Analogi Kehidupan

Ketika itu kapal yang membawa nahkoda dan banyak penumpang berangkat dari sebuah pelabuhan kecil. Kapal akan menempuh perjalanan jauh menuju tempat singgah hakiki yang dinantikan setiap orang. Samudera yang luasnya jutaan mil pangkat dua pun akan dilalui. Hal ini menuntut kesabaran para penumpang untuk berada berbulan-bulan di tengah lautan lepas.

Selang beberapa hari, kapal pun berada di tengah-tengah lautan lepas. Tak ada daratan, yang tampak hanyalah warna biru dan garis pertemuan antara bumi dan langit.

Hari-hari pun berlalu. Para penumpang kapal mulai kehilangan keceriaannya di dalam kapal. Hari-hari tampak membosankan. Hanya melakukan rutinitas yang sama setiap hari. Bekal yang di makan pun juga sama. Kejenuhan nampak pada kerutan wajah setiap penumpang kapal.

Pada suatu hari, seorang penumpang kapal melihat tepat di depan anjungan terhempas sinar yang berkilau indah. bagai untaian mutiara membelah birunya laut yang telah mulai nampak memuakkan. Penumpang kapal itu pun mengajak penumpang lainnya untuk melihat pemandangan tersebut sembari menerka-nerka, cahaya apakah itu?. Hingga pada suatu kesempatan salah seorang penumpang memberanikan diri untuk mengajukan usul kepada sang nahkoda untuk mendekati cahaya tersebut. Atas desakan para penumpang lainny, maka sang nahkoda pun menuruti keinginan penumpangnya tersebut, walaupun hal ini akan menunda perjalanan yang sangat panjang ini untuk beberapa saat.

baca…

Advertisements

Andai Besok Terjadi

Malam itu nampak telah berakhir. Waktu subuh pun memanggil setiap muslim untuk menghadap Sang Kholiq. Imam memerintahkan muadzin untuk mengumandangkan adzan. Maka dikumandangkanlah adzan yang kemudian disusul dengan sholat sunnah Qobliyah, dzikir dan tasbih sebelum sholat. Setelah itu diperintahkan untuk iqomah yang kemudian dilaksanakanlah sholat subuh. Sesudah selesai melakukan sholat, berdzikir dan berdoa seperti biasa, mereka pun akan kembali ke rumah masing-masing.

Namun mereka sangat terkejut setelah melihat bahwa keadaan di luar tetap gelap gulita. Mereka saling menyalahkan dan saling tuduh menuduh, siapa yang memerintahkan adzan tadi.

Setelah beberapa saat timbul pertengkaran kecil antara mereka maka imam pun memerintahkan untuk adzan sekali lagi. Maka muadzin pun melaksanakan tugasnya seperti biasa.

Sesudah itu mereka sholat sunnah qobliyah, berdzikir seperti biasa, juga sholat subuh dua rokaat seperti biasa. Namun setelah mereka akan kembali, suasana di luar masih gelap.

baca…

Cerita Dari Tamim Ad-Dari tentang Dajjal

Imam Muslim meriwayatkan dengan sanadnya dari Amir bin Syurahil Asy-Sya’bi suku Hamdan., bahwa ia pernah bertanya kepada Fatimah bint Qais, saudara wanita Adh-Dhahhak bin Qais, salah seorang Muhajiroh (peserta hijrah wanita) angkatan pertama. Amir berkata kepada Fatimah, “Sampaikanlah kepadaku sebuah hadist yang engkau dengar dari Rosulullah SAW secara langsung tanpa melalui orang lain.” Fatimah menjawab, “ Jika engkau menginginkan akan saya lakukan.” Amir berkata, “Benar, ceritakanlah kepadaku.” Fatimah berkata, “ Dahulu saya kawin dengan Ibnu Mughiroh, salah seorang pemuda Quraisy yang baik pada waktu itu, lalu ia gugur dalam jihad pertama dengan Rosulullah SAW. Ketika saya menjanda, saya dilamar oleh Abdur Rohman bin Auf, salah seorang kelompok sahabat Rosulullah SAW meminangku untuk mantan budaknyayang bernama Usamah bin Zaid, sedang saya pernah mendapat berita bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: “Barang siapa yang mencintai aku hendaklah ia mencintai Usamah.”

baca…

Benarkah Sabar ada Batasnya ????

Ada sebuah Cerita.

Ketika itu, Ibu-Ibu PKK sedang menghadiri arisan rutin.

Tiap-tiap ibu rumah tangga dari penjuru arah berdatangan untuk menghadiri acara tersebut, karena acara itu adalah hobi yang di nanti-nanti.

Sesi wajib pun dimulai. Ngrumpi ala ibu-ibu PKK. Salah seorang ibu membuka dengan satu cerita kepada ibu yang lain.

Ibu Fulanah 1 : “Jeng, Ibu Fulanah 3 itu le jeng. Kok sirik ya sama saya. Suami saya beli mobil baru, eh ada aja yang diomongin.

Uang hasil korupsi lah, melihara tuyul lah. Mulutnya ituloh, minta di sobek kali ya jeng. Kurang apa coba, minjem uang ya tak pinjemin. Ada sedikit rejeki ya saya kasih. Kok ada ya orang kayak gitu. . .!?”

Ibu Fulanah 2 : “Sabar Toh Jeng, Kadang-kadang ada juga orang yang kayak gitu. Biar Allah nanti yang membalas. Allah Maha tau serahin aja sama Dia.”

Ibu Fulanah 1 : “Iya seh, tapi kesabaran kan ada batasnya Jeng . . . .”

baca…

Ternyata Dajjal Awalnya Tampak Beriman

Ada cerita menarik seputar Al Masikhu Dajjal penipu besar yang membawa manusia pada kesesatan. Pasti sebagian manusia mengira bahwa Dajjal pertama kali muncul dengan wujud yang menyeramkan seperti mata kiri yang buta serta terdapat daging yang tumbuh yang lebih tebal dari sudutnya, atau bahkan dahi yang bertuliskan huruf “ka fa ra”. Namun tidak demikian adanya. Taukah jika dajjal pada awalnya tampak beriman?. Ada beberapa riwayat yeng menceritakan tentang makhluk ini yaitu riwayat tentang proses kemunculannya.

baca…

Khatam “Muhammad The Prophet for Our Time”

Alhamdulillah . . . .

Akhirna aq bisa mengkhatamkan kitab “Muhammad The Prophet of Our Time” karangan Karen Armstrong. Fiuuuhhh !!! Capek dan cukup melelahkan setelah melalui berbagai liku-liku dan kata-kata yang tinggi dari segi perbendaharaan bahasa. Maklum . . . aq kan lemot. 😀

baca…

AHMADIYAH . . . . Islam atau bukan?

Assalamualaikum Warahmatullah.Sepintas penganut Jamaah ini hampir mirip dengan jamaah Islam Kebanyakan. Ajarannya pun terlihat sama. Namun ada beberapa perbedaan yang mendasar dari cara pandang penganut ajaran Ini.

Sedikit baca-baca dari website Jamaah tersebut http://www.alislam.org/indonesia, sepintas orang awam akan menyangka bahwa ini adalah website gerakan-gerakan Islam biasa seperti Huzbut Tahrir dan sebagainya. Namun jika dicermati lebih dalam akan nampak perbedaan fundamental dari ajaran jamaah ini.

baca…

Ramalan Rosulullah Tentang Negeri Iraq, Mesir dan Siria

Dari Abu Huroiroh ra Rosulullah pernah bersabda :

“Iraq akan dihalangi dari dirham dan qafisnya; Syam akan dihalangi dari mudd dan dinarnya; mesir akan dihalangi dari irdib dan dinarnya. Dan kalian kelak kembali seperti keadaan kalian di permulaan, kalian kelak akan kembali seperti keadaan kalian di permulaan.”

Seperti yang kita ketahui bahwa Iraq mendapat sangsi embargo dari Amerika Serikat sejak zaman rezim Sadam Husein. Walaupun rezim itu telah tumbang namun betapa sebagian ramalan itu telah menjadi kenyataan. Kitalah yang menjadi saksi atas kebenaran Hadist Riwayat di atas.

Imam Muslim meriwayatkan pula dari Jabir, ia berkata: ‘Nyaris qofiz dan dirham mereka tidak datang kepada mereka.’ Kami bertanya: ‘Dari mana perlakuan itu?’ Beliau Bersabda : ‘dari orang-orang Ajam, mereka menghalang-halanginya.’ Beliau juga menyebutkan perlakuan yang sama oleh orang-orang Romawi di Syam.

Akhir-akhir ini hubungan Siria dengan Amerika Serikat semakin memanas lantaran seringnya Siria menyuplai bahan amunisi senjata kepada Militan Hammas Palestina yang notabene menghambat usaha Amerika Serikat dalam mewujudkan “Perdamaian” antara Israel dengan Palestina. Tak mengherankan jika suatu saat akan diberlakukan sangsi embargo ekonomi kepada Siria oleh Negara Adi Kuasa Amerika Serikat tersebut. Dan jika ini memang benar-benar terjadi maka terbuktilah sudah kebenaran Hadist Riwayat Rosulullah SAW di atas.

Lalu bagaimana dengan keadaan negeri Mesir itu sendiri. Negeri Mesir tampak seperti negeri yang besar yang kemungkinan mendapatkan sangsi embargo dari Negeri Paman Syam adalah sangat mustahil. Namun perlu diingat bahwa Mesir pernah terlibat konflik dengan Israel ketika sebagian wilayahnya di Semenanjung Sinai diduduki oleh serdadu Israel. Tak menutup kemungkinan konflik ini akan pecah kembali dan mengundang reaksi Amerika untuk mendamaikan “anak kesayangannya” itu. Tidak menutup kemungkinan juga jika Mesir mendapat sangsi layaknya sangsi yang dijatuhkan kepada negeri seribu satu malam. Wallahu a’lamu bishowab.

“Ayat-ayat Syaithan” dalam Riwayat Muhammad SAW, Benarkah itu nyata?

Assalamualaikum Warohmatullah

Adakah yang pernah mendengar riwayat “Ayat-ayat Syaithan” dalam Shiroh Nabawi?. Cerita ini saya kutip dari buku “Muhammad Prophet for Our Time” Karangan Karen Armstrong halaman 122.

Kisah itu adalah sebagai berikut :

Ketika sang Nabi melihat bahwa umatnya telah membelakanginya dan dia sedih dengan penolakan mereka terhadap apa yang telah dia bawakan kepada mereka dari Tuhan, dia mengharapkan datangnyapesan Tuhan yang akan mendamaikan mereka dengannya. Karena kecintaannya ke pada umatnya, dan kecemasannya terhadap mereka, akan sangat melegakannya jika rintangan yang membuat tugasnya demikian sulit bisa dihilangkan, maka dia merenungkan tugas itu dan mengharapkannya, dan dia menyayangkannya.

Suatu hari, Muhammad sedang duduk di sisi Ka’bah bersama beberapa tetua Quraisy, membaca sebuah surah baru berisikan jaminan Allah kepada para pengkritiknya. Muhammad tidak berniat untuk menyebabkan persoalan ini, tegas suara Tuhan itu, dia tidak sedang berkhayal atau dirasuki jin, dia telah mengalami penampakan sejati dan hanya menyampaikan kepada umatnya apa yang telah dilihat dan didengarnya. Namun kemudian yang mengejutkannya, Muhammad mendapati dirinya melantunkan beberapa ayat tentang ketiga “puteri Tuhan”; “Maka, pernahkah kalian memikirkan apa yang sedang kalian sembah dalam Al Lat dan Al Uzza, serta Manat, yang ketiga, yang lainnya?”. Seketika kaum Quraisy berdiri dan mendengarkan dengan tekun. Mereka mencintai tuhan-tuhan mereka yeng menjadi perantara mereka dengan Allah. “Mereka adalah gharaniq yang dimuliaka,” lanjut Muhammad, “yang syafaatnya diharapkan.”

baca…

Berita Awal Akhir Zaman

“Sesungguhnya Kiamat tidak akan terjadi hingga terjadi sepuluh tanda yaitu : gempa bumi di timur, di barat dan di Jazirah Arab, asap, Dajjal, binatang (yang keluar dari perut bumi), Ya’juj dan Ma’juj, terbitnya matahari dari barat dan api yang keluar dari lembah ‘Adn yang menggirirng manusia.”

Dan dalam sebuah riwayat disebutkan :

“Dan yang kesepuluh ialah turunnya Isa Bin Maryam”
(HR.Muslim)