<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Just a Little Messenger</title>
	<atom:link href="http://lilmessenger.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lilmessenger.wordpress.com</link>
	<description>An Nurul Jundul Qolb</description>
	<lastBuildDate>Fri, 07 Aug 2009 02:15:07 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='lilmessenger.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/55108d9173e2eeb48b06a3d65acaa67d?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Just a Little Messenger</title>
		<link>http://lilmessenger.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Catatan Pengingat Waktu</title>
		<link>http://lilmessenger.wordpress.com/2009/08/07/catatan-pengingat-waktu/</link>
		<comments>http://lilmessenger.wordpress.com/2009/08/07/catatan-pengingat-waktu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2009 02:15:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lilmessenger</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Akhir Zaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lilmessenger.wordpress.com/?p=161</guid>
		<description><![CDATA[Wahai Robb . . .
Engkau tapakkan kaki-kaki kami di atas dunia
Engkau titipkan kami pada ibu kami
Engkau nafkahi kami lewat tangan bapak kami
Padahal Engkau Maha Tahu ini hanya sementara
Wahai Robb . . .
Engkau didik kami dengan dengan kebesaranMu
Engkau cintai kami dengan cobaan-cobaanMu
Engkau uji kami dengan memberi kami pilihan
Agar kami senantiasa tergantung padaMu
Wahai Robb . . .
Kesenangan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lilmessenger.wordpress.com&blog=2824010&post=161&subd=lilmessenger&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Wahai Robb . . .<br />
Engkau tapakkan kaki-kaki kami di atas dunia<br />
Engkau titipkan kami pada ibu kami<br />
Engkau nafkahi kami lewat tangan bapak kami<br />
Padahal Engkau Maha Tahu ini hanya sementara</p>
<p>Wahai Robb . . .<br />
Engkau didik kami dengan dengan kebesaranMu<br />
Engkau cintai kami dengan cobaan-cobaanMu<br />
Engkau uji kami dengan memberi kami pilihan<br />
Agar kami senantiasa tergantung padaMu</p>
<p>Wahai Robb . . .<br />
Kesenangan dunia yang Engkau hamparkan<br />
Seringkali membuat hati kami lalai<br />
Tak sedikit waktu kami melupakanmu<br />
Namun senantiasa Engkau curahkan rahmatMu</p>
<p>Wahai Robb . . .<br />
Kuatkan hati kami untuk menyongsongMu<br />
Tegakkan langkah kami untuk meraihMu<br />
Singkaplah kesenangan dunia yang menipu<br />
Untuk kami kembali pada kebesaranMu</p>
<p>Ya Allah . . .<br />
Bukan kami mengharap pahala<br />
Bukan juga takut karena dosa<br />
karena tak ada kesenangan selain dari pada Engkau<br />
karena tak ada ketakutan selain dari pada Engkau</p>
<p>Ya Allah . . .<br />
Ingatkan kami bahwa esok harus pergi<br />
Meninggalkan tempat persinggahan ini<br />
Jangan tidurkan kami dibawah rindangnya pohon<br />
dan jangan lenakan kami dengan segarnya mata air</p>
<p>Ya Allah . . .<br />
Hanya sebentar waktu kami<br />
Mungkin sejam atau sedetik lagi<br />
Bukalah mata-mata hati kami<br />
Agar bergegas kembali menuju kampung-kampung kami</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lilmessenger.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lilmessenger.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lilmessenger.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lilmessenger.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lilmessenger.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lilmessenger.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lilmessenger.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lilmessenger.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lilmessenger.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lilmessenger.wordpress.com/161/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lilmessenger.wordpress.com&blog=2824010&post=161&subd=lilmessenger&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lilmessenger.wordpress.com/2009/08/07/catatan-pengingat-waktu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/adda1059b4846ad48ea45485c110cb36?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Barcode012</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENCINTAI LIMA PERKARA DAN LUPA AKAN LIMA PERKARA (Bagian 1)</title>
		<link>http://lilmessenger.wordpress.com/2008/08/28/mencintai-lima-perkara-dan-lupa-akan-lima-perkara-bagian-1/</link>
		<comments>http://lilmessenger.wordpress.com/2008/08/28/mencintai-lima-perkara-dan-lupa-akan-lima-perkara-bagian-1/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Aug 2008 09:43:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lilmessenger</dc:creator>
				<category><![CDATA[AlIslam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lilmessenger.wordpress.com/?p=156</guid>
		<description><![CDATA[Hiruk pikuk kehidupan dunia yang syarat akan kenikmatan dan kelezatan nafsu seringkali memperdaya akal kita. Semua daya dan upaya tertuju pada pencapaian kebahagiaan sesaat tersbut. Ada yang rela bekerja siang dan malam hingga melalaikan hak-hak keluarga di rumah, hak anak-anak untuk mendapatkan pendidikan, hak Tuhan untuk disembah, bahkan yang paling parah ia lalai akan hak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lilmessenger.wordpress.com&blog=2824010&post=156&subd=lilmessenger&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Hiruk pikuk kehidupan dunia yang syarat akan kenikmatan dan kelezatan nafsu seringkali memperdaya akal kita. Semua daya dan upaya tertuju pada pencapaian kebahagiaan sesaat tersbut. Ada yang rela bekerja siang dan malam hingga melalaikan hak-hak keluarga di rumah, hak anak-anak untuk mendapatkan pendidikan, hak Tuhan untuk disembah, bahkan yang paling parah ia lalai akan hak anggota tubuhnya untuk beristirahat demi secuil harta yang nilainya tidak seberapa. Belum lagi kaum remaja yang larut akan semaraknya pesta, musik, minuman keras, wanita dan narkoba seakan mengisyaratkan kenikmatan surga yang memperdaya nafsu hingga mereka merasa kebahagiaan itu akan melekat erat dalam diri mereka dan kekal untuk selamanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Lukisan-lukisan kesenangan semu itu Nampak begitu nyata sehingga banyak orang tergelincir dan tertarik untuk mencicipi sejengkal demi sejengkal kelezatan dunia hingga mereka lupa akan siapa sebenarnya diri mereka. Banyak hal yang mereka korbankan demi meraih kenikmatan dunia itu dan hati mereka selalu dipermainkan oleh tipu daya nafsu dan diperbudak oleh keinginan-keinginan syaithan.</p>
<p style="text-align:justify;">
Sudah menjadi sifat dasar bahwa manusia akan selalu mencari keindahan dan kebahagiaan. Berlandaskan cinta yang terhujam dalam hati setiap manusia, secara umum mereka akan selalu mencari objek untuk mereka cintai, akan tetapi jika sifat tersebut tidak diarahkan maka akan sampailah kepada kesenangan-kesenangan yang merusak pikiran dan mata hati.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><br />
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” <strong>(QS. Ali Imron 14 )</strong></em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
Karena demikian itu, manusia secara umum akan berlomba-lomba untuk mewujudkan keinginan demi mendapatkan harga kekayaan, kedudukan, kehormatan dan segala sesuatu yang bersifat duniawi. Mereka menganggap dengan berbekal itu semua mereka akan memperoleh kebahagiaan yang tak pernah usang dimakan zaman.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-156"></span></p>
<p style="text-align:justify;">
Kehidupan manusia itu ibarat sebuah perjalanan yang amat jauh dimana sekarang kita singgah sejenak pada sebuah tempat berteduh nan indah. Aneka benda memukau hati kita ditempat itu. Dan tempat itu adalah nyata, sedangkan tempat tujuan kita masih ghoib dan tak pernah kita temui sebelumnya. Jadi wajar saja jika banyak manusia silau akan gemerlapnya perhiasan-perhiasan dunia tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">
Dalam sebuah hadist diterangkan bahwa Rasulullah SAW telah menggambarkan bahwa manusia yang menyibukkan diri terhadap urusan dunia, mereka lebih mencintai lima perkara dan akan lupa terhadap lima perkara.</p>
<blockquote><p>
<em>“Akan datang kepada umatku suatu zaman, dimana mereka cinta kepada dunia dan lupa kepada akhirat, cinta kepada harta dan lupa kepada perhitungan, cinta kepada makhluk dan lupa kepada Khaliq, cinta kepada dosa dan lupa akan taubat, cinta kepada mahligai dan lupa kepada makam (kuburan)”</em></p></blockquote>
<h3 style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;">Cinta Dunia Lupa Akhirat</span></h3>
<p style="text-align:justify;">Seberapa panjangkah umur kita di dunia ? Cobalah kita evaluasi kembali. Tidakkah kita merasa seakan-akan kemarin kita baru saja bermain dengan meinan-mainan kita, bersama teman-teman sebaya kita. Ingatlah masa kecil kita ! bukankah masih melekat erat ingatan itu dalam benak kita. Teringat jelas bagaimana tangan ibu kita membelai rambut kita, memapah kita ketika kita menangis, dan menghibur kita hingga kita tertawa. Seakan kejadian itu baru saja kita lewati. Tapi sekarang, cobalah hitung berapa umur kita sekarang. Pasti kita tak pernah menyangka bahwa waktu berjalan begitu cepat. Bagi yang dulu merasa anak-anak, mungkin sekarang sudah menjadi remaja, bagi yang dulu merasa remaja mungkin sekarang sudah dewasa atau mungkin sudah berkeluarga dengan dikelilingi anak-anak di samping kita. Pernahkah kita merasa bahwa tanpa sadar kita sudah setua ini sekarang ? Waktu ibarat sebuah anak panah yang sekali melesat maka tak akan bisa untuk diterik kembali dan memang itulah adanya kehidupan dunia ini.</p>
<p style="text-align:justify;">
Sesungguhnya kehidupan akhirat tak dapat dibandingkan dengan kehidupan di dunia ini. Kita ibarat seorang musafir yang melakukan perjalanan jauh kemudian berteduh sejenak di bawah pohon. Apabila rasa penat telah berkurang, kita akan melanjutkan perjalanan lagi dan meninggalkan pohon tempat kita berteduh untuk selama-lamanya. Itulah dunia yang hanya sebentar.</p>
<p style="text-align:justify;">
Sekalipun sebentar, fitnah dunia membuat manusia lupa akan hakikat sebenarnya mengenai persinggahan singkat itu. Banyak manusia lupa dan terpesona akan kenikmatan tempat berteduh itu. Banyak dari mereka terlena sehingga lupa akan tujuan akhir mereka yang hendak mereka capai</p>
<blockquote><p><em><br />
”Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi” <strong>(QS. Al A’laa 16)</strong></em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
Seharusnya kita sadar akan sedikitnya waktu yang diberikan Allah untuk duduk sejenak sekedar melepas lelah di atas permadani dunia ini. Jika waktu itu telah habis maka mau tidak mau kita harus melanjutkan perjalanan panjang demi meraih tujuan hakiki kita yaitu akhirat. Hanya Allah yang tau kapan waktu itu berakhir. Kewajiban kita didunia hanyalah mencari sebaik-baik bekal guna melanjutkan perjalanan panjang kita. Dan tentang segala keduniawian yang kita usahakan, tidak akan pernah kita bawa dalam perjalanan panjang itu kecuali jika kita belanjakan di jalan Allah.</p>
<p style="text-align:justify;">
Lalu apakah akan kita isi kantung-kantung kita dengan perhiasan-perhiasan dunia hingga kita tak sanggup membawanya ataukah kita isi kantung-kantung kita dengan bekal amal taat yang akan setia menemani kita ke arah jalan yang benar sehingga kita selamat sampai tujuan yaitu negeri akhirat yang kita impikan. Semua itu hanyalah pilihan, apakah kita serahkan mata hati kita untuk memilih ataukah sebaliknya, nafsu yang akan memilih.</p>
<p style="text-align:justify;">
Adapun manusia yang lalai, mereka akan menyesal terhadap apa yang diusahakannya. Mereka tersadar bahwa kesenangan yang mereka raih di dunia tidak akan menolong mereka dari adzab Allah yang ditimpakan kepada mereka. Mereka akan lupa kenikmatan-kenikmatan dunia yang pernah mereka rasakan karena begitu beratnya siksa yang harus mereka tanggung di akhirat. Anas meriwayatkan dari Rosulullah SAW bahwa,</p>
<blockquote><p>
<em>”Dihadapkan orang yang paling merasakan kenikmatan di dunia dari ahli neraka, lalu ia dicelupkan ke neraka sekali celup. Kemudian ditanyakan kepadanya. ’Wahai anak Adam, apakah kamu melihat satu kebaikan pun? Apakah telah berlalu di hadapanmu satu kenikmatan pun?’ Ia menjawab, ’Tidak, demi Allah wahai Robb’, Lalu diahadapkan orang yang paling menderita di dunia dari ahli surga. Ia dicelupkan sekali celupan di surga dan ditanyakan padanya, ’Apakah kamu melihat suatu penderitaan pun? Apakah pernah lewat di hadapanmu suatu penderitaan pun?’ Ia menjawab, ’Tidak, demi Allah wahai Robb, tidak pernah lewat di hadapanku suatu pemderitaan pun, dan aku tidak pernah melihat suatu kesusahan pun’” <strong>(HR. Muslim)</strong></em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
Demikianlah penderitaan orang-orang yang lalai ketika berada di dunia. Penyesalan mereka pun tidak dapat menolong mereka lepas dari siksaan yang ditimpakan Allah kepada mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">
”Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata: &#8220;Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman&#8221;, (tentulah kamu melihat suatu peristiwa yang mengharukan. Tetapi (sebenarnya) telah nyata bagi mereka kejahatan yang mereka dahulu selalu menyembunyikannya[466]. Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentulah mereka kembali kepada apa yang mereka telah dilarang mengerjakannya. Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta belaka.)” (QS. Al An’aam 27-28)</p>
<p style="text-align:justify;">
Sadarilah bahwa cinta kepada dunia itu membutakan mata hati kita. Sebagian ahli hikmah berpendapat, cinta dunia mengakibatkan empat kerugian, yaitu di dalam hati akan timbul keragu-raguan terus-menerus, selalu merasa kekurangan, selalu direpotkan/ disibukkan berbagai masalah, dan selalu diganggu dengan keinginan-keinginan yang tiada henti. Rosulullah bersabda,</p>
<blockquote><p><em><br />
”Barangsiapa yang mendambakan kehidupan akhirat, Tuhan menjadikan kekayaan dalam hatinya, dikumpulkan segala kepentingannya dan diberikan kepadanya kenikmatan hidup di dunia seperlunya saja. Dan barangsiapa menginginkan kehidupan dunia, Allah menjadikan kemiskinan antara dua matanya, dipisahkan darinya segala yang menjadi kebutuhannya, dan tidak diberikan kepadanya kenikmatan hidup, kecuali apa yang sudah ditentukan”</em></p></blockquote>
<h3 style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;">Cinta Harta Lupa Perhitungan</span></h3>
<p style="text-align:justify;">Harta adalah sebuah amanah dari Allah SWT dan setiap amanah pasti akan dimintai pertanggung jawaban. Jika manusia diberikan amanah umur yang panjang, maka akan ditanyakan kepadanya untuk apakah umurnya dihabiskan, jika manusia diberikan amanah tentang ilmu maka pertanyaan yang akan dia terima adalah untuk apakah ilmunya dipergunakan, akan tetapi jika manusia diberikan amanah terhadap harta maka akan ada dua pertanyaan yang dia terima kelak di yaumul hisab, dari mana hartanya diperoleh dan untuk apa dibelanjakan.</p>
<p style="text-align:justify;">
Memang harta seakan menjanjikan kebahagiaan hidup yang tak terkira. Banyak orang berfikir bahwa dengan harta mereka dapat membeli segalanya. Kedudukan, jabatan, ketenaran, dan nama baik bisa mereka peroleh hanya dengan memiliki banyak harta.</p>
<p style="text-align:justify;">
Namun sadarkah kita bahwa harta dapat membutakan mata hati kita, menyibukkan pikiran kita, membuat kita menjadi was-was, dengki, tamak, bakil dan kesengsaraan-kesengsaraan hati lainnya. Kiranya memang benar apa yang telah ditulis oleh Ibnu Atho’illah dalam kitab Al Hikamnya. Beliau menerangkan bahwa jika ada manusia yang cinta akan sesuatu, maka ia akan menjadi budak/hamba dari apa yang dicintainya. Jika seseorang cinta kepada harta maka orang tersebut akan rela melakukan apa saja demi harta yang dicintainya. Mereka menjadi hina karena hartanya, bahkan yang lebih parah mereka menyediakan diri untuk dihinakan karena hartanya. Berapa banyak orang-orang yang menjilat orang lain lantaran karena dengan menjilat itu dia mendapatkan harta yang melimpah, bahkan mereka rela mengeksploitasi anak-anak, istri, dan seluruh keluarganya demi mendapatkan harta yang berlimpah. Padahal harta yang dibangga-banggakannya itu tidaklah sedikitpun menolong mereka dari siksa Allah.</p>
<blockquote><p>
<em>”Sesungguhnya orang-orang yang kafir, harta benda dan anak-anak mereka, sedikitpun tidak dapat menolak (siksa) Allah dari mereka. Dan mereka itu adalah bahan bakar api neraka” <strong>(QS. Ali Imron 10)</strong></em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
Bukankah Allah telah mencontohkan bahwa orang-orang yang membanggakan harta tidaklah mendapat manfaat sedikitpun dari harta yang dibanggakannya. Bukankah Allah telah mencontohkan dalam Al Qur’an kisah Qorun yang telah dibenamkan ke dalam bumi bersama seluruh hartanya. Bukankah kisah sa’labah sahabat Rosulullah SAW telah cukup memberikan contoh bagi kita.</p>
<p style="text-align:justify;">
Allah tidak melarang kita mencari harta, asalkan dengan cara yang halal. Namun jangan pernah menganggap bahwa harta itu adalah sebagai tujuan tetapi anggaplah bahwa harta itu sebagai sarana. Manfaatkanlah harta yang berada di tangan kita sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah. Jangan sekali-sekali kita diperalat harta sehingga seluruh tenaga dan pikiran kita tercurahkan dalam rangka menumpuk kekayaan. Jika telah sampai rizki ke tangan kita maka kewajiban kita adalah membayar zakat dan menginfaqkan kepada fakir miskin maupun bagi keperluan jalan agama.</p>
<p style="text-align:justify;">
Umar bin Khattab pernah berpesan dalam khutbahnya, ”Buatlah perhitungan atas dirimu sebelum engkau diperhitungkan (dihisab) oleh Allah.”</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:right;">bersambung . . .</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lilmessenger.wordpress.com/156/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lilmessenger.wordpress.com/156/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lilmessenger.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lilmessenger.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lilmessenger.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lilmessenger.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lilmessenger.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lilmessenger.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lilmessenger.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lilmessenger.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lilmessenger.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lilmessenger.wordpress.com/156/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lilmessenger.wordpress.com&blog=2824010&post=156&subd=lilmessenger&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lilmessenger.wordpress.com/2008/08/28/mencintai-lima-perkara-dan-lupa-akan-lima-perkara-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/adda1059b4846ad48ea45485c110cb36?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Barcode012</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>RDK = Ramadhan di Kampung</title>
		<link>http://lilmessenger.wordpress.com/2008/08/23/rdk-ramadhan-di-kampung/</link>
		<comments>http://lilmessenger.wordpress.com/2008/08/23/rdk-ramadhan-di-kampung/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Aug 2008 10:10:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lilmessenger</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cukup Satu Macem]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lilmessenger.wordpress.com/?p=154</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum Warohmatullah
Tak terasa Ramadhan sudah hampir tiba. Sampai ketika saya menulis cerita ini, kalender sudah menunjukkan tanggal 21 Syaban 1429 hijri atau 8 hari menuju tanggal 1 Ramadhan. Banyak orang-orang berdoa pada penghujung Ramadhan tahun lalu &#8211; &#8220;Ya Allah pertemukan hamba dengan Ramadhan tahun depan !!&#8221; &#8211; namun tak sedikit pula doa yang belum dikabulkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lilmessenger.wordpress.com&blog=2824010&post=154&subd=lilmessenger&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Assalamualaikum Warohmatullah</p>
<p style="text-align:justify;">Tak terasa Ramadhan sudah hampir tiba. Sampai ketika saya menulis cerita ini, kalender sudah menunjukkan tanggal 21 Syaban 1429 hijri atau 8 hari menuju tanggal 1 Ramadhan. Banyak orang-orang berdoa pada penghujung Ramadhan tahun lalu &#8211; &#8220;Ya Allah pertemukan hamba dengan Ramadhan tahun depan !!&#8221; &#8211; namun tak sedikit pula doa yang belum dikabulkan oleh Allah. Mereka terlebih dulu menemui ajal sebelum bersentuhan dengan bulan suci yang penuh ampunan itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Ramadhan seakan bulan yang sedikit banyak telah menyisakan berjuta kenangan bagi kita semua. sejak dari timangan sang ibu kita melihat begitu semaraknya bulan Ramadhan. Mungkin dulu kita belum berpuasa, tapi tak jarang juga kita latah ikut-ikutan membangunkan orang yang ingin berpuasa. Mungkin kita dulu tak ikut berpuasa, tapi kita latah ikut-ikutan saur dan berbuka dengan sanak saudara.</p>
<p style="text-align:justify;">Ibu kita menyiapkan hidangan sangat istimewa bagi anggota keluarga yang sedang berpuasa. Jangankan yang sedang puasa, kita saja yang tidak berpuasa juga tergoda melihatnya. Tak jarang pula kita menyantap hidangn itu duluan sebelum yang berpuasa berbuka, parahnya lagi kita makan di depan orang yang sedang berpuasa.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-154"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Pengalaman itu seakan melekat pada benak kita. Dulu ketika kecil sekitar usia 3 &#8211; 5 tahun, bulan puasa identik dengan es cendol, kurma, es cincau, es kopyor, agar-agar, jelly, yang jelas semua hal yang bisa menyegarkan tenggorokan kita kembali. Karena begitu lengkapnya makanan di depan meja, sampai-sampai berbuka menjadi ajang balas dendam dari rasa lapar yang menjerat perut kita selama 12 jam, dan diperparah lagi tak jarang perut kita terasa berat untuk diangkat ketika menjalankan sholat teraweh.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada satu kejadian menarik ketika kita dulu memasuki bulan Ramadhan. Saat kita masih kecil, di kampung-kampung kita sering terdengar bacaan Tilawah ba&#8217;da ashar menjelang berbuka puasa. Tak jarang juga tilawah tersebut diisi oleh anak-anak pondok, TPQ, anak-anak kampung dan sebangsanya. Anehnya ada peningkatan drastis dari frekuensi tilawah mereka antara di luar dan di dalam bulan Romadhon. Ketika di luar Romadhon rata-rata khatam Alqur&#8217;an mereka adalah 0 kali dalam satu bulan, sedangkan ketika masuk bulan Ramadhan, semangat mereka berlipat ganda hingga mencapai frekuensi khatam 3,4, sampai 5 dalam satu bulan. Kenyataan yang mengherankan. Bahkan antara surau satu dengan yang lainnya berlomba-lomba memperbanyak khatam Al Qur&#8217;an dan saya ingat kelompok khataman saya dulu pernah berbuat curang yaitu dengan memulai start tilawah dari pertengahan Qur&#8217;an bukan dari awal. Tidak ada ada hadiah memang untuk ajang itu, akan tetapi semangat yang ghoib tiba-tiba saja datang begitu menginjak tanggak 1 Ramadhan. Anak-anak yang dulunya tidak pernah menginjak lantai masjid, tiba-tiba rutin sholat maghrib di masjid. Dan fenomena ini terjadi hanya ketika maghrib. Mungkin daya tarik takjil gratis di masjid yang begitu kuat.</p>
<p style="text-align:justify;">Sedikit maju kedepan yaitu usia 5 &#8211; 8 tahun, kita mencoba untuk menipu orang-orang di sekitar kita. Dalam hal ini adalah orang tua kita. Ketika selesai sholat teraweh atau setelah saur kita dengan fasih membaca niat puasa &#8220;Niat saya berpuasa Romadhon . . . . . . dst&#8221;. Tak lama ketika matahari telah muncul, perut kita secara spontan langsung merasa lapar. Banyak diantara kita yang mencari persembunyian untuk makan diam-diam, dan kembali berpuasa ketika muncul di permukaan. Dan ketika ayah atau ibu kita bertanya ketika bedug maghrib tiba &#8211; &#8220;Adek . . . apa pean puasanya penuh ??&#8221; &#8211; kita menjawab -&#8221;oh . . . jangan salah !!!. . . penuh yah/bu &#8221; &#8211; dan selanjutnya kita ikut berbuka bersama mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika sedikit dewasa usia 8 &#8211; 15 tahun, mungkin dari kita sudah mulai terasa malu melakukan hal-hal demikian. Mulailah keseriusan kita tata untuk betul betul berpuasa satu hari penuh tanpa kecurangan sedikit pun. Mungkin saudari-saudari kita membantu tugas ibu di dapur menjelang bebrbuka atau saur tiba, dan yang ikhwan membantu kakak, ayah dan adeknya menunggu kumandang adzan di depan TV sembari melihat berita atau sinetron Ramadhan. Namun bagaimana pun itu paling tidak kita mulai belajar berpuasa saat itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Sedikit menginjak usia remaja 15 &#8211; 17, kita merasa malu jika tidak berpuasa. Teman-teman di sekolah dengan cemoohan yang pedas untuk orang-orang yang tidak berpuasa sedikit mendorong kita untuk istiqomah dalam puasa. Apalagi jika kita ketahui pacar atau idola kita menjalankan puasa sementara kita tidak, lalu dia bertanya kepada kita &#8211; &#8220;Kamu puasa kan ??&#8221; &#8211; dengan muka memerah kita menjawab &#8211; &#8220;Emmm . . . Alhamdulillah  . . .&#8221;. Dan teman kita yang mengetahui kita tidak berpuasa bertanya kepada kita &#8211; &#8220;Kenapa kamu bohong tadi di depan si dia ??&#8221; &#8211; dan kita menjawab &#8211; &#8220;Aku ndak bohong, aku kan cuman bilang alhamdulillah . . . bukan bilang aq puasa . . . iya kan ?? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> &#8221; &#8211; salah satu dari seribu satu alasan jika kita dipergoki ternyata tidak berpuasa. Lalu keesokan harinya muncullah tekat bahwasanya kita harus berpuasa. Tekat yang muncul karena pengaruh sihir maut si do&#8217;i, dan bukan niat karena Allah. Tapi tak apalah, toh itu semua kan bagian dari kenangan manis ketika Ramadhan tiba.</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu sampailah pada usia kita sekarang. Usia dimana seharusnya kita muncul sebagai pemuda, sebagai dewasa, dan sebagai pemimpin terhadap diri kita sendiri. Usia yang mengajarkan bahwa Ramadhan bukanlah sekedar es cendol, agar-agar, lumpya, kurma ataupun semangat dari idola kita. Akan tetapi Ramadhan adalah mesin cuci raksasa yang mencuci habis dosa kita di masa yang lalu hingga kita terlihat fitrah seperti bayi yang baru dilahirkan. Ramadhan adalah bulan ampunan, bulan rahmat dan bulan tempat Allah membebaskan kita dari jeratan api neraka. Nabi kita SAW pernah berdo&#8217;a kepada Allah yang isinya bahwa barangsiapa keluar dari bulan ramadhan dosanya tak terampuni maka dia akan bertempat tinggal di neraka, dan seketika itu pun malaikat Jibril meng-amini doa tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Mudah-mudahan di usia kita yang sekarang, bukan hanya manisnya hidangan ramadhan saja yang kita rasakan, bukan hanya manisnya kenangan saja yang kita dapatkan, namun manisnya iman yang terlukis oleh pena-pena ibadah juga bisa kita raih. Dan kita bisa menceritakan kepada anak cucu kita kelak bahwa ada 3 hal yang membuatmu ingat akan manisnya bulan Ramadhan. Pertama adalah manisnya hidangan Ramadhan, kedua menisnya kenangan di bulan Ramadhan, dan yang paling utama adalah manisnya beribadah di bulan Ramadhan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sedikit gambaran masa lalu kita ketika Ramadhan tadi semoga memberikan potret bagi kita bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang tidak layak untuk dilupakan dan pantas untuk dirindukan. Semoga Ramadhan kita kali ini benar-benar bermanfaat bagi kita, dan janganlah sesekali kita lewatkan dengan sia-sia karena boleh jadi kita tidak akan bertemu dengan Ramadhan di taun mendatang.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lilmessenger.wordpress.com/154/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lilmessenger.wordpress.com/154/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lilmessenger.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lilmessenger.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lilmessenger.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lilmessenger.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lilmessenger.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lilmessenger.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lilmessenger.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lilmessenger.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lilmessenger.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lilmessenger.wordpress.com/154/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lilmessenger.wordpress.com&blog=2824010&post=154&subd=lilmessenger&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lilmessenger.wordpress.com/2008/08/23/rdk-ramadhan-di-kampung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/adda1059b4846ad48ea45485c110cb36?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Barcode012</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Muslim Albania Selamatkan 2000 Yahudi dari Holocaust</title>
		<link>http://lilmessenger.wordpress.com/2008/08/23/muslim-albania-selamatkan-2000-yahudi-dari-holocaust/</link>
		<comments>http://lilmessenger.wordpress.com/2008/08/23/muslim-albania-selamatkan-2000-yahudi-dari-holocaust/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Aug 2008 08:58:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lilmessenger</dc:creator>
				<category><![CDATA[AlIslam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lilmessenger.wordpress.com/?p=147</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum warohmatullah
Bismillahirrohmanirrohim. . .
Pada Tahun-tahun terakhir ini citra Islam di percaturan dunia tampak semakin buruk. Pernyataan-pernyataan miring tentang keterorisan umat Islam terus saja didengungkan negara-negara barat tanpa mengenal kata berhenti. Barat mencoba membeberkan bukti-bukti kebrutalan umat Islam sehingga agama Islam pun dianggap sebagai mesin besar pencipta teroris dengan akidah dan kepercayaan mereka sebagai amunisi.
Mungkin banyak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lilmessenger.wordpress.com&blog=2824010&post=147&subd=lilmessenger&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Assalamualaikum warohmatullah</p>
<p style="text-align:justify;">Bismillahirrohmanirrohim. . .</p>
<p style="text-align:justify;">Pada Tahun-tahun terakhir ini citra Islam di percaturan dunia tampak semakin buruk. Pernyataan-pernyataan miring tentang keterorisan umat Islam terus saja didengungkan negara-negara barat tanpa mengenal kata berhenti. Barat mencoba membeberkan bukti-bukti kebrutalan umat Islam sehingga agama Islam pun dianggap sebagai mesin besar pencipta teroris dengan akidah dan kepercayaan mereka sebagai amunisi.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin banyak dari kita yang telah mengetahui peristiwa holocoust di mana umat yahudi dikejar-kejar dan dibantai oleh rezim Nazi, dan pernyataan miring dilontarkan oleh orang-orang yahudi bahwa penduduk muslim albania menyerahkan para mereka kepada rezim Nazi untuk dibantai.</p>
<p style="text-align:justify;">Benarkah itu terjadi ?? Benarkah penganut Islam yang Rahmatan Lil Alamin melakukan tindakan memalukan seperti itu ?? Gressman, Seorang Yahudi Amerika memiliki pendapat yang berolak belakang dengan tuduhan umat Yahudi pada Umumnya kepada penduduk muslim Albania. Dalam sebuah artikel beliau menjelaskan bahwa kejadian itu tidaklah benar. Dalam foto-foto yang dia kumpulkan, banyak penganut yahudi yang tercengang kaget, &#8220;Mana mungkin orang-orang Islam menyelamatkan orang-orang yahudi dalam peristiwa Holocoust ??&#8221;. Tapi memang itulah yang terjadi. Banyak penduduk Yahudi yang berlindung di rumah-rumah orang muslim Albania menghindari kejaran dan pembantaian yang dilakukan oleh tentara Nazi Jerman. Bahkan tuan rumah mengubah nama-nama tamunya yang beragama yahudi menjadi nama-nama Muslim Albania agar lolos dari kejaran tentara Nazi. Mereka menerima orang-orang yahudi tersebut seperti layaknya saudara mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Berikut ini adalah artikel yang menjelaskan tentang mulianya akhlaq penduduk muslim Albania sekaligus membantah pernyataan miring negara-negara barat bahwa Islam adalah sumber terror.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-147"></span></p>
<blockquote><p>&#8220;Orang Islam menyelamatkan orang-orang Yahudi? Bagaimana mungkin?&#8221; Pertanyaan itu dilontarkan banyak orang pada Norman Gershman, saat mereka melihat foto-foto dan mendengar cerita Gershman tentang Muslim yang menyelematkan banyak orang-orang Yahudi saat tragedi Holocaust.</p>
<p>Gershman, lima tahun belakangan ini terlibat dalam proyek BESA, proyek untuk memberikan penghormatan terhadap keberanian warga Muslim Albania dan menyelamatkan ribuan orang Yahudi baik yang tinggal di Albania maupun yang menjadi pengungsi pada Perang Dunia II.</p>
<p>&#8220;BESA adalah tradisi masyarakat Albania sejak ribuan yang lalu. BESA falsafahnya adalah, ketika ada orang yang mengetuk pintu rumah Anda untuk minta bantuan, maka Anda punya kewajiban untuk menolongnya, tak peduli siapa orang itu, &#8221; jelas Gershman.</p>
<p>Ia memulai proyek BESA berawal dari New York, ketika sedang mencari foto-foto orang-orang non-Yahudi yang telah membantu para Yahudi dari kejaran tentara NAZI pada masa Holocaust. Ia tercengang ketika menemukan nama-nama Muslim di antara nama-nama non-Yahudi itu. Apalagi ketika diberitahu bahwa mereka adalah Muslim Albania.</p>
<p>Rasa ingin tahu membawanya ke museum holocaust Yad Vashem yang dibangun Israel di Yerusalem. Di musium itu, ia lebih banyak lagi menemukan nama-nama Muslim Albania. Setelah itu, ia melanjutkan perjalanannya ke pelosok Albania dan Kosovo. &#8220;Di sana saya bertemu dengan mereka yang kini sudah berusia 60 tahunan bahkan lebih tua dari itu, yang ketika Holocaust terjadi mereka masih usia anak-anak, dan merekalah yang menyelamatkan Yahudi-Yahudi itu, &#8221; ujar Gershman.</p>
<p>Ia menghabiskan waktu lebih dari empat tahun untuk mengumpulkan foto-foto hitam putih dan kisah-kisah tentang Muslim Albania yang menyelamatkan orang-orang Yahudi dari Holocaust. Gershman kemudian menggelar pameran pertamanya di Yad Vashem bulan November lalu, kemudian pameran di markas besar PBB di New York, sebelum memutuskan untuk pameran ke seluruh dunia.</p>
<p>Selain foto-foto, Gershman juga membuat buku-buku berisi profil Muslim Albania dan Kosovo yang menyelamatkan orang-orang Yahudi dan sedang membuat film dokumentarnya, yang diharapkan sudah bisa dirilis pada tahun 2009. &#8220;Saya bahagia dan bangga bisa menunjukkan kisah ini pada dunia, &#8221; tukas Gershman.</p>
<p>Gershman membantah pernyataan yang mengatakan bahwa Muslim Albania telah menyerahkan orang-orang Yahudi pada NAZI, karena yang terjadi adalah sebaliknya. Muslim Albania justeru memberikan perlindungan pada orang-orang Yahudi. Ini terlihat dari jumlah orang-orang Yahudi di Albania yang meningkat lebih dari sepuluh kali lipat dibandingkan sebelum masa Perang Dunia II.</p>
<p>&#8220;Albania adalah satu-satunya wilayah pendudukan NAZI yang memberikan perlindungan pada orang-orang Yahudi. Kedatangan orang-orang Yahudi dianggap sebagai tamu, diberi nama Muslim dan tinggal bersama keluarga-keluarga Muslim, &#8221; tutur Gershman.</p>
<p>Dari cerita-cerita yang disampaikan Muslim Albania, Gershman menemukan alasan mengapa warga Muslim Albania menyelamatkan orang-orang Yahudi, yaitu tradisi BESA yang merupakan manifestasi dari ajaran Islam bahwa seorang Muslim harus menepati janjinya dan melindungi yang lemah.</p>
<p>&#8220;Saya ingat, sebagian dari mereka bilang &#8216;tidak ada BESA tanpa Qur&#8217;an. Mereka menyelamatkan orang-orang Yahudi atas nama agama yang mereka anut. Mereka sama sekali tidak menyimpan prasangka buruk, &#8221; ungkap Gershman.</p>
<p>Ia melanjutkan, &#8220;Saya pernah bertanya pada mereka &#8216;mengapa Anda melakukan ini semua?&#8217; Apa yang diajarkan Qur&#8217;an sehingga Anda melakukan ini?&#8217;. Mereka cuma tersenyum dan sebagian mereka menjawab &#8216;kami menyelamatkan hidup orang lain supaya bisa masuk surga&#8217;.&#8221;</p>
<p><strong>I</strong><strong>slam Tidak Seperti Gambaran Dunia Barat</strong></p>
<p>Gershman meyakini keberanian Muslim Albania dalam melindungi dan menyelamatkan orang-orang Yahudi dari ancaman Holocaust adalah sebuah tindakan yang luar biasa. &#8220;Ini merupakan sejarah yang penting, di mana ratusan ribu Yahudi telah diselematkan oleh Muslim Albania, &#8221; katanya.</p>
<p>Apa yang dilakukan Muslim Albania menunjukkan bahwa mereka adalah orang-orang yang memiliki toleransi keagamaan yang tinggi. Sebuah fakta yang bertolak belakang dengan maraknya stereotipe terhadap umat Islam yang dilakukan Barat.</p>
<p>Terkait hal ini, Gershman menyampaikan pesan pada dunia Barat bahwa banyak sekali orang-orang yang berhati mulia di dunia ini, dan banyak di antara mereka adalah Muslim. &#8220;Kalau Anda melihat foto-foto dan membaca kisah-kisahnya, tidak diragukan lagi bahwa mereka (Muslim Albania) adalah orang-orang yang berhati mulia, &#8221; imbuh Gershman.</p>
<p>&#8220;Jika ada yang melihat foto-foto saya, khususnya di negara-negara Barat dan mengatakan bahwa mereka adalah militan dan pendukung kekerasan, saya menolak pernyataan itu, &#8221; tegas Gershman, seorang Yahudi Amerika yang kini sedang belajar sufisme.</p>
<p>&#8220;Islam tidak seperti yang ada dalam pikiran orang-orang Barat. Buat saya, Islam adalah puisi, ilmu pengetahuan, agama yang sempurna. Islam ada keindahan, &#8221; tandas Gershman. (ln/iol)</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Demikian bahwa Islam mengajarkan kemanusiaan, persaudaraan, tolong-menolong serta kasih sayang. Telah banyak bukti yang membuktikan bahwa Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin. bagaimana pun gencarnya tuduhan dunia barat bahwa Islam adalah agama teroris dan pemeluknya adalah para pembunuh berdarah dingin pencipta teror adalah fitnah yang keji. Tak ada satu pun peristiwa besar dunia yang pernah dikotori oleh tangan orang-orang mukmin karena mameng tangan seorang mukmin adalah tangan-tangan suci yang akan menciptakan perdamaian dan bukan permusuhan.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika kita coba menoleh kebelakang, beberapa abad lalu tentara salib merebut kota Yerusalem dengan menumpahkan darah hingga tak ada satu pun jalan di kota itu kecuali telah digenangi oleh darah. Namun sekitar enam tahun berikutnya, kota itu pun berhasil direbut kembali, namun bukan dengan peperangan, tetapi dengan perjanjian damai yang diajukan oleh penguasa kota saat itu karena sadar posisi pasukannya telah terdesak. Di dalamnya tidak ada yang dianiaya, dibunuh, atau bahkan dimutilasi. Gereja-gereja dan sinagog-sinagog masih berdiri kokoh bahkan Sultan Salahuddin Al Ayyubi penguasa saat itu memberikan izin khusus bagi umat Nasrani yang akan berziarah ke makam suci. Dan keberadaannya pun dilindungi.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidakkah dunia sadar akan itu ?? Mereka melupakan begitu saja kemurahan hati pemimpin-pemimpin Islam.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi apakah Islam adalah agama teroris ?? dan apakah para pemeluknya adalah para pelaku teror ??</p>
<p style="text-align:justify;">Hanya orang dungulah yang akan menjawab &#8220;IYA&#8221;.</p>
<blockquote><p><em>Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan)  mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun  orang-orang yang kafir tidak menyukai.</em> <em><strong>(Q.S. At Taubah 32)</strong></em></p></blockquote>
<p>Ref:</p>
<p><a href="http://www.eramuslim.com/berita/int/8815115958-muslim-albania-selamatkan-2000-yahudi.htm">http://www.eramuslim.com/berita/int/8815115958-muslim-albania-selamatkan-2000-yahudi.htm</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lilmessenger.wordpress.com/147/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lilmessenger.wordpress.com/147/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lilmessenger.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lilmessenger.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lilmessenger.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lilmessenger.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lilmessenger.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lilmessenger.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lilmessenger.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lilmessenger.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lilmessenger.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lilmessenger.wordpress.com/147/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lilmessenger.wordpress.com&blog=2824010&post=147&subd=lilmessenger&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lilmessenger.wordpress.com/2008/08/23/muslim-albania-selamatkan-2000-yahudi-dari-holocaust/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/adda1059b4846ad48ea45485c110cb36?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Barcode012</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tunjukkan Penghambaanmu dengan Sungguh-sungguh</title>
		<link>http://lilmessenger.wordpress.com/2008/08/21/tunjukkan-penghambaanmu-dengan-sungguh-sungguh/</link>
		<comments>http://lilmessenger.wordpress.com/2008/08/21/tunjukkan-penghambaanmu-dengan-sungguh-sungguh/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Aug 2008 09:39:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lilmessenger</dc:creator>
				<category><![CDATA[AlIslam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lilmessenger.wordpress.com/?p=149</guid>
		<description><![CDATA[
“Jika kamu menghendaki datangnya karunia Allah, maka tunjukkanlah penghambaanmu di waktu membutuhkan dan kekurangan yang menimpa kepadamu. Sesungguhnya sedekah-sedekah itu hanyalah diberikan kepada orang-orang yang fakir.”

Barangsiapa yang dapat mengenali dirinya, maka ia akan dapat mengenali Tuhannnya. Kekuasaan dan kekayaan Tuhan yang tak terbatas hanya bsia didapat oleh orang-orang yang merasakan kemiskinan diri (kehinaan) dan penyadaran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lilmessenger.wordpress.com&blog=2824010&post=149&subd=lilmessenger&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>“Jika kamu menghendaki datangnya karunia Allah, maka tunjukkanlah penghambaanmu di waktu membutuhkan dan kekurangan yang menimpa kepadamu. Sesungguhnya sedekah-sedekah itu hanyalah diberikan kepada orang-orang yang fakir.”</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Barangsiapa yang dapat mengenali dirinya, maka ia akan dapat mengenali Tuhannnya. Kekuasaan dan kekayaan Tuhan yang tak terbatas hanya bsia didapat oleh orang-orang yang merasakan kemiskinan diri (kehinaan) dan penyadaran total kepada rejeki dan rahmatNya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam sebuah hadist, berasal dari Hubaib diterangkan bahwa Rosulullah SAW pernah bertutur demikian :</p>
<p style="text-align:justify;">Jaman dahulu tersebutlah seorang raja yang mempunyai seorang tukang (ahli) sihir. Ketika tukang sihir itu sudah tua, ia berkata kepada sang raja,</p>
<p style="text-align:justify;">”Wahai Paduka Raja, kini usiaku sudah tua. Umurku sudah mendekati kematian. Kirimkan kepadaku seorang pemuda, nanti akan kuajari ilmu sihirku, sehingga ia dapat mewarisinya !” kata si tukang sihir.</p>
<p style="text-align:justify;">Raja kemudian menulis surat kepada pemuda di perbatasan. Pemuda itu ternyata mau menerima tawaran untuk berguru ilmu sihir ke istana.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadilah sang pemuda berangkat menuju istana. Namun di tengah perjalanan, ia bertemu seorang pendeta. Ia tertarik dan duduk mendengarkan ajaran-ajarannya. Karena asyik mendengarkan ajaran dari pendeta, akhirnya ia terlambat sampai di tempat tukang sihir. Si tukang sihir – gurunya itu – marah dan pemuda itu pun dipukul.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-149"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Keesokan harinya, pemuda itu menceritakan nasibnya ketika datang terlambat. Pendeta berkata, ”Jika engkau nanti kembali terlambat dan takut dipukul Tukang Sihr, maka katakanlah bahwa engkau masih disuruh ibumu. Jika engkau terlambat pulang ke rumah, maka katakan kepada ibumu bahwa engkau masih ditahan oleh Tukang Sihir !” demikian pendeta menasehati pemuda itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Di tengah perjalanan ia terhenti. Pemuda itu melihat banyak orang yang tidak berani meneruskan perjalanan. Setelah diketahui ternyata ada binatang buas dan besar menghadang jalan. Binatang itulah yang menyebabkan terhentinya orang-orang di sana.</p>
<p style="text-align:justify;">”Saat ini aku ingin mengetahui, mana ajaran yang bermanfaat, apakah dari tukang sihir atau dari pendeta ,” pikirnya dalam hati.</p>
<p style="text-align:justify;">Sambil mengambil batu dan melemparnya, ia berkata dalam hati, ”Ya Tuhan, jika ajaran pendeta lebih Engkau sukai daripada ajaran tukang sihir, maka bunuhlah binatang buas itu agar orang-orang dapat meneruskan perjalanan !”</p>
<p style="text-align:justify;">Pada suatu kesempatan, pemuda itu menemui pendeta dan menceritakan pengalamannya.</p>
<p style="text-align:justify;">”Wahai anak muda, sesungguhnya engkau lebih hebat daripada aku. Pesanku, jika engkau menemui bencana (ujian) maka jangan engkau sebut-sebut namaku!” pinta sang pendeta.</p>
<p style="text-align:justify;">Selang beberapa waktu kemudian pemuda itu mendapat rahmat dari Allah berupa karomah (keistimewaan) yang tidak dimiliki oleh kebanyakan orang. Ia dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit, seperti buta, penyakit kulit, tuli, dan sebagainya.</p>
<p style="text-align:justify;">Alkisah, salah seorang sahabat Raja sedang sakit buta. Orang itu telah berusaha ke mana-mana demi kesembuhannya. Namun tetap saja tak ada yang memberikan perubahan untuk penyakitnya. Sahabat Raja itu mendengar bahwa seorang pemuda mempunyai kemampuan menyembuhkan penyakit. Datanglah ia menemui pemuda yang dimaksudkan.</p>
<p style="text-align:justify;">”Jika engkau dapat menyembuhkan penyakitku, maka aku tak berkeberatan mengumpulkan apa saja untukmu,” kata seseorang sahabat Raja itu.</p>
<p style="text-align:justify;">”Aku tidak dapat menyembuhkan, tetapi Allah jua yang menyembuhkan penyakit manusia. Jika kau percaya kepada Allah, maka aku akan berdoa, dan Allah akan menyembuhkan penyakitmu,” kata pemuda itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Orang itu segera percaya dan beriman kepada Allah. Pemuda tersebut kemudian berdoa meminta kesembuhan. Wal hasil penyakit buta seketika sembuh.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada kesempatan lain orang tersebut datang ke majelis kerajaan. Raja dan para pejabat istana heran melihat kedatangan orang tersebut. Sebelumnya mereka melihat orang itu buta, namun sekarang sudah bisa melihat seperti orang sehat.</p>
<p style="text-align:justify;">”O, matamu sekarang sudah bisa melihat wahai sahabatku. Dukun manakah yang begitu sakti dan menyembuhkan penyakitmu itu ?” tanya sang Raja penasaran.</p>
<p style="text-align:justify;">Orang itu menjawab, ”Yang menyembuhkan adalah Tuhanku.”</p>
<p style="text-align:justify;">Mendengar jawaban sahabatnya itu, sang Raja menjadi terperanjat sebab tak ada tuhan di negeri itu yang haru disembah dan dipatuhi kecuali tuhan Raja. Mengapa sahabatnya berkata demikian ?</p>
<p style="text-align:justify;">”Apakah engkau percaya kepada tuhan selain aku ?” tanya sang Raja berusaha untuk mengetahui jawaban dari sahabatnya itu.</p>
<p style="text-align:justify;">”Aku yakin ada Tuhan. Dia adalah Tuhanku dan Tuhanmu”</p>
<p style="text-align:justify;">Sang Raja yang merasa dirinya sebagai tuhan, menjadi tersinggung mendengar jawaban seperti itu. Meskpun jawaban tersebut keluar dari mulut seorang sahabatnya. Orang tadi kemudian disiksa agar mau kembali kepada menyembah kepadanya. Namun orang tersebut tetap pada pendiriannya dan tetap pada keimanannya kepada Allah sebagai Tuhan Yang Maha Esa.</p>
<p style="text-align:justify;">”Siapakah yang mengajarimu demikian !” bentak algojo. Sahabat raja yang malang itu merasa tak kuat menahan siksa dan takut untuk dihukum pancung, maka akhirnya ia mengaku bahwa seorang pemuda yang mengajarinya beriman.</p>
<p style="text-align:justify;">Sang Pemuda dipanggil ke hadapan Raja.</p>
<p style="text-align:justify;">”Hai anak muda, sihirmu telah melampaui batas sehingga dapat menyembuhkan orang buta dan belang. Kau memang hebat,” kata sang Raja.</p>
<p style="text-align:justify;">Pemuda itu tersenyum seraya berkata , ”Sesungguhnya aku tidak memiliki ilmu sihir dan tidak mampu menyembuhkan penyakit yang diderita manusia. Tetapi hanya Allah yang menyembuhkan mereka. ”</p>
<p style="text-align:justify;">”Siapakah Allah ?”</p>
<p style="text-align:justify;">”Allah adalah Tuhanku dan Tuhan paduka juga,” jawab pemuda itu tanpa rasa takut.</p>
<p style="text-align:justify;">Sang raja menjadi naik pitam. Pemuda itu diinterogasi dengan cara disiksa. Akhirnya dia mengaku bahwa yang menjadikan dirinya beriman adalah seorang pendeta.</p>
<p style="text-align:justify;">Pendeta yang dimaksudkan kemudian dipanggil ke istana dan dipaksa untuk meninggalkan agamanya. Namun lelaki itu tetap teguh pendiriannya. Ia tak mau kafir dan menolak untuk menyembah raja sebagai tuhan.</p>
<p style="text-align:justify;">Raja semakin jengkel. Pendeta itu diikat kedua tangan dan kakinya, lalu ditelentangkan di atas batu datar. Raja memerintahkan algojo untuk membawakan gergaji besar.selanjutnya tubuh pendeta dibelah dengan gergaji menjadi dua bagian. Si pemuda dan lelaki sahabat raja tersebut menyaksikan dengan cemas.</p>
<p style="text-align:justify;">Giliran kedua adalah sahabat raja yang baru sembuh dari sakit buta. Ia pun dipaksa untuk meninggalkan keyakinannya dan kembali menyembah raja sebagai tuhan. Namun ia tetap teguh pendiriannya. Akhirnya, nasib sahabat raja itu sama seperti pendeta tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Giliran berikutnya adalah sang pemuda. Raja dan algojo memberi kesempatan agar pemuda itu meninggalkan agamanya dan berbalik menyembah raja sebagai tuhan. Namun pemuda itu tetap beriskukuh untuk mempertahankan keimanannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan muka merah padam, sang Raja berdiri sambil berkata kepada pengawal, ”Hai Pengawal, ikat kedua tangannya dan seret ke atas bukit. Berilah kesempatan sekali lagi. Jika ia mau menyembahku sebagai tuhan, maka lepaskan. Namun jika jika ia berskeras dan berkepala batu, maka lemparkan dia dari atas bukit agar tubuhnya hancur ke dalam jurang!”</p>
<p style="text-align:justify;">Pemuda beriman itu di bawa ke atas bukit. Sekarang hanya ada dua pilihan, menolak atau menurut pengawal. Namun hatinya bersikukuh tetap memegang teguh keimanannya. Diam-diam ia berdoa , ”Allahumma aqfiinihim bimaasyi’ta – Ya Allah, hindarkanlah aku dari bahaya mereka ini dari kehendakMu !”</p>
<p style="text-align:justify;">Mendadak bukit menjadi berguncang. Terjadi gempa yang dahsyat. Para pengawal dan algojo terlempar ke jurang. Hanya pemuda itu yang selamat.</p>
<p style="text-align:justify;">Pemuda kembali menghadap raja. Sang raja heran karena pemuda masih masih tampak segar bugar.</p>
<p style="text-align:justify;">”Kamanakah pengawal dan Algojoku ? mengapa tidak kembali bersamamu ?” tanya sang raja.</p>
<p style="text-align:justify;">”Mereka telah terlempar ke jurang. Allah melindungiku dari ancaman pengawal dan algojo,” jawab pemuda.</p>
<p style="text-align:justify;">Raja semakin naik pitam. Ia memerintahkan agar pemuda itu dibuang saja ke laut jika masih menolak menyembahnya. Wal hasi, sang pemuda dibawa ke tengah laut. Dalam keadaaan kesulitan seperti itu, ia berdoa ”Allahumma aqfiinihim bimasyi’ta – Ya Allah, hindarkanlah aku dari bahaya mereka ini dari kehendakMu !”</p>
<p style="text-align:justify;">Seketika itu perahu yang mereka tumpangi terbalik. Namun pemuda tersebut diselamatkan oleh Allah. Ia kembali lagi menghadap raja.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan sangat heran, raja bertanya, ”kemanakah tentara dan algojoku ?”</p>
<p style="text-align:justify;">”Mereka semua mati. Hanya aku yang diselamatkan Allah,” jawabnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Raja tampak bingung sekali, karena merasa berkali-kali hendak menghabisi pemuda itu namun selalu gagal.</p>
<p style="text-align:justify;">Kata pemuda, ”Wahai raja, engkau tidak akan dapat membunuhku kecuali jika kau menuruti perintahku.”</p>
<p style="text-align:justify;">”Apa perintahmu ?”</p>
<p style="text-align:justify;">”Kalau kau menghendaki kematianku, maka kumpulkanlah seluruh rakyat di tanah lapang. Gantunglah diriku. Kemudian engkau siapkan anak panah yang sudah berada di busurnya. Selanjutnya bacalah Bismillahirobbil ghulaam – dengan nama Allah, Tuhannya anak muda. Pasti engkau berhasil membunuhku.”</p>
<p style="text-align:justify;">Raja kemudian memerintahkan algojo untuk mempersiapkan proses hukuman mati. Sementara para pengawal lainnya memberi pengumuman kepada rakyat di negeri itu agar berbondong-bondong datang menyaksikan hukuman mati tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada saat yang ditentukan, semuanya sudah siap.  Pemuda itu diikat di tiang salib. Sementara itu raja telah siap dengan panahnya yang segera melesat menembus dada pemuda itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Raja lalu membaca bismillahirrobbil ghulaam – dengan nama Allah, Tuhannya anak muda. Anak panah melesat dan menancap di tubuh pemuda. Maka tewaslah pemuda itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Orang-orang yang menyaksikan serentak meninggalkan tempat itu sambil berkata, ”Amannaa bi robbil ghulaam – kami percaya kepada Tuhannya anak muda.”</p>
<p style="text-align:justify;">Pada saat bersamaan, semua orang beriman kepada Allah dan meninggalkan keimanannya kepada raja.</p>
<p style="text-align:justify;">”Wahai Raja, apa yang kau khawatirkan kini terjadi. Seluruh rakyat beriman kepada Tuhan Allah, dan berpaling darimu,” Kata salah seorang penasihat raja.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun raja semakin marah. Diperintahkan para tentara untuk membuat parit dan diisi dengan bara api. Orang-orang dipaksa untuk kembali kepada agamanya semula dan meninggalkan keimanannya kepada Allah. Jika tidak patuh, mereka dimasukkan ke dalam parit yang apinya membara dan dibakar hidup-hidup. Wal hasil, banyak diantara mereka yang mati dengan cara mengenaskan.</p>
<p style="text-align:justify;">Itulah ujian berupa kesulitan yang dialami oleh orang-orang beriman kepada Allah. Sesungguhnya ujian semacam itu laksana permadani yang disulam dari berbagai macam karunia Allah. Karena itu, barangsiapa yang ingin mendapatkan karunia Nya, maka ia harus duduk di atasnya dengan sabar dan tawakkal.</p>
<p style="text-align:justify;">Perlu juga engkau ketahui bahwa ujian itu tidak semata-mata berupa ’kesedihan atau kesulitan’. Namun adakalanya ujian itu berupa ’kesenangan hidup’, misalnya kekayaan yang melimpah, jabatan yang menjulang tinggi, dan kehormatan yang hebat. ”Dan Kami akan uji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan dan kepada Kami jua kalian kembali.” QS. Al Anbiya’ 35.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam hadist qudsi diterangkan bahwa Allah berfirman, ”Wahai Musa, tidak aku dorong fakir miskin (meminta perlindungan) kepada orang-orang kaya, karena gudang-gudangKu sedah penuh bagi mereka, rahmatKu sudah tidak meliputi mereka. Akan tetapi telah Aku tetapkan sebagian harta yang ada pada orang-orang kaya untuk menghidupi fakir miskin. Aku ingin menguji orang-orang kaya bagaimana kegesitannya dalam melaksanakan hak fakir miskin yang ada pada mereka.”</p>
<p style="text-align:justify;">”Wahai Musa, apabila mereka telah melaksanakan itu, pasti Kusempurnakan nikmatKu kepada mereka. Dan kulipatgandakan di dalam dunia satu kebaikan menjadi sepuluh lipat kebaikan. Wahai Musa, jadilah engkau gudang kekayaan bagi fakir miskin, benteng perlindungan bagi orang lemah, hujan nikmat bagi peminta perlindungan. Pasti aku akan menjadi teman dan kawanmu yang akrab dalam kesulitan, menjadi teman penghiburmu ketika engkau sedih, dan akan menjaga serta melindungimu siang maupun malam.”</p>
<p style="text-align:justify;"><em><br />
</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Intisari Al Hikam Ibnu Athaillah &#8211; Abu Fajar Al Qalami</strong></em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lilmessenger.wordpress.com/149/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lilmessenger.wordpress.com/149/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lilmessenger.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lilmessenger.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lilmessenger.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lilmessenger.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lilmessenger.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lilmessenger.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lilmessenger.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lilmessenger.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lilmessenger.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lilmessenger.wordpress.com/149/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lilmessenger.wordpress.com&blog=2824010&post=149&subd=lilmessenger&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lilmessenger.wordpress.com/2008/08/21/tunjukkan-penghambaanmu-dengan-sungguh-sungguh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/adda1059b4846ad48ea45485c110cb36?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Barcode012</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kartun Anak Israel VS Palestina Menangkan Lomba Karikatur</title>
		<link>http://lilmessenger.wordpress.com/2008/08/05/kartun-anak-israel-vs-palestina-menangkan-lomba-karikatur/</link>
		<comments>http://lilmessenger.wordpress.com/2008/08/05/kartun-anak-israel-vs-palestina-menangkan-lomba-karikatur/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Aug 2008 06:53:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lilmessenger</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ubuddunya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lilmessenger.wordpress.com/?p=142</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

Agaknya kebencian kaum zionis yahudi terhadap Umat Islam di Palestina bisa menajdi topik menarik untuk diperbincangkan. Kebencian itu tidak hanya melanda para politisi dan pejabat tinggi negara saja, tapi seluruh lapisan masyarakat hingga anak-anak israel pun mewarisi kebencian tersebut.
Konflik bangsa dan agama yang berkepanjangan ini menjadi tema menarik dalam perlombaan kartun terbaik yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lilmessenger.wordpress.com&blog=2824010&post=142&subd=lilmessenger&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh</p>
<p><a href="http://lilmessenger.files.wordpress.com/2008/08/twxwgjnbw7.jpg"><img class="size-full wp-image-143 alignright" src="http://lilmessenger.files.wordpress.com/2008/08/twxwgjnbw7.jpg?w=250&#038;h=205" alt="" width="250" height="205" /></a></p>
<p>Agaknya kebencian kaum zionis yahudi terhadap Umat Islam di Palestina bisa menajdi topik menarik untuk diperbincangkan. Kebencian itu tidak hanya melanda para politisi dan pejabat tinggi negara saja, tapi seluruh lapisan masyarakat hingga anak-anak israel pun mewarisi kebencian tersebut.</p>
<p>Konflik bangsa dan agama yang berkepanjangan ini menjadi tema menarik dalam perlombaan kartun terbaik yang diadakan oleh lembaga karikatur Amerika pada bulan ini. Gambar kartun yang mengangkat tema tentang perseteruan anak-anak israel dan palestina telah memenangkan lomba tersebut.</p>
<p><span id="more-142"></span></p>
<p>Seperti dikutip dari situs factjo.com, Senin (4/8/2008), kartun itu emudian diberikan judul seperti judul Film Jet Lee yang terkenal yaitu &#8220;Once Upon A Time in China&#8221; yang kemudian diplesetkan menjadi &#8220;Once Upon A Time in Rafah&#8221;. Rafah adalah nama salah satu kota di Palestina yang kini sedang mengalami ketegangan antara Palestina dan Israel.</p>
<p>Dengan bahasa yang ironis dan sedikit menyindir, kartun tersebut mencoba menggambarkan bahwa kaum zionis israel telah menurunkan kebencian-kebencian terhadap bangsa Arab pelestina hingga ke anak-anak. Dengan begitu kaum zionis israel telah menurunkan bibit-bibit permusuhan kepada anak-anak mereka.</p>
<p>Pada gambar kartun tersebut terdapat percakapan anatara seoranng bocah yang membawa bendera israel menunjuk seorang anak yang membawa bendera palestina yang sudah lusuh dan compang-camping.</p>
<p>Dari kedua anak tersebut terjadi dialog yang telah diterjemahkan sebagai berikut :</p>
<p>Anak Israel: &#8220;Ayah saya berkata kepada ku jika kalian orang Arab adalah teroris paling kejam!</p>
<p>Anak Palestina: Ayah saya tidak mengatakan apa-apa. Karena dia telah tewas dibunuh bangsa kalian!</p>
<p>Ref :</p>
<p><a href="http://international.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/08/04/18/133711/kartun-anak-israel-vs-palestina-menangkan-lomba-karikatur">http://international.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/08/04/18/133711/kartun-anak-israel-vs-palestina-menangkan-lomba-karikatur</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lilmessenger.wordpress.com/142/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lilmessenger.wordpress.com/142/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lilmessenger.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lilmessenger.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lilmessenger.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lilmessenger.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lilmessenger.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lilmessenger.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lilmessenger.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lilmessenger.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lilmessenger.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lilmessenger.wordpress.com/142/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lilmessenger.wordpress.com&blog=2824010&post=142&subd=lilmessenger&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lilmessenger.wordpress.com/2008/08/05/kartun-anak-israel-vs-palestina-menangkan-lomba-karikatur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/adda1059b4846ad48ea45485c110cb36?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Barcode012</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lilmessenger.files.wordpress.com/2008/08/twxwgjnbw7.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Apakah Hukumnya Musik Menurut Islam?</title>
		<link>http://lilmessenger.wordpress.com/2008/07/29/apakah-hukumnya-musik-menurut-islam/</link>
		<comments>http://lilmessenger.wordpress.com/2008/07/29/apakah-hukumnya-musik-menurut-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2008 04:39:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lilmessenger</dc:creator>
				<category><![CDATA[AlIslam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lilmessenger.wordpress.com/?p=139</guid>
		<description><![CDATA[oleh : Ust. H. Ahmad Sarwat, Lc.
Assalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wabarakatuh, 
Nyanyian dan musik sepanjang zaman selalu menjadi wilayah khilaf di antara para ulama. Dan lebih detail, ada bagiannya yang disepakati keharamannya, namun ada juga yang diperselishkan.
Bagian yang disepakati keharamannya adalah nyanyian yang berisi syair-syair kotor, jorok dan cabul. Sebagaimana perkataan lain, secara umum yang kotor [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lilmessenger.wordpress.com&blog=2824010&post=139&subd=lilmessenger&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">oleh : Ust. H. Ahmad Sarwat, Lc.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Assalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wabarakatuh, </em></p>
<p style="text-align:justify;">Nyanyian dan musik sepanjang zaman selalu menjadi wilayah khilaf di antara para ulama. Dan lebih detail, ada bagiannya yang disepakati keharamannya, namun ada juga yang diperselishkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagian yang disepakati keharamannya adalah nyanyian yang berisi syair-syair kotor, jorok dan cabul. Sebagaimana perkataan lain, secara umum yang kotor dan jorok diharamkan dalam Islam. Terutama ketika musik itu diiringi dengan kemungkaran, seperti sambil minum khamar dan judi. Atau jika dikhawatirkan menimbulkan fitnah seperti menyebabkan timbul cinta birahi pada wanita. Atau jika menyebabkan lalai dan meninggalkan kewajiban, seperti meninggalkan shalat atau menunda-nundanya dan lain-lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun apabila sebuah nyanyian dan musik tidak seperti itu, barulah kemudian para ulama berbeda pendapat. Ada yang masih tetap mengharamkannya namun ada juga yang menghalalkannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Penyebab perbedaan pendapat itu cukup beragam, namun berkisar para dua hal.</p>
<p style="text-align:justify;">Pertama, dalilnya kuat namun istidlalnya lemah. Kedua, dalilnya lemah meski istidlalnya kuat.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-139"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Contoh 1</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kita ambil contoh penyebab perbedaan dari sisi dalil yang kuat sanadnya namun lemah istidlalnya. Yaitu ayat Al-Quran al-Kariem. Kitatahu bahwa Al-Quran itu kuat sanadnya karena semua ayatnya mutawatir. Namun belum tentu yang kuat sanadnya, kuat juga istidlalnya. Kita ambil ayat berikut ini:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>Dan di antara manusia orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan</em>.(QS. Luqman: 5)</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Oleh kalangan yang mengharamkan musik, ayat ini sering dijadikan bahan dasar untuk istidlal mereka. Mereka menafsirkan bahwa <em>lahwal hadits</em> (perkataan yang tidak berguna) adalah nyanyian, lagu dan musik.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya tidak ada masalah dengan ayat ini, karena secara eksplisit tidak mengandung pengharaman tentang lagu, musik atau nyanyian. Yang dilarang adalah perkataan yang tidak berguna. Bahwa ada ulama yang menafsirkannya sebagai nyanyian musik, tentu tidak boleh memaksakan pandangannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita bisa membaca pandangan Ibnu Hazm tentang ayat di atas. Beliau mengatakan bahwa yang diancam di ayat ini adalah orang kafir. Dan hal itu dikarenakan orang-orang kafir itu menjadi agama Allah sebagai ejekan. Meski seseorangmembeli mushaf lalu menjadikannya ejekan, maka dia pun kafir. Itulah yang disebutkan oleh Allah SWT dalam ayat ini. Jadi Allah SWT tidak mencela orang yang membeli alat musik apabila bukan untuk menjadikannya sebagai penyesat manusia.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Contoh 2: Hadits Nabawi</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam salah satu hadits yang shahih ada disebutkan tentang hal-hal yang dianggap sebagai dalil pengharaman nyanyian dan musik.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>Sungguh akan ada di antara umatku, kaum yang menghalalkan zina, sutera, khamr dan alat-alat yang melalaikan`. </em>(HR Bukhari)</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Karena hadits ini terdapat di dalam shahih Bukhari, maka dari sisi keshahihan sudah tidak ada masalah. Sanadnya shahih meski ada juga sebagian ulama hadits yang masih meragukanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun dari segi <em>istidlal</em>, teks hadits ini masih bersifat umum, tidak menunjuk alat-alat tertentu dengan namanya secara spesifik dan eksplisit. Di titik inilah sesungguhnya terjadi selisih pendapat para ulama. Dalil yang bersifat umum masih mungkin dipersoalkan apabila langsung dijadikan landasan untuk mengharamkan sesuatu.</p>
<p style="text-align:justify;">Batasan yang ada dan disepakati adalah bila alat itu bersifat melalaikan. Namun apakah bentuknya alat musik atau bukan, maka para ulama berbeda pendapat.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Contoh 3: Hadits Nabawi</strong></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>Dari Nafi bahwa Ibnu Umar mendengar suara seruling gembala, maka ia menutupi telingannya dengan dua jarinya dan mengalihkan kendaraannya dari jalan tersebut. Ia berkata:`Wahai Nafi` apakah engkau dengar?`. Saya menjawab:`Ya`. Kemudian melanjutkan berjalanannya sampai saya berkata:`Tidak`. Kemudian Ibnu Umar mengangkat tangannya, dan mengalihkan kendaraannya ke jalan lain dan berkata: Saya melihat Rasulullah saw. mendengar seruling gembala kemudian melakukan seperti ini. (HR Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majah).</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Hadits ini sudah agak jelas dari segi <em>istidlalnya</em>, yaitu Rasulullah menutup telinganya saat mendengar suara seruling gembala. Namun dari segi kekuatan sanadnya, para ulama hadits mengatakan bahwa hadits ini termasuk hadits mungkar. Dan hadits mungkar kedudukannya lebih parah dari sekedar hadits dhaif.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan memang banyak sekali dalil pengharaman musik yang derajat haditsnya bermasalah. Dan wajar bila Abu Bakar Ibnul Al-Arabi mengatakan, &#8220;Tidak ada satu pun dalil yang shahih untuk mengharamkan nyanyian.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Dan Ibnu Hazm juga senada. Beliau mengatakan, &#8220;Semua riwayat hadits tentang haramnya nyanyian adalah batil.&#8221;</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>Dari Umar bin Hushain, bahwa Rasulullah saw. berkata tentang umat ini:` Gerhana, gempa dan fitnah. Berkata seseorang dari kaum muslimin:`Wahai Rasulullah kapan itu terjadi?` Rasul menjawab:` Jika biduanita, musik dan minuman keras dominan` (HR At-Tirmidzi).</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sebagian Shahabat Menghalalkan Musik</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dari banyak riwayat kita mendapatkan keterangan bahwa di antara para shahabat nabi SAW, tidak sedikit yang menghalakan lagu dan nyanyian.</p>
<p style="text-align:justify;">Misalnya Abdullah bin Ja`far, Abdullah bin Zubair, Al-Mughirah bin Syu`bah, Usamah bin Zaid, Umran bin Hushain, Muawiyah bin Abi Sufyan, Atha bin Abi Ribah, Abu Bakar Al-Khallal.</p>
<p style="text-align:justify;">Imam Asy-Syaukani dalam kitabnya, Nailul Authar menuliskan bahwa para ulama Madinahmemberikan kemudahan pada nyanyian walaupun dengan gitar dan biola`.</p>
<p style="text-align:justify;">Juga diriwayatkan oleh Abu Manshur Al-Bagdadi As-Syafi`i dalam kitabnya bahwa Abdullah bin Ja`far menganggap bahwa nyanyi tidak apa-apa, bahkan membolehkan budak-budak wanita untuk menyanyi dan beliau sendiri mendengarkan alunan suaranya. Dan hal itu terjadi di masa khilafah Amirul Mukminin Ali ra. Begitu juga Abu Manshur meriwayatkan hal serupa pada Qodhi Syuraikh, Said bin Al-Musayyib, Atho bin abi Ribah, Az-Zuhri dan Asy-Sya`bi.</p>
<p style="text-align:justify;">Imam Al-Haramain dalam kitabnya, An-Nihayah dan Ibnu Abi Ad-Dunya yang menukil dari Al-Itsbaat Al-Muarikhiin; bahwa Abdullah bin Zubair memiliki budak-budak wanita dan gitar.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan Ibnu Umar pernah kerumahnya ternyata di sampingnya ada gitar, Ibnu Umar berkata:` Apa ini wahai sahabat Rasulullah saw. kemudian Ibnu Zubair mengambilkan untuknya, Ibnu Umar merenungi kemudian berkata, &#8220;Ini mizan Syami(alat musik) dari Syam?&amp;quot.Ibnu Zubair menjawab, &#8220;Dengan ini akal seseorang bisa seimbang.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Dan diriwayatkan dari Ar-Rawayani dari Al-Qofaal bahwa madzhab Malik bin Anas membolehkan nyanyian dengan alat musik.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan jika diteliti dengan cermat, maka ulama muta`akhirin yang mengharamkan alat musik karena mereka mengambil sikap wara`(hati-hati). Mereka melihat kerusakan yang timbul di masanya. Sedangkan ulama salaf dari kalangan sahabat dan tabi`in menghalalkan alat musik karena mereka melihat memang tidak ada dalil baik dari Al-Qur`an maupun hadits yang jelas mengharamkannya. Sehingga dikembalikan pada hukum asalnya yaitu mubah.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu bagi umat Islam yang mendengarkan nyanyian dan musik harus memperhatikan faktor-faktor berikut:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1. Lirik Lagu yang Dilantunkan.<br />
</strong><br />
Hukum yang berkaitan dengan lirik ini adalah seperti hukum yang diberikan pada setiap ucapan dan ungkapan lainnya. Artinya, bila muatannya baik menurut syara`, maka hukumnya dibolehkan. Dan bila muatanya buruk menurut syara`, maka dilarang.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2. Alat Musik yang Digunakan.<br />
</strong><br />
Sebagaimana telah diungkapkan di muka bahwa, hukum dasar yang berlaku dalam Islam adalah bahwa segala sesuatu pada dasarnya dibolehkan kecuali ada larangan yang jelas. Dengan ketentuan ini, maka alat-alat musik yang digunakan untuk mengiringi lirik nyanyian yang baik pada dasarnya dibolehkan. Sedangkan alat musik yang disepakati bolehnya oleh jumhur ulama adalah ad-dhuf (alat musik yang dipukul). Adapun alat musik yang diharamkan untuk mendengarkannya, para ulama berbeda pendapat satu sama lain. Satu hal yang disepakati ialah semua alat itu diharamkan jika melalaikan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>3. Cara Penampilan.<br />
</strong><br />
Harus dijaga cara penampilannya tetap terjaga dari hal-hal yang dilarang syara` seperti pengeksposan cinta birahi, seks, pornografi dan ikhtilath.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>4. Akibat yang Ditimbulkan.<br />
</strong><br />
Walaupun sesuatu itu mubah, namun bila diduga kuat mengakibatkan hal-hal yang diharamkan seperti melalaikan shalat, munculnya ulah penonton yang tidak Islami sebagi respon langsung dan sejenisnya, maka sesuatu tersebut menjadi terlarang pula. Sesuai dengan kaidah Saddu Adz dzaroi` (menutup pintu kemaksiatan).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>5. Aspek Tasyabuh atau Keserupaan Dengan Orang Kafir.<br />
</strong><br />
Perangkat khusus, cara penyajian dan model khusus yang telah menjadi ciri kelompok pemusik tertentu yang jelas-jelas menyimpang dari garis Islam, harus dihindari agar tidak terperangkap dalam tasyabbuh dengan suatu kaum yang tidak dibenarkan. Rasulullah saw. bersabda:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>Siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk mereka. (HR Abu Dawud)</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>6. Orang yang menyanyikan.<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Haram bagi kaum muslimin yang sengaja mendengarkan nyanyian dari wanita yang bukan muhrimnya. Sebagaimana firman Allah SWT.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik. (QS Al-Ahzaab 32)</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Demikian kesimpulan tentang hukum nyanyian dan musik dalam Islam semoga bermanfaat bagi kaum muslimin dan menjadi panduan dalam kehidupan mereka.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Wallahu a&#8217;lam bishshawab, wassalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wabarakatuh, </em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ahmad Sarwat, Lc</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sumber : <a href="http://www.eramuslim.com/ustadz/dll/45dd0ceb.htm">http://www.eramuslim.com/ustadz/dll/45dd0ceb.htm</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lilmessenger.wordpress.com/139/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lilmessenger.wordpress.com/139/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lilmessenger.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lilmessenger.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lilmessenger.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lilmessenger.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lilmessenger.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lilmessenger.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lilmessenger.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lilmessenger.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lilmessenger.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lilmessenger.wordpress.com/139/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lilmessenger.wordpress.com&blog=2824010&post=139&subd=lilmessenger&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lilmessenger.wordpress.com/2008/07/29/apakah-hukumnya-musik-menurut-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/adda1059b4846ad48ea45485c110cb36?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Barcode012</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Prosesi Sholat Dalam Isro&#8217; Mi&#8217;raj</title>
		<link>http://lilmessenger.wordpress.com/2008/07/28/prosesi-sholat-dalam-isro-miraj/</link>
		<comments>http://lilmessenger.wordpress.com/2008/07/28/prosesi-sholat-dalam-isro-miraj/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jul 2008 03:47:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lilmessenger</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ubuddunya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lilmessenger.wordpress.com/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum warohmatullah wabarokatuh
Bismillahirrohmanirrohim
Sebentar lagi kita sebagai umat Islam akan memperingati event akbar dalam sejarah Nabiyullah Muhammad SAW. Di mana event ini merupakan event turunnya perintah amalan yang paling utama dan yang pertama dihisab ketika yaumul qiyamah.
Namun ada beberapa fakta menarik dalam peristiwa ini. Sejarah yang fenomenal ini ternyata menyimpan hikmah yang begitu mendalam jika kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lilmessenger.wordpress.com&blog=2824010&post=135&subd=lilmessenger&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Assalamualaikum warohmatullah wabarokatuh</p>
<p style="text-align:justify;">Bismillahirrohmanirrohim</p>
<p style="text-align:justify;">Sebentar lagi kita sebagai umat Islam akan memperingati event akbar dalam sejarah Nabiyullah Muhammad SAW. Di mana event ini merupakan event turunnya perintah amalan yang paling utama dan yang pertama dihisab ketika yaumul qiyamah.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun ada beberapa fakta menarik dalam peristiwa ini. Sejarah yang fenomenal ini ternyata menyimpan hikmah yang begitu mendalam jika kita sebagai umat Islam mencoba untuk mengkajinya. Berdasarkan artikel yang saya baca, terdapat pelajaran bagaimana agar kita bisa sholat dengan khusyuk dari peristiwa tersebut. Artikel ini datang dari saudari kita Dahlia Putri. Mari coba kita simak bersama-sama artikel tersebut :</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-135"></span></p>
<blockquote><p>Meskipun, perintah shalat tidak diinformasikan secara eksplisit dalam firman-firman Allah yang terkait dengan peristiwa tersebut, tetapi perjalanan Isra&#8217; Mi&#8217;raj itu sendiri memberikan pelajaran tentang cara mencapai shalat yang khusyu&#8217;.</p>
<p>Dengan kata lain, jika anda ingin shalat yang khusyu&#8217; tirulah proses yang terjadi pada Rasulullah saw saat mengalami Isra&#8217; Mi&#8217;raj. Apa sajakah yang terjadi pada Rasulullah saw yang terkait dengan kekhusyu&#8217;an shalat? Di antaranya adalah beberapa hal berikut ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>.: Dicabutnya 3 Ta :.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sebagaimana kita ketahui bahwa menjelang peristiwa yang sangat fenomenal itu Rasulullah saw mengalami tahun yang sangat memprihatinkan. Dalam tahun-tahun itu Rasulullah saw mendapatkan tekanan batin yang sangat berat.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang pertama, umat Islam pada waktu itu mendapatkan tekanan dari kaum Quraisy secara ekonomi. Perdagangan dipersulit, hubungan dan komunikasi dengan pihak-pihak lain sangat dibatasi, bahkan untuk mencari kebutuhan sehari-hari pun mereka sangat kesulitan. Dalam kondisi seperti itu, Rasulullah saw tentu sangatlah prihatin. Itulah masa-masa terberat dalam perjuangan beliau menegakkan ajaran Islam yang dibawanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang kedua, beliau ditinggal wafat istri yang sangat dicintainya. Siti Khadijah adalah istri yang setia mendampingi suami dalam kondisi suka maupun duka. Bahkan sejak beliau belum menjadi Rasul sampai beliau diberi tugas untuk menyampaikan risalah dan mengalami tekanan-tekanan yang semakin besar dari kaumnya. Siti Khadijah selalu memberikan dukungan, baik yang bersifat material maupun moral.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan yang ketiga, keprihatinan Nabi semakin besar tatkala Allah juga memanggil wafat paman beliau, Abu Thalib. Dialah paman Nabi yang selalu membela keselamatan Nabi terhadap tekanan dan serangan serangan kaum Ouraisy Beliau adalah benteng yang selalu siap mengamankan Nabi dalam situasi apa pun. Maka, kaum Quraisy merasa segan karenanya. Nah, orang yang demikian dekat dengan beliau itu pun meninggal.</p>
<p style="text-align:justify;">Bahkan yang sangat memprihatinkan Rasulullah saw, Abu Thalib meninggal tidak dalam keadaan muslim. Beliau meninggal dalam keadaan &#8216;diperebutkan&#8217; antara kaum Quraisy yang menjadi teman-teman Abu Thalib dalam kemusyrikan dengan Nabi yang ingin mengislamkan beliau.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka, ketika pamannya belum sempat membaca syahadat sampai di akhir sakaratul mautnya, dan malaikat lzrail lebih dulu mencabut jiwanya, menangislah Nabi dalam kesedihan. Beliau sangat terpukul, karena orang yang sangat dekat dan menjadi pembela beliau temyata tidak mati dalam keadaan muslim.</p>
<p style="text-align:justify;">Sungguh bertumpuk tumpuk kesedihan Rasulullah saw. Tekanan kehidupan ekonomi sedemikian beratnya, ditambah kematian istri dan pamannya yang sangat dicintainya, membuat Nabi sering termenung mengevaluasi perjalanan hidup dan perjuangannya menegakkan agama Allah.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada saat seperti itulah Allah mengutus malaikat Jibril untuk menemui Rasulullah saw dan mengajaknya melakukan perjalanan Isra&#8217; Mi&#8217;raj yang sangat bersejarah itu. Nah, tiga hal itulah yang ingin saya sampaikan kepada pembaca, bahwa di dalamnya terkandung pelajaran yang sangat berharga.</p>
<p style="text-align:justify;">Secara menyeluruh ketiga peristiwa itu menggambarkan dicabutNya 3 Ta dari kehidupan Rasulullah saw, menjelang keberangakatan lsra&#8217;Mi&#8217;raj. Yaitu, harTa, tahTa dan waniTa. Tekanan ekonomi yang dilakukan oleh kaum Quraisy terhadap umat Islam mengambarkan tentang hilangnya pegangan terhadap harta benda Duniawi. Meninggalnya paman Nabi, Abu Thalib menggambarkan hilangnya perlindungan dan rasa aman secara manusiawi. Dalam hal ini adalah dicabutnya kekuasaan yang melingkari Rasulullah saw. Sedangkan meninggalnya Siti Khadijah sang istri tercinta, adalah sebuah gambaran tentang dicabutnya peranan seorang wanita dalam kehidupan beliau.<br />
Kenapakah Allah mencabut ketiga hal itu dari Rasulullah saw? Ini berkait dengan kekhusyukan yang akan diajarkan Allah kepada Rasulullah saw dalam perjalanan beliau, menghadap Sang Maha Agung.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan dicabutnya ketiga hal itu, seakan-akan Allah ingin mengajarkan, jika kita ingin menghadap kepada Allah dengan khusyuk, maka singkirkanlah jauh-jauh ketiga hal itu dari benak dan kehidupan kita. Setidak-tidaknya untuk sesaat.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan kondisi seperti itu, Rasulullah saw seperti tidak memiliki apa-apa lagi dalam kehidupannya kecuali Allah Sang Maha Pengasih. Tidak ada lagi kebergantungan kepada harta benda. Tidak ada lagi rasa aman yang digantungkan kepada manusia. Dan tidak ada lagi rasa kecintaan yang bersifat duniawi, meskipun kepada orang-orang yang sangat dicintai.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang ada di hadapan beliau hanya Allah Azza Wajalla. DIAlah yang memiliki segala kesenangan harta Duniawi. DIA juga yang memiliki Kekuasaan dan Keperkasaan, serta bisa memberikan rasa aman. Dan DlA juga yang memberikan rasa kedamaian dalam Kasih Sayang yang sejati dan abadi. Maka cukuplah Allah sebagai Tuhan yang memberikan segala-galanya. Sungguh, Rasulullah saw mencapai tingkatan kepasrahan yang luar biasa pada waktu itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, dalam kondisi demikian, Rasulullah saw diajak Jibril untuk menghadap kepada Allah, Tuhan Yang Maha Agung. Tentu kita bisa membayangkan betapa khusyuknya beliau saat itu. Inilah pelajaran yang bisa kita ambil dari persiapan Rasulullah saw ketika akan menghadap kepada Allah.</p>
<p style="text-align:justify;">Kondisi kejiwaan seperti inilah yang mesti kita tiru ketika mau menjalankan shalat. Jika mau khusyuk, kita harus bisa menghilangkan 3 Ta dari benak kita menjelang ibadah shalat kita. Buanglah jauh-jauh beban beban pikiran yang berkaitan dengan pekerjaan dan mencari nafkah.</p>
<p style="text-align:justify;">Toh, itu hanya dihilangkan untuk sementara waktu. Paling-paling hanya untuk sekitar 15 menit saja. Janganlah shalat kita yang hanya beberapa menit itu masih juga diganggu oleh pikiran-pikiran yang berkait dengan pekerjaan, sehingga tidak khusyuk.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang kedua, jauhkanlah juga pikiran-pikiran yang berkait dengan kekuasaan dan jabatan. Apa yang kita peroleh dalam jabatan itu semata mata hanya milik Allah. Jabatan itu suatu ketika pasti akan lepas dari genggaman kita. Sehingga sungguh tidak pantas bagi kita untuk membangga-banggakan jabatan itu. Apalagi menyombongkannya di hadapan Allah. Kesombongan itulah gangguan utama dalam kekhusyukan shalat kita. Kesombongan ini menyebabkan kita &#8216;besar&#8217; di hadapan Allah. Padahal pada hakikatnya kita &#8217;sangatlah kecil&#8217; di hadapanNya.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang ketiga, buanglah jauh-jauh rasa kecintaan kepada Dunia. Gantilah dengan memupuk rasa kecintaan kita kepada Allah saja. Kecintaan yang diwujudkan dengan rasa keikhlasan dan ketaatan hanya kepadaNya. Itulah yang disebut sebagai berserah diri hanya kepada Allah. Dengan bahasa yang berbeda, seluruh niatan ibadah kita adalah lillaahi Ta&#8217;ala. Maka, ketika kita memulai shalat dengan sikap hati yang demikian, Insya Allah pintu kekhusyukan sedang menanti di depan kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Kekhusyukan adalah suatu kondisi kejiwaan dimana kita hanya ingat kepada Allah saja. Karena shalat kita itu memang memiliki 2 tujuan utama, yaitu mengingat Allah dan berdo&#8217;a, memohon pertolongan atas segala permasalahan yang sedang kita hadapi. Hal tersebut difirmankan Allah dalam ayat berikut ini.</p>
<p style="text-align:justify;">QS. Thahaa (20):14<br />
&#8220;Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. &#8220;</p>
<p style="text-align:justify;">QS. Al Baqarah (2): 45<br />
&#8220;Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Demikian pulalah kondisi kejiwaan Rasulullah saw saat melakukan Isra&#8217; Mi&#8217;raj. Seluruh jiwa raganya hanya tertumpah kepada Eksistensi dan Kebesaran Allah semata. Beliau berdzikir kepadaNya dan memohon pertolongan atas segala permasalahan dalam perjuangan yang sedang beliau hadapi. Tak ada lagi dzat yang bisa menolong beliau dari berbagai kesulitan, dan mampu menentramkan hati beliau, kecuali Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Mudah-mudahan artikel tadi mampu menolong kita dalam usaha menjaga kekhusyukkan sholat yang tegakkan. Dan salah satu tanda orang yang dirindu surga adalah orang yang senantiasa berusaha menjaga kekhusyukan dalam sholatnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Wallaua&#8217;lamu bishshowab</p>
<p style="text-align:justify;">Jazakallahu khoiran katsir</p>
<p style="text-align:justify;">Wassalamualaikum warohmatullah wabarokatuh.</p>
<p style="text-align:justify;">Referensi :</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.mail-archive.com/mencintai-islam@yahoogroups.com/msg01172.html">http://www.mail-archive.com/mencintai-islam@yahoogroups.com/msg01172.html</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lilmessenger.wordpress.com/135/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lilmessenger.wordpress.com/135/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lilmessenger.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lilmessenger.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lilmessenger.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lilmessenger.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lilmessenger.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lilmessenger.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lilmessenger.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lilmessenger.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lilmessenger.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lilmessenger.wordpress.com/135/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lilmessenger.wordpress.com&blog=2824010&post=135&subd=lilmessenger&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lilmessenger.wordpress.com/2008/07/28/prosesi-sholat-dalam-isro-miraj/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/adda1059b4846ad48ea45485c110cb36?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Barcode012</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DUNIA INI HANYALAH PERUMPAMAAN AKHIRAT</title>
		<link>http://lilmessenger.wordpress.com/2008/07/27/dunia-ini-hanyalah-perumpamaan-akhirat/</link>
		<comments>http://lilmessenger.wordpress.com/2008/07/27/dunia-ini-hanyalah-perumpamaan-akhirat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Jul 2008 13:58:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lilmessenger</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Akhir Zaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lilmessenger.wordpress.com/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum warohmatullah wabarokatuh
Bismillahirrohmanirrohim
&#8220;Sesungguhnya Allah telah menjadikan negeri akhirat itu sebagai tempat pembalasan hamba-hambaNya yang beriman. Karena sesungguhnya dunia ini tidak memuat apa yang Allah menghendaki untuk membalas mereka. Karena pemberianNya terlalu tinggi bila dibalas di dunia yang fana ini&#8221;
Wahai saudaraku, pernahkah kita berdoa kepada Allah, dengan segala sesuatu yang kita ingini dalam hati. Terkadang kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lilmessenger.wordpress.com&blog=2824010&post=119&subd=lilmessenger&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Assalamualaikum warohmatullah wabarokatuh</p>
<p style="text-align:justify;">Bismillahirrohmanirrohim</p>
<blockquote><p><em>&#8220;Sesungguhnya Allah telah menjadikan negeri akhirat itu sebagai tempat pembalasan hamba-hambaNya yang beriman. Karena sesungguhnya dunia ini tidak memuat apa yang Allah menghendaki untuk membalas mereka. Karena pemberianNya terlalu tinggi bila dibalas di dunia yang fana ini&#8221;</em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Wahai saudaraku, pernahkah kita berdoa kepada Allah, dengan segala sesuatu yang kita ingini dalam hati. Terkadang kita menginginkan doa tersebut disegerakan untuk dikabulkan. Namun kita lupa bahwa Allah lebih mengetahui apa yang sesungguhnya terbaik untuk kita. Bukankah akan lebih mulia jika doa kita tadi dikabulkan oleh Allah diakhirat ??. Ketahuilah, bahwa Allah tidak akan menetapkan segala sesuatu bagi hambaNya kecuali dengan kebaikan bagi kita, dan Allah lebih mengetahui sedangkan kita tidak mengetahui. Dan Firman Allah dalam surat Al Baqoroh ayat 216 yang isinya “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”</p>
<p style="text-align:justify;">Wahai saudaraku, dunia ini memiliki dua sisi yang bertolak belakang yaitu sisi yang menyenangkan dan sisi yang menyedihkan. Sesuatu yang menyenangkan adalah ketika kita mendapatkan kenikmatan, segala keinginan tercapai, jalan-jalan di taman yang kita lalui menjadi indah bagaikan menjadi raja dalam sekejap. Sedangkan kesedihan adalah sesuatu yang tidak menyenangkan, membuat pikiran gelisah, rasa bersalah, terhimpit kekurangan pangan, terancam kenyamanan dan keamanan diri, melihat sesuatu yang tidak disukai dan sebagainya. Namun sebesar apa pun nikmat yang diberikan Allah kepada kita, nikmat itu tidak akan pernah terasa jikalau hati kita tidak diliputi rasa syukur kepada Sang Maha Pemberi Rahmat. Bukan karena sedikitnya nikmat yang kita peroleh, akan tetapi lantaran begitu besarnya nikmat itu sehingga tak ada satu pun dari apa yang kita usahakan yang terlepas darinya. Ibarat seekor kutu di atas punggung seekor gajah.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-119"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Tidak sedikit orang yang dikaruniakan kekayaan, kesehatan, kelapangan riski yang merasa sempit hati lantaran dengki melihat tetangganya mendapatkan nikmat. Ada pula yang orang-orang sengaja mendramatisasi kehidupannya sehingga hidupnya tampak sangat menderita, padahal semua yang ditangisinya hanyalah tak lebih dari fantasi yang tidak pernah terjadi. Ketahuilah bahwa Allah tidak pernah mendzolimi hambanya, tetapi merekalah yang mendzolimi diri mereka sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada sebuah cerita seorang ibu yang mempunyai dua orang anak. Anak pertama mencari riski dengan menyewakan payung kepada pejalan kaki ketika hujan. Sedangkan anak yang kedua mencari riski dengan menjual es ketika panas terik matahari menyengat. Dua anak ini adalah tulang punggung keluarga bagi sang ibu. Namun sepanjang tahun sang ibu terlihat murung. Kesedihan selalu meliputinya seakan tanpa henti. Seseorang bertanya kepada ibu tadi perihal kesedihannya. Sang ibu menjawab, “Pada saat hujan, aku sedih lantaran dagangan es anak keduaku tidak laku sedangkan ketika panas terik akupun sedih lantaran usaha anak pertamaku menyewakan payung tidak laku.lalu dari mana kami bisa mencukupi kebutuhan keluarga”. Alangkah arif jika sang ibu tadi bersyukur ketika hujan lantaran payung yang disewakan anak pertamanya laku, dan bersyukur ketika panas lantaran es yang dijual anak keduanya laku. Tidak akan ada kesedihan, yang ada hanyalah rasa syukur terhadap pemberian Allah SWT. Dan Allah berjanji akan menambahkan nikmat yang diberikanNya.</p>
<p><a href="http://lilmessenger.files.wordpress.com/2008/07/ibrahim-7.jpg"><img src="http://lilmessenger.files.wordpress.com/2008/07/ibrahim-7.jpg" alt="" /></a></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em> Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; &#8220;Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih&#8221;. (Q.S. Ibrahim : 7)</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Saudaraku ketahuilah, kenyataan di dunia yang kita lihat dan rasakan itu merupakan sebagian kecil perumpamaan keadaan di negeri akhirat kelak. Jauh bandingannya dengan keadaan di sana. Jika kita silau terhadap keindahan-keindahan dunia, ketahuilah kelak keindahan dunia ini akan sirna dari ingatan kita ketika kita masuk ke dalam negeri akhirat. Seindah-indah wajah dunia, tak akan dapat menyamai keindahan surga di negeri akhirat. Dunia yang fana ini serba terbatas. Dunia hanyalah tempat singgah. Ibarat kita dalam perjalanan yang sangat jauh, singgah di bawah pohon satu atau dua jam hanya sekedar untuk minum dan melepaskan lelah.</p>
<p><a href="http://lilmessenger.files.wordpress.com/2008/07/mukminun-114.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-121" src="http://lilmessenger.files.wordpress.com/2008/07/mukminun-114.jpg" alt="" width="382" height="46" /></a></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>Allah berfirman: &#8220;Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui. (Q.S. Al Mukminun : 114)</em></p>
</blockquote>
<p><a href="http://lilmessenger.files.wordpress.com/2008/07/an-naziyat-46.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-122" src="http://lilmessenger.files.wordpress.com/2008/07/an-naziyat-46.jpg" alt="" width="380" height="41" /></a></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari. (Q.S. An Nazi&#8217;aat : 46)</em></p>
</blockquote>
<p><a href="http://lilmessenger.files.wordpress.com/2008/07/al-anam-32.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-123" src="http://lilmessenger.files.wordpress.com/2008/07/al-anam-32.jpg" alt="" width="497" height="101" /></a></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya? (Q.S. Al An&#8217;am : 32)</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Lalu, apakah yang membuat kita kagum terhadap kehidupan dunia hingga kita lalai terhadap akhirat. Hanya orang yang sempit akal pikirannya saja yang mengharap balasan pahala langsung di dunia, kemudian ia berkeluh kesah dan berputus asa dalam beribadah jika yang menjadi pengharapannya ternyata tidak diberikan Allah di dunia.</p>
<p style="text-align:justify;">Saudaraku bersabarlah, jika bertubi masalah seakan menghantam dirimu. Jika Allah mengujimu dengan serentetan masalah yang seakan pelik dan berat untuk dipikul. Boleh jadi Allah akan menjadikanmu seorang yang arif dengan masalah-masalah tersebut dan boleh jadi Allah menginginkan engkau dekat kepadaNya. Seorang budak akan sangat senang jika dekat dengan tuannya, seorang hamba akan sangat senang jika menjadi kesayangan rajanya, lalu tidakkah kamu senang jika Allah mencintaimu ??. Maka berbaik sangkalah kepadaNya. Sesungguhnya Dia tidak menghendaki keburukan bagi hamba yang dicintaiNya.</p>
<p style="text-align:justify;">Adapun orang yang arif, adalah orang yang tidak pernah kecewa jika yang menjadi pengharapan dan doanya belum dikabulkan. Mereka sadar bahwa balasan Allah masih tertunda. Bahkan jika balasan itu diterima di negeri akhirat, maka akan lebih baik daripada diberikan langsung di dunia.</p>
<p style="text-align:justify;">Janji-janji Allah telah nyata bagi mereka seperti yang tertulis di dalam Al Qur’an</p>
<p><strong>.: Q.S. Muhammad : 15 :.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://lilmessenger.files.wordpress.com/2008/07/muhammad-15.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-124" src="http://lilmessenger.files.wordpress.com/2008/07/muhammad-15.jpg" alt="" width="497" height="188" /></a></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<em> (Apakah) perumpamaan (penghuni) jannah yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada beubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak beubah rasanya, sungai-sungai dari khamar yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka, sama dengan orang yang kekal dalam jahannam dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong ususnya?</em></p></blockquote>
<p><strong>.: Q.S. Al Waqiah : 20 – 26 :.</strong></p>
<p><a href="http://lilmessenger.files.wordpress.com/2008/07/waqiah-20-26.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-125" src="http://lilmessenger.files.wordpress.com/2008/07/waqiah-20-26.jpg" alt="" width="497" height="119" /></a></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginkan. Dan ada bidadari-bidadari bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik. Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan. Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa, akan tetapi mereka mendengar ucapan salam.</em></p>
</blockquote>
<p><strong>.: Q.S. Al Insan : 15 – 19 :.</strong></p>
<p><a href="http://lilmessenger.files.wordpress.com/2008/07/insan-15-19.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-126" src="http://lilmessenger.files.wordpress.com/2008/07/insan-15-19.jpg" alt="" width="497" height="247" /></a></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>Dan diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari perak dan piala-piala yang bening laksana kaca, (yaitu) kaca-kaca (yang terbuat) dari perak yang telah diukur mereka dengan sebaik-baiknya. Di dalam syurga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe. (Yang didatangkan dari) sebuah mata air surga yang dinamakan salsabil. Dan mereka dikelilingi oleh pelayan-pelayan muda yang tetap muda. Apabila kamu melihat mereka, kamu akan mengira mereka, mutiara yang bertaburan.</em></p>
</blockquote>
<p><strong>.: Q.S. Az Zukhruf : 71 :.</strong></p>
<p><a href="http://lilmessenger.files.wordpress.com/2008/07/zukhruf-71.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-127" src="http://lilmessenger.files.wordpress.com/2008/07/zukhruf-71.jpg" alt="" width="497" height="88" /></a></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya&#8221;.</em></p>
</blockquote>
<p><strong>.: Q.S. Yasin : 55 – 56 :.</strong></p>
<p><a href="http://lilmessenger.files.wordpress.com/2008/07/yasin-55-56.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-128" src="http://lilmessenger.files.wordpress.com/2008/07/yasin-55-56.jpg" alt="" width="377" height="93" /></a></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>Sesungguhnya penghuni syurga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka). Mereka dan isteri-isteri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di atas dipan-dipan.</em></p>
</blockquote>
<p><strong>.: Q.S. Al Waqiah : 35 – 37 :.</strong></p>
<p><a href="http://lilmessenger.files.wordpress.com/2008/07/waqiah-35-37.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-129" src="http://lilmessenger.files.wordpress.com/2008/07/waqiah-35-37.jpg" alt="" width="485" height="48" /></a></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan. penuh cinta lagi sebaya umurnya.</em></p>
</blockquote>
<p><strong>.: Q.S. Ash Shooffaat : 48 – 49 :.</strong></p>
<p><a href="http://lilmessenger.files.wordpress.com/2008/07/shoffat-48-49.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-130" src="http://lilmessenger.files.wordpress.com/2008/07/shoffat-48-49.jpg" alt="" width="480" height="45" /></a></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>Di sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan jelita matanya, seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan dengan baik.</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Demikian balasan Allah yang tak mungkin diberikan  di dunia. Karena dunia ini tak akan cukup menampung kesenangan dan kenikmatan itu. Semoga kita wahai saudara-saudaraku, adalah hamba-hamba yang dijanjikan Allah dengan kesenangan dan kenikmatan itu. Untuk itu janganlah kita lepas dari tali agama Allah, dan janganlah kita berputus asa dalam beribadah kepada Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa, melainkan kaum yang kafir.</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga bermanfaat bagiku dan bagimu wahai saudaraku.</p>
<p style="text-align:justify;">Allahu a’lamu bishowab. Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lilmessenger.wordpress.com/119/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lilmessenger.wordpress.com/119/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lilmessenger.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lilmessenger.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lilmessenger.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lilmessenger.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lilmessenger.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lilmessenger.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lilmessenger.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lilmessenger.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lilmessenger.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lilmessenger.wordpress.com/119/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lilmessenger.wordpress.com&blog=2824010&post=119&subd=lilmessenger&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lilmessenger.wordpress.com/2008/07/27/dunia-ini-hanyalah-perumpamaan-akhirat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/adda1059b4846ad48ea45485c110cb36?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Barcode012</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lilmessenger.files.wordpress.com/2008/07/ibrahim-7.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://lilmessenger.files.wordpress.com/2008/07/mukminun-114.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://lilmessenger.files.wordpress.com/2008/07/an-naziyat-46.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://lilmessenger.files.wordpress.com/2008/07/al-anam-32.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://lilmessenger.files.wordpress.com/2008/07/muhammad-15.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://lilmessenger.files.wordpress.com/2008/07/waqiah-20-26.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://lilmessenger.files.wordpress.com/2008/07/insan-15-19.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://lilmessenger.files.wordpress.com/2008/07/zukhruf-71.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://lilmessenger.files.wordpress.com/2008/07/yasin-55-56.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://lilmessenger.files.wordpress.com/2008/07/waqiah-35-37.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://lilmessenger.files.wordpress.com/2008/07/shoffat-48-49.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>SHOLAT SUNNAH RAWATIB DAN KEUTAMAANNYA</title>
		<link>http://lilmessenger.wordpress.com/2008/07/27/sholat-sunnah-rawatib-dan-keutamaannya/</link>
		<comments>http://lilmessenger.wordpress.com/2008/07/27/sholat-sunnah-rawatib-dan-keutamaannya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Jul 2008 04:13:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lilmessenger</dc:creator>
				<category><![CDATA[AlIslam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lilmessenger.wordpress.com/2008/07/27/sholat-sunnah-rawatib-dan-keutamaannya/</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum warohmatullah wabarokatuh.
Bismillahirrohmanirrohim
Sholat Sunnah Rowatib sepintas nampak seperti hal yang biasa menurut kita. Namun banyak dari kita yang tidak mengetahui bahwa Rosulullah tidak pernah meninggalkan sholat sunnah ini selain dalam perjalanan. Kalaupun tertinggal karena lupa, sakit atau tertidur, beliau mengqodo’nya. Dari sini dapat kita simpulkan betapa pentingnya kedudukan sholat sunnah rowatib ini disamping sholat-sholat fardlu.
Sholat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lilmessenger.wordpress.com&blog=2824010&post=116&subd=lilmessenger&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Assalamualaikum warohmatullah wabarokatuh.</p>
<p style="text-align:justify;">Bismillahirrohmanirrohim</p>
<p style="text-align:justify;">Sholat Sunnah Rowatib sepintas nampak seperti hal yang biasa menurut kita. Namun banyak dari kita yang tidak mengetahui bahwa Rosulullah tidak pernah meninggalkan sholat sunnah ini selain dalam perjalanan. Kalaupun tertinggal karena lupa, sakit atau tertidur, beliau mengqodo’nya. Dari sini dapat kita simpulkan betapa pentingnya kedudukan sholat sunnah rowatib ini disamping sholat-sholat fardlu.</p>
<p style="text-align:justify;">Sholat Sunnah Rawatib sangat dianjurkan / ditekankan untuk dilakukan. Menurut pendapat beberapa ulama, orang yang terus menerus meninggalkannya maka ketakwaannya tidak bisa dipercaya dan ia pun berdosa. Alasannya, karena terus menerus meninggalkannya menunjukkan kadar keislamannya yang sangat rendah dan ketidakpeduliannya terhadap sholat sunnah rowatib. Adapun keistimewaan sholat sunnah rowatib adalah merupakan penambal kekurangan dan kesalahan seseorang ketika melaksanakan sholat fardlu. Karena manusia tidak terlepas dari kesalahan, maka ia membutuhkan sesuatu yang dapat menutupi kesalahannya tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-116"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Berdasarkan Hadist yang diriwayatkan dari Ibnu Umar r.a bahwa</p>
<blockquote><p><em>Saya menghafal sepuluh rokaat dari Rosulullah: dua rokaat sebelum sholat zhuhur, dua rokaat setelah sholat zhuhur, dua rokaat setelah sholat maghrib di rumah beliau, dua rokaat setelah sholat isya’ di rumah beliau, dan dua rokaat sebelum subuh. Sebelum subuh ini adalah waktu di mana tidak seorang pun yang datang kepada Rosulullah SAW. Hafshah memberitahuku bahwa jika muazin mengumandangkan adzan dan fajar telah terbit, maka beliau sholat dua rokaat.</em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Berdasarkan hadist di atas dapat kita simpulkan bahwa sholat sunnah rowatib terdiri dari dua rokaat sebelum Dzuhur, dua rokaat setelah dzuhur, dua rokaat setelah maghrib, dua rokaat setelah isya’, dan dua rokaat sebelum subuh setelah terbit fajar.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam Shohih Muslim diriwayatkan dari Aisyah r.a. bahwa ia berkata</p>
<blockquote><p><em>Rosulullah sholat empat rokaat sebelum sholat dzuhur di rumahku. Kemudian beliau keluar dan sholat bersama orang-orang, lalu pulang ke rumahku dan melakukan sholat dua rokaat.</em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Berdasarkan hadist riwayat ini, beberapa ulama menyimpulkan bahwa jumlah rokaat sholat sunnah rowatib adalah 12 rokaat.</p>
<p style="text-align:justify;">Keutamaan melaksanakan sholat sunnah rowatib di rumah :</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li> Untuk menghindari riya’ (sikap pamer), ujub (membanggakan diri sendiri), dan untuk tidak memperlihatkan amal baik kepada khalayak ramai.</li>
<li> Lebih mudah untuk khusyuk dan ikhlas lantaran suasananya yang sepi (tidak banyak orang).</li>
<li> menghidupkan rumah dengan dzikir kepada Allah dan sholat seperti sabda Rosulullah,</li>
</ol>
<blockquote><p><em>Jadikanlah sebagian sholat kalian di rumah-rumah kalian, dan jangan kalian menjadikannya sebagai kuburan</em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Yang paling utama dari sholat-sholat sunnah rowatib ini adalah sholat sunnah sebelum fajar. Hal ini berdasarkan riwayat dari Aisyah r.a. bahwa ia berkata,</p>
<blockquote><p><em>tidak ada sholat sunnah yang paling dijaga oleh Rosulullah selain dua rokaat fajar.</em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Rosulullah bersabda :</p>
<blockquote><p><em>Dua rokaat sholat fajar lebih baik dari dunia dan seisinya</em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu Roslullah selalu melakukan sholat dua rokaat fajar dan sholat witir, baik ketika di rumah maupun ketika dalam perjalanan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sholat sunnah rowatib selain witir dan sholat sunnah fajar tidak disunnahkan dilakukan ketika dalam perjalanan. Hal ini didasarkan dari riwayat ketika Ibnu Umar r.a. ditanya tentang sholat rowatib Dzuhur ketika dalam perjalanan ia berkata,</p>
<blockquote><p><em>Seandainya aku melakukan sholat rowatib, tentunya aku tidak mengqoshor sholat.</em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ibnul Qayyim berkata,</p>
<blockquote><p><em>Termasuk tuntunan Rosulullah dalam perjalanan adalah mengqoshor sholat fardlu. Tidak ada riwayat dari beliau yang menunjukkan bahwa beliau melakukan sholat sunnah sebelum dan setelah sholat qoshor tersebut, kecuali sholat witir dan sholat sunnah fajar</em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Adapun dalam pelaksanaannya Rosulullah mensunnahkan untuk memendekkan sholat sunnah fajar. Berdasarkan riwayat Shohih Bukhori dan Muslim Aisyah r.a. berkata :</p>
<blockquote><p><em>Rosulullah selalu memendekkan sholat dua rokaat sebelum sholat subuh. </em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Dalam sholat subuh, pada rokaat pertama setelah membaca Al Fatihah Rosulullah melanjutkannya dengan membaca surat Al Kafirun dan pada rokaat kedua dengan Al Ikhlash. Pernah juga pada rokaat pertama Rosulullah membaca surat Al Baqoroh ayat 136 setelah membaca Al Fatihah dan Ali Imron ayat 64 pada rokaat kedua. Hal ini juga dilakukan beliau pada sholat dua rokaat setelah maghrib berdasarkan riwayat Al Baihaqqi dan Tirmidzi dari Ibnu Mas’ud r.a. yang menjelaskan tentang seringnya Roslulullah membaca surat Al Kafiruun dan Al Ikhlas pada sholat dua rokaat  setelah sholat maghrib dan sebelum sholat subuh.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika dari sholat-sholat ini ada yang terlewat, disunnahkan untuk mengqodo’nya. Demikian juga jika terlewat sholat witir, maka disunnahkan untuk mengqodo’nya di siang hari. Rosulullah mengqodho’ dua rokaat sholat sunnah fajar dan sholat subuh ketika tertidur dan belum melaksanakannya. Beliau juga pernah mengqodho’ sholat sunnah qobliyah dzuhur setelah sholat ashar. Adapun disyariatkannya mengqodho’ sholat sunnah rowatib lainnya dapat dianalogikan sholat-sholat yang disebutkan di dalam nash hadist.</p>
<p style="text-align:justify;">Rosulullah bersabda,</p>
<blockquote><p><em>Barangsiapa tertidur atau lupa dan tidak sholat witir, hendaknya melakukannya ketika ia bangun atau ketika mengingatnya.</em> (<strong>HR. Tirmidzi </strong>dan<strong> Abu Dawud</strong>).</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ketika mengqodho’ sholat witir, hendaknya juga mengqodho’ sholat sunnah sebelumnya. Hal ini didasarkan pada riwayat Aisyah r.a. yang ia berkata,</p>
<blockquote><p><em>Rosulullah jika tidak sholat malam karena tidur atau sakit, beliau sholat di siang hari dua belas rokaat.</em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Demikian tadi telah diuraikan tentang keutamaan serta segala sesuatu yang berkaitan dengan sholat sunnah rowatib. Mudah-mudah bermanfaat bagi saudara-saudariku yang mau menegakkannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Wassalamualaikum warohmatullah wabarokatuh</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Referensi :</p>
<p style="text-align:justify;">Al Fauzan, Saleh. 2005. <em>Fiqih Sehari-hari</em>. Jakarta : Gema Insani Press</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lilmessenger.wordpress.com/116/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lilmessenger.wordpress.com/116/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lilmessenger.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lilmessenger.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lilmessenger.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lilmessenger.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lilmessenger.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lilmessenger.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lilmessenger.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lilmessenger.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lilmessenger.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lilmessenger.wordpress.com/116/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lilmessenger.wordpress.com&blog=2824010&post=116&subd=lilmessenger&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lilmessenger.wordpress.com/2008/07/27/sholat-sunnah-rawatib-dan-keutamaannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/adda1059b4846ad48ea45485c110cb36?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Barcode012</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>