Ma Zam Zama (by: Hadad Alwi)

Madhuh wadzikruh fil kitaabi yutla yaa Allah ‘alaihi sholla syailillah
Wa firrisalah qudhuhul mu ‘alla ya Allah majlahu majla syailillah

Arrobbu sholla daaiman wasallam yaa Allah alalmukarrom syailillah
Ma zam zamal haadi wamaa taronnam yaa Allah fillailal adzlam syailillah

Yablaz-zaman walwashfa laisa yabla yaa Allah haihaata mahla syailillah
Wallahu maahad ‘an ‘ulahu tarjam yaa Allah kalla walaa syam syailillah

Bi dzikri thohal-mujtaban jalalham yaa Allah wal unsu khoyyam syailillah
Dzikruh li adwaail quluubi marham ya Allah yasyfii minas-sam syailillah

Sholluu ‘alaihi innas-sholata maghnam ya Allah tunji minal ghom syailillah
‘Alaihi robby fil-quraanil aqdam ya Allah sholla wasallam syailillah

Advertisements

Ragu Dalam Sholat …, Solusinya ???

www.mediamuslim.info – Tidak jarang disaat kita melaksanakan sholat, baik dalam keadaan sholat, maupun sudah selesai salam, timbul rasa keraguan dalam hati kita. Keraguan tersebut bisa berupa lupa jumlah raka`at yang telah dikerjakan (tertambah ataupun terkurangi), lupa tasyahhud awal, ragu saat sholat sedang berada di raka`at keberapa dan lain sebagainya. Apabila hal ini terjadi pada kita, jangan risau maupun bingung apalagi mengada-adakan sesuatu ataupun mengarang-ngarangnya. Sebab telah ada sunnah yang telah dicontohkan Rasululloh Shalallahu alaihi wasallam kepada kita tentang hal ini. Mau tahu…? Silahkan simak penjelasannya di bawah ini…

baca…

Mendzikirkan Mata Hati

Oleh : M Arifin Ilham

Ada lima yang menutupi mata hati manusia. Kelima hal itu dilakukan manusia dalam kesadaran penuh, hanya saja manusia tidak mampu menghindar darinya bahkan melakukannya secara kolektif. Kecuali, bagi manusia yang telah mendidik jiwanya dengan sifat dan sikap ikhlas.

Pertama, manusia menjadi tertutup mata hatinya lantaran selalu memperturutkan hawa nafsu. Hawa nafsu telah mendorong untuk melakukan semua yang dilarang Allah.

“Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya, dan sesungguhnya mereka menyaksikan (sendiri) keingkarannya, dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta. Maka, apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur, dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada.” (QS al-‘Aadiyaat: 6-10).

Dalam kondisi batin manusia seperti ini penting kiranya diobati dengan senantiasa beristigfar, berzikir kepada Allah.

baca…

Perang Thermophile atau Perang Tabuk ?

Kisah kepahlawanan bangsa Spartan di Termophile telah menjadi salah satu inspirator kisah kepahlawanan abad modern. 300 tentara pilih tanding Spartan bertempur melawan 100.000 personil pembunuh berdarah dingin Dinasti Persia. Namun adakah yang bisa membuktikan bahwa fakta sejarah itu benar-benar terjadi?. Kalaupun terjadi, pada masa itu Spartan sendiri juga merupakan sebuah peradaban maju dalam bidang militer ketimbang Athena.

Fakta sejarah sendiri pernah mencatat ada pertempuran yang hampir serupa dengan pertempuran yang terjadi di Thermophile. Meskipun dalam segi perbedaan jumlah pasukan tidak sejauh jumlah pasukan Thermophile, tetapi ada sisi menarik yang bisa kita kaji di sini. Sebuah peradaban yang baru berumur kurang dari 10 tahun hendak melawan dinasti yang telah berumur ratusan tahun, bahkan Dinasti Persia pun dibuat porak poranda setelah bertempur dengan dinasti tersebut. Tak ada dinasti lain yang bisa melakukan hal itu selain Romawi dengan kaisar Heraklius-nya.

baca…

Hari Sabtunya Bani Isra’il

Di antara ajaran-2 Nabi Musa a.s. kpd Bani Isra’il ialah bahawa mereka mewajibkan utk mengkhususkan satu hari pada tiap minggu bagi melakukan ibadah kpd Allah mensucikan hati dan fikiran mereka dgn berzikir, bertahmid dan bersyukur atas segala kurnia dan nikmat Tuhan, bersolat dan melakukan perbuatan-2 yg baik serta amal-2 soleh. Diharamkan bagi mereka pada hari yg ditentukan itu utk berdagang dan melaksanakan hal-hal yg bersifat duniawi.

Pada mulanya hari Jumaatlah yg ditunjuk sebagai hari keramat dan hari ibadah itu, alan tetapi mereka meminta dari Nabi Musa agar hari ibadah itu dijatuhkan pada setiap hari Sabtu, mengingatkan bahwa pada hari itu Allah selesai menciptakan makhluk-Nya. Usul perubahan yg mereka ajukan itu diterima oleh Nabi Musa, maka sejak itu, hari Sabtu pada setiap minggu daijadikan hari mulia dan suci, di mana mereka tidak melakukan perdagangan dan mengusahakan urusan-2 duniawi. Mereka hanya tekun beribadah dan ebrbuat amal-amal kebajikan yg diperintahkan oleh agama. Demikianlah hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun namun adat kebiasaan mensucikan hari Sabtu tetap dipertahankan turun temurun dan generasi demi generasi.

Pada masa Nabi Daud berkuasa di suatu desa bernama “Ailat” satu diantara beberapa desa yg terletak di tepi Laut Merah bermukim sekelompok kaum dari keturunan Bani Isra’il yg sumber percariannya adalah dari penangkapan ikan, perdagangan dan pertukangan yg dilakukannya setiap hari kecuali hari Sabtu.

baca…

Tempayan Retak

Seorang tukang air memiliki dua tempayan besar, Masing-masing bergantung pada kedua ujung sebuah pikulan, yang dibawa menyilang pada bahunya.

Satu dari tempayan itu retak, sedangkan tempayan yang satunya lagi tidak. Jika tempayan yang tidak retak itu selalu dapat membawa air penuh setelah perjalanan panjang dari mata air ke rumah majikannya, Tempayan itu hanya dapat membawa air setengah penuh.

Selama dua tahun, hal ini terjadi setiap hari. Si tukang air hanya dapat membawa satu setengah tempayan air ke rumah majikannya. Tentu saja si tempayan yang tidak retak merasa bangga akan prestasinya karena dapat menunaikan tugasnya dengan sempurna. Namun si tempayan retak yang malang itu merasa malu sekali akan ketidaksempurnaannya dan merasa sedih sebab ia hanya dapat memberikan setengah dari porsi yang seharusnya dapat diberikannnya.

baca…