Khatam “Muhammad The Prophet for Our Time”

Alhamdulillah . . . .

Akhirna aq bisa mengkhatamkan kitab “Muhammad The Prophet of Our Time” karangan Karen Armstrong. Fiuuuhhh !!! Capek dan cukup melelahkan setelah melalui berbagai liku-liku dan kata-kata yang tinggi dari segi perbendaharaan bahasa. Maklum . . . aq kan lemot.😀

Buku ini menjelaskan kilas balik kehidupan Rosulullah SAW yang disajikan menurut kajian-kajian ilmiah tanpa mengesampingkan ayat-ayat Allah dan sabda-sabda Rosulullah itu sendiri. Dalam menulis buku ini, penulis lebih mengedepankan aspek hostoris, sosial kemasyarakatan, budaya, serta militer dari pada nilai-nilai agama itu sendiri dalam menceritakan kehidupan Rosulullah SAW. Tak heran banyak sekali naskah-naskah yang kontroversial yang menyimpang dari kisah-kisah Rosulullah SAW berdasarkan Al Qur’an dan Hadist.

Namun hal tersebut tidak terlalu mengkhawatirkan mengingat memang buku ini memang ditujukan kepada kaum-kaum Barat yang salah mengartikan tentang kisah Rosulullah itu sendiri. Buku ini menjawab respons terhadap fatwa Ayatullah Khomeini terhadap Salman Rushdie, hingga saat itu, kebanyakan literstur Barat menggambarkan Nabi Muhammad entah sebagai orang suci yang sempurna atau sebagai penipu ulung.

Fersi Terjemahan dari buku ini dilengkapi oleh pendapat seorang tokoh sebagai pengantar yaitu: Jalaluddin Rakhmat yang menjembatani antara kisah-kisah kontroversial yang ditulis dalam buku ini dengan pola fikir penduduk muslim Indonesia yang notabene menganggap bahwa Rosulullah adalah pribadi sempurna tanpa cacat.

Namun satu yang perlu diperhatikan. Buku ini menyajikan Dinnul Islam sebagai agama Universal yaitu agama yang menghargai dan mengakui agama samawi lainnya, yang diturunkan kepada Rosul-Rosul sebelum Muhammad SAW seperti Nasrani dan Yahudi. Dari sudut pandang ini, Islam terlihat seperti agama yang bersifat Pluralisme (Menganggap agama ahlul kitab juga sebagai suatu kebenaran). Pola fikir ini adalah nilai-nilai yang mencoba ditanamkan kepada penduduk muslim Indonesia oleh para pecinta Islam Liberal.

Terlepas dari itu semua, buku ini menyajikan tutur bahasa yang menarik yang jika dibaca, kita serasa masuk ke zaman di mana Rasullah beserta para sahabat masih hidup. Buku ini menerangkan pribadi Muhammad SAW secara cukup obyektif walaupun masih terdapat pendapat-pendapat penulis yang belum bisa diterima oleh pola fikir umat Islam pada umumnya.

Maka saran dariq : Bacalah, tetapi berhati-hatilah karena buku ini membawa misi-misi Pluralisme di dalamnya yang bisa membahayakan bagi Aqidah Umat Islam.

-Jazakallahu khoir-

3 Comments

  1. muza36 said,

    February 15, 2008 at 2:09 pm

    Assalamualaikum

    Hmm.. aq punya buku bagus yang jelasin Nabi Muhammad SAW bukan sebagai Shirah Nabawi. Judulnya Ar-Rasul, tulisan Said Hawwa (salah satu ulama’ Ikhwanul Mukminin). Beliau menulis tentang gimana Rasulullah memperoleh gelar Al-Amin, gimana sebenernya pengakuan sejujurnya pemuka Quraisy tentang Muhammad, dsb.

    Berminat? Kl mw pas aq pulkam tak bawain… Maaf, sebagian besar buku2 berbobot (saking gede2nya) ada d Bangil. d Sby cm ada sebagian coz lemariq kecil c..

    Well, keep istiqomah y!!!

  2. lilmessenger said,

    February 15, 2008 at 2:26 pm

    Wahahahahaha boleh2 . . . . pinjem-pinjem . . . cepetan-cepetan baliko nang mbangil, jukuken. :))

  3. rian said,

    September 15, 2008 at 12:01 pm

    buku muhammad for our time emang bagus bgt.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: