Benarkah Sabar ada Batasnya ????

Ada sebuah Cerita.

Ketika itu, Ibu-Ibu PKK sedang menghadiri arisan rutin.

Tiap-tiap ibu rumah tangga dari penjuru arah berdatangan untuk menghadiri acara tersebut, karena acara itu adalah hobi yang di nanti-nanti.

Sesi wajib pun dimulai. Ngrumpi ala ibu-ibu PKK. Salah seorang ibu membuka dengan satu cerita kepada ibu yang lain.

Ibu Fulanah 1 : “Jeng, Ibu Fulanah 3 itu le jeng. Kok sirik ya sama saya. Suami saya beli mobil baru, eh ada aja yang diomongin.

Uang hasil korupsi lah, melihara tuyul lah. Mulutnya ituloh, minta di sobek kali ya jeng. Kurang apa coba, minjem uang ya tak pinjemin. Ada sedikit rejeki ya saya kasih. Kok ada ya orang kayak gitu. . .!?”

Ibu Fulanah 2 : “Sabar Toh Jeng, Kadang-kadang ada juga orang yang kayak gitu. Biar Allah nanti yang membalas. Allah Maha tau serahin aja sama Dia.”

Ibu Fulanah 1 : “Iya seh, tapi kesabaran kan ada batasnya Jeng . . . .”

OK, mari kita tinggalkan percakapan diatas. Ada satu kalimat menarik yang bisa kita ambil dari percakapan di atas. “Tapi kesabaran kan ada batasnya . . .”

Fenomena yang tak asing lagi bagi kehidupan manusia, bahwa kesabaran ada batasnya. Benarkah kesabaran ada batasnya !? Kalo iya, seberapa jauh batas kesabaran seseorang !? atau klo bisa ngukur, seberapa jauh sih kesabaran kita !?

Terkadang untuk memacu semangat, kita sering menganggap diri kita tak terbatas. Kita sering mengambil jargon2 keren seperti “Unlimited bla bla” atau “surpase ur limit bla bla”. Tapi kenapa ketika bertemu sesuatu yang memaksa kita berurusan dengan sabar kita selalu berkata “sabar kan ada batasnya . . .”. Tak ada satu semengat sedikitpun untuk berusaha menganggap bahwa diri kita tak terbatas. “Mana semangatnya ???”.

Lalu, siapa yah yang mengeluarkan pernyataan klo sabar itu ada batasnya ?? atau adakah pakar Psikologi yang berpendapat bahwa sabar itu ada batasnya. Klo ada, kasih tau yah, yah, yah !!!!! beserta alasannya.😀. Nah, sekarang mari kita kembali kepada apa yang diwahyukan oleh Allah SWT tentang sabar di dalam Qur’an. Kita akan cari, apakah sabar ada batasnya atau tidak.

Sebagai permulaan, kita akan melihat satu ayat pada Surat Al Baqarah ayat 286

sabar1

 

Artinya : Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.

Dari ayat ini Allah telah menjamin bahwa ujian yang diberikan kepada manusia adalah sesuai dengan kemampuan orang yang bersangkutan. Namun, kenapa ujian itu nampak berat hingga terlontar dari mulut kita bahwa sabar itu ada batasnya serta menjastifikasi bahwa kita boleh membalas suatu kejahatan dikarenakan batas kesabaran kita telah habis. Lalu dimana letak jaminan Allah di atas? Ato jangan-jangan jaminan itu hanya untuk umat-umat terbaik zaman dahulu?

Jika kita telaah lebih jauh kandungan makna dari ayat itu, kita akan mendapatkan bahwa manuasia adalah makhluk yang tidak terbatas dalam menghadapi suatu masalah. Kita telah dijamin mampu untuk menghadapi setiap permasalahan yang menerpa kehidupan kita. Hal ini diakibatkan karena Allah tidak akan memberikan cobaan di luar batas kemampuan kita.

Lalu, kenapa terkadang kita sudah memeras otak banting tulang untuk menemukan jawaban suatu masalah namun hasilnya malah berantakan. Seakan kitalah yang berada pada batas maksimal kemampuan kita tetapi maslah itu tidak kunjung terselesaikan.

Klo itu yang terjadi, mungkin kita bias Instrospeksi diri. Bisa jadi kemampuan itu ada pada diri kita namun kita tidak sadar bahwa kemampuan itu ada, atau mungkin kita belum mengoptimalkan kemampuan itu. Begitu juga dengan sabar. Ayat di atas menjamin bahwa Allah tidak akan memberikan cobaan di luar batas kesabaran kita, jadi dengan demikian tak ada masalah yang mempu menembus batas kesabaran kita. Namun kenapa kita selalu merasa batas kesabaran itu telah habis, jawabnya ada pada diri kita sendiri. Kira-kira kenapa yah ?, yang jelas batas kesabaran kita tidak akan habis jika dihadapkan pada persoalan-persoalan di dunia.

Banyak ayat yang bercerita tentang keutamaan sabar. Salah satunya adalah Al Baqarah ayat 45

sabar2

 

Artinya:

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’,

Dari ayat diatas dapat kita tarik pelajaran bahwa sabar adalah penolong. Bayangkan klo kesabaran kita habis, berarti penolongnya juga habis. Waduuuuu, kasian gak ada yang nolong.

Lalu ayat 155 surat Al Baqarah juga menjelaskan tentang keutamaan sabar.

sabar4

Artinya :

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.

Banyak sekali ayat-ayat yang menjelaskan tentang manfaat dan keutamaan sabar, hingga di Al qur’an terdapat 92 ayat yang mengandung kata sabar, dan kesemua ayat menjanjikan bahwa sifat sabar itu adalah sifat yang mulia dan mendapat keutamaan di sisi Allah SWT.

Nah, Sekarang masihkah kita bisa mengatakan bahwa “Kan sabar itu ada batasnya . . . .”😀

7 Comments

  1. muza36 said,

    February 21, 2008 at 6:10 am

    assalamualaikum..

    wakz, Bar ati2 kl nulis..
    sabar pada ayat2 Al-Qur’an diatas itu atas musibah/cobaan yg diberikan Allah.
    sementara inti permasalahanmu adalah ada orang yg mendzalimi dan kamu sabar tanpa ada tindakan untuk mencegah kedzaliman itu.

    baca surat Al-A’raaf (7): 164-165
    disitu diceritakan ada 2 gol orang2 beriman.. yg menasihati dan yg diam atas kedzaliman yg terjadi.. akhirnya Allah mengadzab semua orang yg dzalim dan menyelamatkan orang2 beriman yg menasihati..

    orang2 beriman yg diam gmn? pada banyak hadits disebutkan gol yg diam juga turut diadzab bersama dg orang2 yg dzalim.. Insya Allah kapan2 tak tunjukin hadits2nya

    kl sudah dicegah tp orang yg dzalim itu g mau berubah? kl uda begini minimal km uda punya alasan untuk dipertanggungjawabkan dihadapan Allah kelak dan setelah itu baru km boleh bersabar

    wallahua’alam bisshowab

  2. lilmessenger said,

    February 22, 2008 at 4:01 am

    Alhamdulillah . . . .

    Perlu di luruskan untuk Konteks kata sabar itu sendiri. Sabar != diam. Diam itu cenderung membiarkan dan bersifat pasive. Coba kita ambil contoh 5 Rasul Ulul Azmi adalah orang-orang yang sabar dan tidak pernah membiarkan kedzoliman. Jadi sabar itu cenderung kepada menata kondisi hati agar tak ada perasaan kecewa, sakit hati, ngedumel dan lain2. Misalkan sabar dalam dakwah. Bukan berarti dakwahnya mendiamkan kedzoliman. Tapi tetep istiqomah mengingatkan sebisa mungkin.

  3. muza36 said,

    March 5, 2008 at 7:35 am

    Syukran akh.
    Isi blognya emang rada ambigu.
    Tapi alhamdulillah uda diluruskan ownernya.
    Semoga blog ini bisa menjadi salah satu media dakwah antum.

  4. lilmessenger said,

    March 10, 2008 at 1:46 pm

    trima kasihhhhhhh. . . . . Jazakallahukhoir . . .

  5. wahyu am said,

    July 14, 2009 at 1:44 pm

    nice post gan🙂

  6. heri said,

    August 28, 2009 at 8:18 am

    sabar memang ga ada batasnya kok, tapi ada tempatnya

  7. Rambet said,

    June 21, 2010 at 7:39 pm

    Intinya sabar ntu mang kg ade batesnya….
    Sbgai muslim kita mang slalu harus sabar Mo apapun Cobaannya, Emang Berat, Pi sebagai gntinya ALLAH SWT tlah mmpunyai kabar gembira wat org2 sabar……..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: