Isa bin Maryam as Hingga Muhammad saw

Assalamu’alaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

Alhamdulillahirobbil’alamin. Hari ini adalah hari yang cerah dengan sedikit mendung menggelayut di ufuk Barat. Kali ini saya akan bercerita kepada saudara-saudaraku seiman mengenai sejarah kisah kehidupan umat Nasrani (Kristen) terdahulu sebelum kelahiran Rosulullah saw. Semoga sedikit catatan ini memberikan pengetahuan kepada kita tentang bagaimana perkembangan agama Masehi dari abad pertama.

Nasrani Pada Abad Pertama

Setelah Yesus (Isa bin Maryam as) diangkat oleh Allah SWT dan setelah tragedi  penyaliban Yahuda Al Asykariyutha (yang diserupakan dengan Yesus) oleh orang-orang Yahudi dan tentara Romawi, amanah untuk menyebarkan berita tentang Injil dilanjutkan oleh murid-murid Yesus. Para murid Yesus yang dalam Al Qur’an disebut Hawariyin terdiri dari 12 orang. Mereka bersama-sama mendakwahkan apa yang telah diajarkan oleh guru mereka.

Pada masa itu dakwah murid-murid Al Masih diperkuat oleh kehadiran Paulus (Saulus). Paulus adalah seorang Yahudi bermahzab Farisi yang berasal dari Tarsus (sekarang Turki). Mulanya Paulus sangat memusuhi Yesus dan sering menganiaya orang-orang Kristen. Dia juga telah menjadi salah satu oknum yang turut andil dalam proses penangkapan, penyiksaan hingga penyaliban. Setelah kejadian itu dia bertaubat. Dia segera menemui Barnabas, salah satu murid Yesus, untuk menyatakan penyesalannya. Barnabas menyambut dengan tangan terbuka serta mengajaknya berdakwah bersama murid-murid Yesus lainnya. Pada awalnya hubungan mereka sangat baik. Namun seiring waktu berjalan, mereka berselisih sehingga hubungan mereka menjadi kurang harmonis. Ketidakharmonisan ini dipicu oleh perpedaan pendapat yang menurut mereka cukup prinsip. Paulus melalui surat-suratnya kepada komunitas non-Yahudi menunjukkan bahwa keselamatan yang dikerjakan oleh Yesus adalah untuk semua orang, bukan hanya untuk orang Yahudi saja. Gagasan ini diselisihi oleh murid-murid Yesus lainnya, terutama Petrus dan Yakobus. Mereka percaya bahwa untuk menjadi pengikut Nasrani, orang-orang yang bukan Yahudi haruslah menjadi seorang Yahudi terlebih dahulu.

Konflik ini memicu diadakannya persidangan gereja pertama di Yerusalem yang dikenal dengan Sidang Sinode. Sidang ini menghasilkan keputusan sebagai berikut :

  1. untuk menikmati karya penyelamatan Yesus, orang tidak harus menjadi Yahudi terlebih dahulu.
  2. orang-orang Kristen yang bukan berasal dari latar belakang Yahudi tidak diwajibkan mengikuti tradisi dan pantangan Yahudi (mis. hal-perihal tentang sunat dan memakan makanan yang diharamkan).
  3. Paulus mendapat mandat untuk memberitakan Injil ke daerah-daerah berbahasa Yunani.

Sejak keputusan sidang tersebut dikeluarkan, mandat dakwah antara Paulus dengan murid-murid Yesus lainnya berbeda. Paulus kemudian mendirikan kekristenan Paulin (kekristenan bercorak Paulus) yang berhaluan Trinitas (Tiga Oknum dalam satu Tuhan). Dengan munculnya doktrin Trinitas tersebut, Kristen Paulus telah menjadi agama tersendiri dan bukan sebagai sekte dari Yudaisme yang mersifat monoteisme. Orang-orang Kristen yang mengikuti ajaran Paulus disebut juga kaum Trinitarian. Mereka mendirikan gereja-gereja bercorak Paulin atau Paulus.

baca…

Advertisements