SHOLAT SUNNAH RAWATIB DAN KEUTAMAANNYA

Assalamualaikum warohmatullah wabarokatuh.

Bismillahirrohmanirrohim

Sholat Sunnah Rowatib sepintas nampak seperti hal yang biasa menurut kita. Namun banyak dari kita yang tidak mengetahui bahwa Rosulullah tidak pernah meninggalkan sholat sunnah ini selain dalam perjalanan. Kalaupun tertinggal karena lupa, sakit atau tertidur, beliau mengqodo’nya. Dari sini dapat kita simpulkan betapa pentingnya kedudukan sholat sunnah rowatib ini disamping sholat-sholat fardlu.

Sholat Sunnah Rawatib sangat dianjurkan / ditekankan untuk dilakukan. Menurut pendapat beberapa ulama, orang yang terus menerus meninggalkannya maka ketakwaannya tidak bisa dipercaya dan ia pun berdosa. Alasannya, karena terus menerus meninggalkannya menunjukkan kadar keislamannya yang sangat rendah dan ketidakpeduliannya terhadap sholat sunnah rowatib. Adapun keistimewaan sholat sunnah rowatib adalah merupakan penambal kekurangan dan kesalahan seseorang ketika melaksanakan sholat fardlu. Karena manusia tidak terlepas dari kesalahan, maka ia membutuhkan sesuatu yang dapat menutupi kesalahannya tersebut.

Berdasarkan Hadist yang diriwayatkan dari Ibnu Umar r.a bahwa

Saya menghafal sepuluh rokaat dari Rosulullah: dua rokaat sebelum sholat zhuhur, dua rokaat setelah sholat zhuhur, dua rokaat setelah sholat maghrib di rumah beliau, dua rokaat setelah sholat isya’ di rumah beliau, dan dua rokaat sebelum subuh. Sebelum subuh ini adalah waktu di mana tidak seorang pun yang datang kepada Rosulullah SAW. Hafshah memberitahuku bahwa jika muazin mengumandangkan adzan dan fajar telah terbit, maka beliau sholat dua rokaat.

Berdasarkan hadist di atas dapat kita simpulkan bahwa sholat sunnah rowatib terdiri dari dua rokaat sebelum Dzuhur, dua rokaat setelah dzuhur, dua rokaat setelah maghrib, dua rokaat setelah isya’, dan dua rokaat sebelum subuh setelah terbit fajar.

Dalam Shohih Muslim diriwayatkan dari Aisyah r.a. bahwa ia berkata

Rosulullah sholat empat rokaat sebelum sholat dzuhur di rumahku. Kemudian beliau keluar dan sholat bersama orang-orang, lalu pulang ke rumahku dan melakukan sholat dua rokaat.

Berdasarkan hadist riwayat ini, beberapa ulama menyimpulkan bahwa jumlah rokaat sholat sunnah rowatib adalah 12 rokaat.

Keutamaan melaksanakan sholat sunnah rowatib di rumah :

  1. Untuk menghindari riya’ (sikap pamer), ujub (membanggakan diri sendiri), dan untuk tidak memperlihatkan amal baik kepada khalayak ramai.
  2. Lebih mudah untuk khusyuk dan ikhlas lantaran suasananya yang sepi (tidak banyak orang).
  3. menghidupkan rumah dengan dzikir kepada Allah dan sholat seperti sabda Rosulullah,

Jadikanlah sebagian sholat kalian di rumah-rumah kalian, dan jangan kalian menjadikannya sebagai kuburan

Yang paling utama dari sholat-sholat sunnah rowatib ini adalah sholat sunnah sebelum fajar. Hal ini berdasarkan riwayat dari Aisyah r.a. bahwa ia berkata,

tidak ada sholat sunnah yang paling dijaga oleh Rosulullah selain dua rokaat fajar.

Rosulullah bersabda :

Dua rokaat sholat fajar lebih baik dari dunia dan seisinya

Oleh karena itu Roslullah selalu melakukan sholat dua rokaat fajar dan sholat witir, baik ketika di rumah maupun ketika dalam perjalanan.

Sholat sunnah rowatib selain witir dan sholat sunnah fajar tidak disunnahkan dilakukan ketika dalam perjalanan. Hal ini didasarkan dari riwayat ketika Ibnu Umar r.a. ditanya tentang sholat rowatib Dzuhur ketika dalam perjalanan ia berkata,

Seandainya aku melakukan sholat rowatib, tentunya aku tidak mengqoshor sholat.

Ibnul Qayyim berkata,

Termasuk tuntunan Rosulullah dalam perjalanan adalah mengqoshor sholat fardlu. Tidak ada riwayat dari beliau yang menunjukkan bahwa beliau melakukan sholat sunnah sebelum dan setelah sholat qoshor tersebut, kecuali sholat witir dan sholat sunnah fajar

Adapun dalam pelaksanaannya Rosulullah mensunnahkan untuk memendekkan sholat sunnah fajar. Berdasarkan riwayat Shohih Bukhori dan Muslim Aisyah r.a. berkata :

Rosulullah selalu memendekkan sholat dua rokaat sebelum sholat subuh.

Dalam sholat subuh, pada rokaat pertama setelah membaca Al Fatihah Rosulullah melanjutkannya dengan membaca surat Al Kafirun dan pada rokaat kedua dengan Al Ikhlash. Pernah juga pada rokaat pertama Rosulullah membaca surat Al Baqoroh ayat 136 setelah membaca Al Fatihah dan Ali Imron ayat 64 pada rokaat kedua. Hal ini juga dilakukan beliau pada sholat dua rokaat setelah maghrib berdasarkan riwayat Al Baihaqqi dan Tirmidzi dari Ibnu Mas’ud r.a. yang menjelaskan tentang seringnya Roslulullah membaca surat Al Kafiruun dan Al Ikhlas pada sholat dua rokaat  setelah sholat maghrib dan sebelum sholat subuh.

Jika dari sholat-sholat ini ada yang terlewat, disunnahkan untuk mengqodo’nya. Demikian juga jika terlewat sholat witir, maka disunnahkan untuk mengqodo’nya di siang hari. Rosulullah mengqodho’ dua rokaat sholat sunnah fajar dan sholat subuh ketika tertidur dan belum melaksanakannya. Beliau juga pernah mengqodho’ sholat sunnah qobliyah dzuhur setelah sholat ashar. Adapun disyariatkannya mengqodho’ sholat sunnah rowatib lainnya dapat dianalogikan sholat-sholat yang disebutkan di dalam nash hadist.

Rosulullah bersabda,

Barangsiapa tertidur atau lupa dan tidak sholat witir, hendaknya melakukannya ketika ia bangun atau ketika mengingatnya. (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud).

Ketika mengqodho’ sholat witir, hendaknya juga mengqodho’ sholat sunnah sebelumnya. Hal ini didasarkan pada riwayat Aisyah r.a. yang ia berkata,

Rosulullah jika tidak sholat malam karena tidur atau sakit, beliau sholat di siang hari dua belas rokaat.

Demikian tadi telah diuraikan tentang keutamaan serta segala sesuatu yang berkaitan dengan sholat sunnah rowatib. Mudah-mudah bermanfaat bagi saudara-saudariku yang mau menegakkannya.

Wassalamualaikum warohmatullah wabarokatuh

Referensi :

Al Fauzan, Saleh. 2005. Fiqih Sehari-hari. Jakarta : Gema Insani Press

About these ads

50 Comments

  1. Asep_Suba said,

    September 2, 2008 at 9:05 am

    Bagaimana dengan sholat iftitah sebelum Tarawih? Ada dasar/dalilnya? Bacaannya sama tidak dengan sholat umumnya?

  2. madd said,

    March 4, 2009 at 11:12 am

    ilmu tambahan nih, makasih ya…

  3. sin_chan said,

    August 28, 2009 at 2:42 pm

    Seblm sholat ashar gk ada sholat sunah rawatibny
    Karena byk org yg malakukammya (termasuk saya)

    Terimakasih atas penjelasannya

    • ithonky said,

      October 13, 2010 at 3:25 pm

      5. Tentang shalat sunnah sebelum ‘Ashar
      Dari Ibnu ‘Umar radhiyallaHu ‘anHu, Nabi ShallallaHu ‘alaiHi wa sallambersabda,
      “RahimallaHum ra-an shalla qablal ‘ashri arba’an” yang artinya “Semoga Allah merahmati orang yang shalat empat raka’at sebelum ‘ashar” (HR. at Tirmidzi no. 428 dan Abu Dawud no. 1257, dihasankan oleh Syaikh al Albani dalam Shahih Sunan at Tirmidzi no. 354)
      Mengkategorikan shalat sunnah sebelum ‘ashar ke dalam sunnah rawatib adalah hal yang rajih. Dan ini pula yang menjadi pilihan Abul Khaththab al Kaludzani, sebagaimana yang disebutkan dalam Kitab al Mugni II/125 oleh Ibnu Qudamah.
      Mengenai hal itu, Majiduddin Abu al Barakat Ibnu Taimiyah telah menukil dalam Kitab al Muharrar I/88 dalam dua pandangan madzab Hanbali. Asy Syirazi telah menyebutkan secara gamblang pendapat dari para pengikut asy Syafi’i di dalam Kitab al Muhadzdzab bahwa shalat empat raka’at sebelum shalat ‘Ashar termasuk sunnat rawatib shalat fardhu. Dan bahwa hal tersebut adalah yang lebih lengkap serta hal tersebut disetujui oleh an Nawawi di dalam Kitab al Majmuu’ Syarhul Muhadzdzab IV/8.

  4. neyna said,

    September 10, 2009 at 11:32 am

    syukran katsiran ya akhi…..

  5. tito rizal said,

    January 25, 2010 at 7:45 am

    assalam.., mas
    q masih awam dengan sholat rawatib, dan sholat sunnah lain yang mengiringi sholat fardhu..
    yang q tau hanya sholat tahajjud dan sholat sholat dhuha..

    q mau tanya mas, bedanya sholat fajar ma sholat rawatib apa?
    bila waktu shubuh mepet, lebih diutamakan sholat fajar apa sholat rawatibnya?

    • Izzul said,

      April 13, 2011 at 7:59 pm

      Sesungguhnya Sholat Rawatib adalah sholat sunnah yang dilaksanakan sebelum/ sesudah sholat fardhu.

      Adapun sholat Fajar, adalah sholat rawatib yang dikerjakan dua rakaat sebelum sholat Shubuh dan Sholat ini adalah sholat rawatib yang paling utama dan tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullaah SAW., semasa hidupnya. Adapun sholat sunnah lainnya terkadang karena bepergian/ perang ditinggalkan Rasulullah SAW. kecuali sholat fajar.

      Bacaan dalam sholat Fajar adalah Al Kafirun dan pada rokaat pertama dengan Al Ikhlash. Pernah juga pada rokaat pertama Rosulullah membaca surat Al Baqoroh ayat 136 setelah membaca Al Fatihah dan Ali Imron ayat 64 pada rokaat kedua. Hal ini juga dilakukan beliau pada sholat dua rokaat setelah maghrib berdasarkan riwayat Al Baihaqqi dan Tirmidzi dari Ibnu Mas’ud r.a. yang menjelaskan tentang seringnya Roslulullah membaca surat Al Kafiruun dan Al Ikhlas pada sholat dua rokaat setelah sholat maghrib dan sebelum sholat subuh. (sebagaimana dikatakan oleh penulis di atas.)

      Wallaahu a’laamu bishshowaab.

  6. adip said,

    February 21, 2010 at 9:25 pm

    thx’s bgt buat penulis yg udah mau share pengetahuanny terus dakwah ny utk kemajuan islam yg hakiki, amin

  7. March 8, 2010 at 11:37 am

    Afwan pa gak salah ketik di artikel antum dijelaskan solat sunnah rawatib dijelaskan 12 rakaat,pada artikel antum ada penjelasan 2 rakaat sebelum Dzuhur,pa tidak 4 rakaat sebelum Dzuhur…Syukron

    Yudi

  8. musdie said,

    May 14, 2010 at 10:51 am

    tanya, bagaimana hukumnya sholat sunnah 2 rokaat sebelum isya,,,,

  9. musdie said,

    May 14, 2010 at 10:52 am

    bagaimana hkumnya sholat sunnah 2 rokaat sebelum sholat isya……

    • lilmessenger said,

      June 16, 2010 at 8:10 am

      bukan sholat sunnah rowatib. tapi sholat sunnah yang lain. Misal : Syukrul wudlu, atau tahiyatul majid, dll

  10. chiemot said,

    August 6, 2010 at 11:49 pm

    terima kasih mas. alhamdulillah,

  11. August 17, 2010 at 12:45 am

    [...] disadur dari : http://lilmessenger.wordpress.com/2008/07/27/sholat-sunnah-rawatib-dan-keutamaannya/ [...]

  12. AHMAD SHOLAHUDIN said,

    August 24, 2010 at 5:37 am

    terimakasih sekali atas informasi yang luar biasa brmanfaatnya,…
    salam dari anak depok ….

  13. dedi said,

    December 29, 2010 at 12:46 pm

    ustdz mw tanya apakah harus sholat sunat witir dlksanakan stiap malam walaupun ane g melaksanakan sholat sunah

  14. dedi said,

    December 29, 2010 at 12:48 pm

    apakah ada ustad sholat sunat awabin itu klo ada kapan dilaksanakannya dan mohon pengertiannya tentang sholat sunat awabin syukron ustad

  15. budi ansyah said,

    January 28, 2011 at 10:35 am

    tolong saya dikasi tau apa arti sholat-sholat sunnah dan maknanya trims

  16. inewsku said,

    April 15, 2011 at 9:29 pm

    terima kasih ilmunya..

  17. Bachtiar said,

    April 18, 2011 at 7:04 am

    Terimakasih, informasinya . . and mau nanya juga nih. . . Dalam shalat rawatib, bagaimana dengan Qobla magrib ? diriwayatkan ngngak dalam artikel yang lainnya …
    Wassalam

  18. saiful anwar said,

    April 29, 2011 at 3:48 pm

    segala puji bagi 4jjl s.w.t, yang menerangkan gelap…

  19. nur said,

    June 11, 2011 at 11:03 pm

    makasih sob,,

  20. agus suyanto said,

    September 28, 2011 at 8:48 am

    bagaimana caranya sholat rowatib

    • agus suyanto said,

      September 28, 2011 at 9:03 am

      assalam..wr.wb. apa yg harus dikerjkan sblum solat wjib.mengenai solat rowatib

  21. November 24, 2011 at 8:21 pm

    berusahalah utk bisa mencontah Rosullullah SWT hy dg memohon kpd Nya ibadah kita bisa lebih sempurna,,,,

  22. yus66 said,

    December 6, 2011 at 10:10 am

    jazakumuwllah khairon katsiron

  23. Naily said,

    December 24, 2011 at 7:43 am

    Thanks a lot…. i will try to do it. amiin……………

  24. February 17, 2012 at 7:29 am

    Bagus isinya , sehingga dapat menambah ilmu bagi kita dan orang lain yg belum mengetahui.

  25. Leiyla.Ullil said,

    March 8, 2012 at 2:02 pm

    Mo tanya nihhh….Bagaimana cra melaksanakan shalat sunnat rawatib yg 4 rakaat?? apakah 2 rakaat salam kmd 2 rakaat salam atau langsung 4 rakaat? jika langsung 4 rakaat apakah ada tasahud awalL

    • lilmessenger said,

      April 4, 2012 at 7:55 am

      yang biasanya menjadi pegangan saya adalah matsna-matsna (dua – dua). Adapun yang mengerjakan 4 rokaat satu salam saya msh belum mengetahui dasarnya. wallahua’lam

  26. March 10, 2012 at 1:29 pm

    like

  27. yoyok said,

    March 24, 2012 at 1:08 am

    terima kasih…

  28. Tio said,

    March 25, 2012 at 8:17 am

    sholat fajar sama enggak dengan sholat Qobliah subuh?

  29. jamin amora said,

    May 4, 2012 at 9:43 am

    mengetahui bhw hadis ttg qobliyah ashar itu derajatnya hasan,jadi sepertinya boleh dikerjekan blh jg tdk/ghoiru muakkad.yg bnr2hrs itu,yg disampaikan Ibnu Umar ra,2 sblm subuh,2 sblm dan ssdh zuhur,2 ssdh maghrib dan 2ssdh isya.Allohu;alam

  30. lala said,

    May 20, 2012 at 8:53 am

    jadi apa sholat rowatib sebelum shubuh itu sama dengan sholat fajar. maaf masih belum jelas. trims..

  31. Abdurrahman Faishal said,

    May 28, 2012 at 7:28 pm

    Assalamu’alaikum akh, saya mau tanya, shlt fajar kan shlt sunnah rawatib yg di lakukan sebelum shlt fardhu shubuh ., nah , sering kejadian di masjid dkt rmh saya sewaktu abis adzan shubuh para jama’ah banyak yg pada dtg trus pada shalat sunnah 2 rakaat ., tapi rasanya iqamad nya mundur karena para jama’ahnya datang nya bsa dikatakan terlambat trus langsung slt 2 rkaat .. Kalo demikian bgmana akh ?
    Syukron

    • Charito said,

      June 4, 2012 at 9:09 am

      assalam ww , menurut saya selama masih bisa ditolerir, ya sebaiknya diberi kesempatan untuk sholat sunnah rowatib. wassalam. ww.

  32. August 1, 2012 at 10:41 pm

    Paradigma ikhlas menjadikan hati kita pribadi yang ikhlas, walaupun hatinya sedang menjadi pelabuhan yang sulit meng-ikhlas-kan.
    Syukron atas jerih payah Antum dalam berbagi postingan yang berguna ini. Jazakallah khoiron katsiiro

  33. syifa said,

    August 16, 2012 at 11:47 pm

    Assalamualaikum, mau nanya tentang shalat sunat rawatib yang pernah diqodho Rasulullah diwaktu ashar , apa boleh juga kita laksankan pada waktu ashar disaat kita tidak melaksanakannya diwaktu zuhur dan apa ada dalilnya yang sahih Pak Ustad. Mohon penjelasannya . Wassalam

  34. Asyifa said,

    August 28, 2012 at 6:37 pm

    Saya mau tnya. .tata cara slat rawatib slah satu.na ada.. (mengambil tempat slat yang berbeda dgan tempat melakukan shalat fardhu), . .mksud.na apa ya?

    • mohamad said,

      August 31, 2012 at 8:44 pm

      assalamualykum ,ustad..? mau tanya nih gimana niat dari solat rowatib fajar itu sendiri……,terus klok sudah melaksanakan solat rowatib fajar apa langsung disambung laghi dengan melaksanakan solat rowatib kobliatal subuh, mohon maaf sebelumnya ya pak ustat terimakasih..

  35. terserah said,

    September 30, 2012 at 12:28 pm

    Izin ngopy za, semoga semakin mempercepat sampainya pesan kepada umat muslim…

  36. October 3, 2012 at 11:15 am

    [...] Sumber : lilmessenger.wordpress.com [...]

  37. January 22, 2014 at 5:28 pm

    […] lilmessenger.wordpress.com […]

  38. January 22, 2014 at 10:12 pm

    […] lilmessenger.wordpress.com […]

  39. January 22, 2014 at 10:48 pm

    […] lilmessenger.wordpress.com […]

  40. January 30, 2014 at 11:51 am

    […] lilmessenger.wordpress.com […]

  41. January 31, 2014 at 9:22 pm

    […] lilmessenger.wordpress.com […]

  42. January 31, 2014 at 9:22 pm

    […] lilmessenger.wordpress.com […]

  43. faiza said,

    April 23, 2014 at 4:21 am

    subhanallah :’)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: