Iedul Adha di Rantau

Suara Takbir menggema di seantero jagad Pasundan. Memang sudah selayaknyalah hari penuh makna ini diperingati oleh seluruh umat Islam di tanah ini. Berbicara mengenai Iedul Adha, pikiran kita tak pernah lekang dari kisah dua manusia agung Ibrohim as dan Ismail as. Telah banyak buku-buku yang menceritakan kemuliaan akhlaq mereka berdua. Bahkan anak-anak TK dan SD pun tak asing dengan cerita-cerita sepak terjang keduanya di dunia mengemban misi risalah kenabian dari Allah SWT.

Di dalam Al Qur’an Allah SWT telah mengabadikan keduanya sebagai pelajaran bagi kami umat akhir jaman. Ismail as adalah anak semata wayang Ibrahim as dikala itu. Dia adalah anak yang sholih dan berakhlaq mulia. Ibunya adalah seorang wanita yang taat bernama Hajar. Beberapa riwayat mengatakan bahwa Hajar adalah seorang budak yang dihadiahkan Firaun kepada Nabi Ibrahim as. Namun sebagian riwayat lain mengatakan bahwa Hajar adalah putri Firaun sendiri.

Adapun kesholihan Ismail sendiri telah diabadikan Allah di dalam Al Aqur’anul Karim. Beberapa ayat yang menceritakan kesholihan Ismail as antara lain :

Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud”

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: “Dan kepada orang yang kafirpun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali”.

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.

Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Qur’an) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.

Kisah Lain yang tak kalah hebat adalah kisah mengenai penyembelihan Ismail as. Sebelum memiliki seorang putra, Ibrahim as pernah berqurban 100 ekor unta. Atas Qurban itu lantas malaikat memuji beliau. Kemudian beliau bernadzar jika saja beliau memiliki seorang putra dan beliau diperintahkan untuk menyembelihnya karena Allah maka beliau akan menyembelihnya.

Ketika memiliki seorang putra yaitu Ismail as, rupanya Allah SWT mengingatkan nadzar tersebut lewat mimpi beliau. Konon mimpi tersebut terjadi sebanyak tiga kali hingga Ibrahim as yakin bahwa mimpi tersebut adalah perintah Allah. Inilah kisah mereka berdua yang diabadikan dalam Al Qur’an.

 

 

Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.

 

 

Maka Kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.

 

 

Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ).

 

 

Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim,

 

sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

 

 

Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.

 

 

Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar

Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian

 

 

(yaitu)”Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim”

Demikian telah diterangkan dengan jelas bahwa kisah ini menggambarkan bagaimana ketaatan seorang ayah yang dipadu dengan kesabaran seorang putra. Kisah mulia ini pun tidak akan pernah terulang lagi hingga hari akhir tiba.

Aku pun teringat sebuah kisah ketika aku masih kecil. Aku pernah bertanya kepada ayahku mengenai kisah 2 manusia agung ini. “Ayah seandainya Nabi Ismail jadi disembelih, lalu siapa nanti yang akan disembelih pada hari raya Qurban”, maka ayahku pun menjawab, “Kamu yang akan disembelih. Gimana ? sanggup ?”. Dalam hatiku pun bergolak perasaan dongkol. Aku pun berkata dalam hati, “Ayahku tega bener sama anaknya. . .”.

Malam Iedul Adha kali ini aku berada di rantau. Jauh dari kampung halaman. Qurban demi Qurban telah aku lewati, hingga usiaku saat ini mnginjak 23 tahun. Aku pun berfikir mungkinkah aku memiliki putra sehebat Ismail as. Jawabnya ada pada sebuah doa yang pernah dipanjatkan oleh Nabi Allah Ibrahim as.

 

 

Ah tak ada salahnya kita bersama melantunkan takbir bersama-sama di malam yang mulia ini. Semoga esok hari menjadi Hari Raya Qurban yang lebih baik dari Hari Raya Qurban tahun lalu. Dan jika tahun ini belum bisa berqurban, maka niatkanlah tahun depan untuk berqurban. Insya Allah . . .

Allahu akbar . . . Allahu akbar

Laa ilaaha illallahu wallahu akbar

Allahu akbar walillahilhamdu

 

Bandung R5A5, 10 Dzulhijjah 1431 H

1 Comment

  1. November 17, 2010 at 6:43 am

    […] Read More… […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: