Ragu Dalam Sholat …, Solusinya ???

www.mediamuslim.info – Tidak jarang disaat kita melaksanakan sholat, baik dalam keadaan sholat, maupun sudah selesai salam, timbul rasa keraguan dalam hati kita. Keraguan tersebut bisa berupa lupa jumlah raka`at yang telah dikerjakan (tertambah ataupun terkurangi), lupa tasyahhud awal, ragu saat sholat sedang berada di raka`at keberapa dan lain sebagainya. Apabila hal ini terjadi pada kita, jangan risau maupun bingung apalagi mengada-adakan sesuatu ataupun mengarang-ngarangnya. Sebab telah ada sunnah yang telah dicontohkan Rasululloh Shalallahu alaihi wasallam kepada kita tentang hal ini. Mau tahu…? Silahkan simak penjelasannya di bawah ini…

Kasus 1
Apabila seseorang lupa dalam sholatnya, sehingga tertambah 1 kali ruku` atau 1 kali sujud atau 1 kali berdiri atau 1 kali duduk, maka orang tersebut harus meneruskan sholatnya sampai salam, untuk selanjutnya melaksanakan sujud sahwi (dua kali sujud), lalu salam kembali.

Contohnya:
Apabila seseorang melaksanakan sholat Dzuhur, kemudian dia berdiri untuk raka`at ke lima (ke-5), tiba-tiba ia ingat ataupun diingatkan orang lain, maka ia harus duduk kembali TANPA TAKBIR, lalu membaca tasyahhud akhir dan salam, kemudian ia sujud sahwi (dua kali sujud) lalu salam kembali. Apabila orang tersebut mengetahuinya (tambahan tadi) setelah selesai sholat, maka ia tetap harus sujud sahwi dan salam kembali.

Kasus 2
Apabila seseorang salam sebelum sempurna sholatnya karena lupa, namun tidak lama berselang setelah salam tersebut tiba-tiba ia ingat ataupun diingatkan orang lain dengan catatan lama waktu ia teringat atau diingatkan tersebut kira-kira sama dengan lamanya dia sholat (mulai sholat sampai salam) maka ia harus menyempurnakan sholatnya yang tertinggal tadi kemudian salam dan setelah itu sujud sahwi (dua kali sujud) dan salam kembali.

Contohnya:
Apabila seseorang sholat Dzuhur, kemudian ia lupa dan langsung salam pada raka`at ke 3 (tiga), tiba-tiba ia ingat ataupun diingatkan orang lain, maka dia harus menyempurnakan raka`at ke 4 (empat) dan salam, lalu sujud sahwi (dua kali sujud) untuk seterusnya salam.
Jika orang tersebut sadar akan kekurangan raka`atnya tersebut DALAM JANGKA WAKTU YANG LAMA, maka ia harus mengulang sholatnya dari awal.

Kasus 3
Apabila seseorang meninggalkaan tasyahhud awal atau kewajiban lainnya dalam sholat KARENA LUPA, maka ia harus sujud sahwi (dua kali sujud) sebelum salam. Dan hal ini menjadi tidak mengapa baginya. Namun jika ia ingat bahwa ia belum membaca tasyahhud awal tersebut atau kewajiban lainnya itu sebelum berobah posisi-nya, maka hendaklah ia tunaikan (tasyahhud awal atau kewajiban lainnya tersebut). Dan hal demikian menjadi tidak mengapa baginya.

Jika ia ingat setelah perubahan posisi tetapi sebelum sampai pada posisi yang berikutnya, hendaklah ia kembali ke posisi yang pertama untuk menunaikan tasyahhud awal atau kewajiban lainnya tersebut.

Contohnya:
Apabila seseorang lupa tasyahhud awal dan ia langsung berdiri ke raka`at ke 3 (tiga) dengan sempurna maka ia tidak boleh kembali duduk dan wajib atasnya sujud sahwi sebelum salam. Apabila ia duduk tasyahhud tetapi lupa membaca tasyahhud, kemudian ingat sebelum berdiri, maka ia harus membaaca tasyahhud dan kemudian menyempurnakan sholatnya, TANPA SUJUD SAHWI. Demikian juga bila ia berdiri seblum tasyahhud kemudian ingat sebelum berdirinya sempurna, maka ia harus kembali duduk dan bertasyahhud untuk kemudian menyempurnakan sholatnya.

Catatan:
Tetapi para `Ulama menyatakan bahwa ia harus tetap sujud sahwi dikarenakan ia telah menambah satu gerakan yakni bangkit ketika hendak berdiri ke raka`at ke 3. Wallahu a`lam

Kasus 4
Apabila seseorang ragu dalam sholatnya apakah telah 2 raka`at atau sudah 3 raka`at dan ia TIDAK MAMPU menentukan yang paling rojih (kuat) diantara keduanya maka ia harus membangun di atas yaqin JUMLAH YANG TERKECIL kemudian sujud sahwi sebelum salam dan setelah itu ia memberi salam.

Contohnya:
Apabila ia sholat Dzuhur dan ragu pada raka`at ke 2 (dua), apakah ini masih berada di raka`at ke 2 (dua) atau sudah ke 3 (tiga) dan ia tidak mampu menentukan yang paling rojih (benar) diantara keduanya maka ia harus memilih yang 2 (dua) raka`at (jumlah terkecil). Kemudian ia sempurnakan sisanya lalu sujud sahwi (dua kali sujud) sebelum salam kemudian setelah itu memberi salam.

Kasus 5
Apabila seseorang ragu dalam sholatnya, apakah telah 2 (dua) raka`at atau sudah 3 (tiga) raka`at, namun walaupun demikian, ternyata ia MAMPU untuk menentukan yang paling rojih (benar), maka ia harus membangun diatas yang diyakininya itu (apakah yang 2 raka`at ataupun yang 3 raka`at) kemudian ia sempurnakan hingga salam lalu ia sujud sahwi kemudian salam kembali.

Contohnya:
Apabila seseorang sholat Dzuhur, kemudian ia ragu pada raka`at ke 2; apakah ia masih dalam raka`at ke 2 atau sudah masuk raka`at ke 3. Namun kemudian timbul keyakinan yang kuat dalam hatinya bahwa ia berada pada raka`at ke 3 maka ia harus membangun sholatnya di atas keyakinannya itu (raka`at ke 3) lalu ia sempurnakan sholatnya hingga salam, kemudian ia sujud sahwi untuk selanjutnya salam kembali.

Apabila keraguan datang kembali setelah ia selesai dari sholatnya, maka itu tidak dianggap atau ia tidak perlu memperdulikannya kecuali ia yakin sekali. Apabila ia sering ragu, maka keraguannya itu tidak dianggap atau ia tidak perlu memperdulikannya, karena itu hanyalah merupakan rasa was-was (dari syaiton).

Wallahu A’lam.

(Sumber Rujukan: RASAAI’IL FII AL-WUDHU’ WAL GHUSLI WA ASH-SHOLAH, Asy-Syaikh Muhammad Ibnu Sholih Al-’Utsaimin Rahimahullahu Ta`ala)

sumber : http://qalbusalim.wordpress.com/2007/01/21/ragu-dalam-sholat-solusinya/

3 Comments

  1. Nggii (not Ngg) said,

    April 20, 2008 at 9:36 am

    bagus baget seh…
    cos emang sering di lakukan apalagi kalo banyak pikiran…
    tapi g hapalll…
    harus apa? mungkin seiring berjalannya waktu ingat…
    insyaallah…
    masalah lagi…
    aq sholat tuh loh sering g bisa konsen…
    tiba2 dapet wangsit… sing…
    ya pa kalo gitu??
    barkhah sensei….??cari…carii… ato dah tau??

  2. lilmessenger said,

    April 20, 2008 at 11:09 am

    Assalamualaikum warohmatullah

    Suatu hari Rosulullah SAW pernah mengetes salah seorang sahabat. Beliau akan memberikan sebuah hadiah yang aku lupa hadiahna apa (seingatku kain sorban berwarna yang jumlahna lebih dari satu, warnanya juga lebih dari satu macem). Sahabat itu diperintahkan untuk sholat khusuk. Apabila sahabat itu merasa telah bisa menjalankan sholat dengan khuusuk, barulah sahabat tadi boleh memilih salah satu dari sorban berwarna itu tadi.

    Persis setelah salam, Rosulullah langsung bertanya kepada sahabat tadi, “Sorban mana yang kamu pilih ?? Tanpa pikir panjang dan melihat kebelakang, sahabat menjawab dengan tegas, “Warna hijau ya Nabi”.

    Dari sini kita bisa ambil kesimpulan bahwa salah seorang sahabat Rosulullah saja belum lulus dalam test sholat khusyuk.

    Tapi Alhamdulillah saya pernah bertanya hal serupa kepada seseorang yang mumpuni dibidangnya. Beliau menjawab “Jika kamu sulit untuk sholat dengan khusyuk, paling tidak berusahalah untuk khusyuk, jika pikiranmu lagi ke pasar waktu sholat, segera kembalikan dan konsentrasikan pada sholat. Dan jangan lupa berdoa dan baca istighfar setelah selesai sholat”.

    Semoga bermanfaat untukku dan untukmu.

  3. muza36 said,

    April 22, 2008 at 9:36 pm

    buat lilmessenger..
    jazakallah atas artikelnya..
    semoga bermanfaat untuk kita..😀

    buat “nggii (not ngg)”..
    sebelum sholat, niatnya diluruskan dulu..
    setelah doa iftitah baca ta’awudz (a’udzubillahi minnas syaithan nirrajiim)
    dan ketika sholat ingatlah bahwa Allah selalu mengawasi kita, memperhatikan setiap gerakan kita, dan mencatat setiap amal perbuatan kita..
    ketika amal kita dicatat.. jika baik maka mendapat pahala.. jika buruk maka ditulis sebagai dosa.. dan semuanya akan ditimbang pada saat Yaumul Hisab..
    sholatlah seperti kamu melihat Allah, dan jika kamu tidak dapat melihatNya (emang ndak bisa) maka yakinlah bahwa Allah selalu melihat kita..

    wallahua’lam bisshowab..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: