam..
    ana pesan pd smua penulis blog..biar tulisan kita disertakan dalil supaya kita tidak dianggap merekacipta atau tiru mana2 sumber tanpa bukti hadith yg diambil..wasalam

  4. Tambahan =

    Diberitakan dari Ibnu Abbas, “Pada setiap malam, sebelum tidur, Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wassalam memakai celak. Beliau menggores dengan celak masing-masing sebanyak tiga goresan”
    (H.R. Ath-Thabrani dan Ahmad)

  5. Ass..
    Syukron ya atas tulisanya..
    kbetulan da tugas so kebantu dech..
    @_^

  6. waw, expert.. tips islami emang beda.. oke sekali..

    sukron katsiiru.. <– betulkah tulisannya?

    kalo ada waktu, boleh mampir blog saia, saia harap bisa kasih saran dan nasehat di setiap postingan saia.. soalnya, saia sedang mencari jawaban-jawaban dari pertanyaan yang sebaiknya dijawab secara islami.. :mrgreen:

    contohnya, apa yang harus dilakukan saat seseorang itu jatuh cinta? mungkin bisa dikaitkan dengan sikap Rasululloh kalo ada yang tau.. makasiii..

Leave a Reply