Dialog Heraklius dengan Abu Sufyan

Perjanjian Hudaibiyah merupakan titik tolak kemenangan umat Islam terhadap kaum kafir Quraisy. Setelah terlibat beberapa kali peperangan antara kedua belah pihak, Quraisy merasa enggan meneruskan perselisihan ini karena dari perselisihan ini Quraisy menderita banyak sekali kerugian harta benda. Faktor utama yang mendorong Quraisy mengadakan perjanjian ini adalah tersendatnya perdagangan mereka ke Syam akibat pencegatan-pencegatan yang dilakukan kaum muslimin ketika kafilah dagang mereka melewati daerah-daerah di sekitar Madinah.

Momen berharga ini segera dimanfaatkan Nabi saw untuk menyampaikan risalah Islam kepada pemimpin-pemimpin dunia saat itu, salah satunya adalah Kaisar Romawi Heraklius yang kala itu berkedudukan di Syam. Al Bukhory meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa beliau pernah mendengar dari Abu Sufyan bin Harb tentang surat Heraklius yang dikirimkan kepadanya saat dia dan kafilah dagang Quraisy sedang berada di Syam.

baca…

Advertisements

Isa bin Maryam as Hingga Muhammad saw

Assalamu’alaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

Alhamdulillahirobbil’alamin. Hari ini adalah hari yang cerah dengan sedikit mendung menggelayut di ufuk Barat. Kali ini saya akan bercerita kepada saudara-saudaraku seiman mengenai sejarah kisah kehidupan umat Nasrani (Kristen) terdahulu sebelum kelahiran Rosulullah saw. Semoga sedikit catatan ini memberikan pengetahuan kepada kita tentang bagaimana perkembangan agama Masehi dari abad pertama.

Nasrani Pada Abad Pertama

Setelah Yesus (Isa bin Maryam as) diangkat oleh Allah SWT dan setelah tragedi  penyaliban Yahuda Al Asykariyutha (yang diserupakan dengan Yesus) oleh orang-orang Yahudi dan tentara Romawi, amanah untuk menyebarkan berita tentang Injil dilanjutkan oleh murid-murid Yesus. Para murid Yesus yang dalam Al Qur’an disebut Hawariyin terdiri dari 12 orang. Mereka bersama-sama mendakwahkan apa yang telah diajarkan oleh guru mereka.

Pada masa itu dakwah murid-murid Al Masih diperkuat oleh kehadiran Paulus (Saulus). Paulus adalah seorang Yahudi bermahzab Farisi yang berasal dari Tarsus (sekarang Turki). Mulanya Paulus sangat memusuhi Yesus dan sering menganiaya orang-orang Kristen. Dia juga telah menjadi salah satu oknum yang turut andil dalam proses penangkapan, penyiksaan hingga penyaliban. Setelah kejadian itu dia bertaubat. Dia segera menemui Barnabas, salah satu murid Yesus, untuk menyatakan penyesalannya. Barnabas menyambut dengan tangan terbuka serta mengajaknya berdakwah bersama murid-murid Yesus lainnya. Pada awalnya hubungan mereka sangat baik. Namun seiring waktu berjalan, mereka berselisih sehingga hubungan mereka menjadi kurang harmonis. Ketidakharmonisan ini dipicu oleh perpedaan pendapat yang menurut mereka cukup prinsip. Paulus melalui surat-suratnya kepada komunitas non-Yahudi menunjukkan bahwa keselamatan yang dikerjakan oleh Yesus adalah untuk semua orang, bukan hanya untuk orang Yahudi saja. Gagasan ini diselisihi oleh murid-murid Yesus lainnya, terutama Petrus dan Yakobus. Mereka percaya bahwa untuk menjadi pengikut Nasrani, orang-orang yang bukan Yahudi haruslah menjadi seorang Yahudi terlebih dahulu.

Konflik ini memicu diadakannya persidangan gereja pertama di Yerusalem yang dikenal dengan Sidang Sinode. Sidang ini menghasilkan keputusan sebagai berikut :

  1. untuk menikmati karya penyelamatan Yesus, orang tidak harus menjadi Yahudi terlebih dahulu.
  2. orang-orang Kristen yang bukan berasal dari latar belakang Yahudi tidak diwajibkan mengikuti tradisi dan pantangan Yahudi (mis. hal-perihal tentang sunat dan memakan makanan yang diharamkan).
  3. Paulus mendapat mandat untuk memberitakan Injil ke daerah-daerah berbahasa Yunani.

Sejak keputusan sidang tersebut dikeluarkan, mandat dakwah antara Paulus dengan murid-murid Yesus lainnya berbeda. Paulus kemudian mendirikan kekristenan Paulin (kekristenan bercorak Paulus) yang berhaluan Trinitas (Tiga Oknum dalam satu Tuhan). Dengan munculnya doktrin Trinitas tersebut, Kristen Paulus telah menjadi agama tersendiri dan bukan sebagai sekte dari Yudaisme yang mersifat monoteisme. Orang-orang Kristen yang mengikuti ajaran Paulus disebut juga kaum Trinitarian. Mereka mendirikan gereja-gereja bercorak Paulin atau Paulus.

baca…

Yang Terakhir dan yang Pertama

Tak lama setelah itu Nabi jatuh sakit. Ia tak pernah mengalami sakit yang berarti sebelum itu, karena memang selalu menjaga kebersihan dan kesehatannya dengan baik.

Malam itu kesehatannya tampak lebih baik, panas demamnya mulai menurun. Kendati badan masih sangat lemah, keesokan harinya saat mendengar suara adzan subuh, dengan berikat kepala ia keluar ke masjid. Sekali ini ia bertopang pada Ali bin Abi Tholib dan Fadl anak sulung Abbas. Imam sholat subuh waktu itu adalah Abu Bakar. Kedatangan Nabi ini rupanya dirasakan oleh jamaah yang sedang sholat. Tentu mereka merasa sangat gembira, karena berarti Nabi sudah berangsur sehat kembali. Nabi memberi syarat agar sholat diteruskan. suasana ini dirasakan juga oleh Abu Bakar. Abu Bakar teah merasa apa yang telah dilakukan mereka itu, dan ia yakin bahwa mereka tidak akan berlaku demikian kalau tidak karena kehadiran Rosulullah. Ia mundur selangkah untuk memberi tempat kepada Nabi memimpin sholat, tetapi Nabi mendorongnya dari belakang dan terus duduk disamping kanannya. Nabi sholat jamaah sambil duduk. Jamaah di masjid tentu sangat gembira melihat kesehatannya sudah bertambah baik. Tetapi itulah sakitnya yang pertama dan yang terakhir.

baca…

BIOGRAFI – Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani

Nama beliau adalah Abu Abdirrahman Muhammad Nashiruddin bin Nuh al-Albani. Dilahirkan pada tahun 1333 H di kota Ashqodar ibu kota Albaniayang lampau. Beliau dibesarkan di tengah keluarga yang tak berpunya, lantaran kecintaan terhadap ilmu dan ahli ilmu.

Ayah al Albani yaitu Al Haj Nuh adalah lulusan lembaga pendidikan ilmuilmu syari’at di ibukota negara dinasti Utsmaniyah (kini Istambul), yang ketika Raja Ahmad Zagho naik tahta di Albania dan mengubah system pemerintahan menjadi pemerintah sekuler, maka Syeikh Nuh amat mengkhawatirkan dirinya dan diri keluarganya. Akhirnya beliau memutuskan untuk berhijrah ke Syam dalam rangka menyelamatkan agamanya dan karena takut terkena fitnah. Beliau sekeluargapun menuju Damaskus.

Setiba di Damaskus, Syeikh al-Albani kecil mulai aktif mempelajari bahasa arab. Beliau masuk sekolah pada madrasah yang dikelola oleh Jum’iyah al-Is’af al-Khairiyah. Beliau terus belajar di sekolah tersebut tersebut hingga kelas terakhir tingkat Ibtida’iyah. Selanjutnya beliau meneruskan belajarnya langsung kepada para Syeikh. Beliau mempelajari al-Qur’an dari ayahnya sampai selesai, disamping itu mempelajari pula sebagian fiqih madzab Hanafi dari ayahnya.

Syeikh al-Albani juga mempelajari keterampilan memperbaiki jam dari ayahnya sampai mahir betul, sehingga beliau menjadi seorang ahli yang mahsyur. Ketrampilan ini kemudian menjadi salah satu mata pencahariannya.

baca…

Surat-surat Rosulullah SAW kepada Para Pemimpin Dunia

Butir-butir perjanjian Hudaibiyah pada bulan Zulkaedah Tahun Keenam Hijriyah (628 M) sangat merugikan kaum Muslimin.

Sebagian umat merasa sedikit sedih dengan adanya perjanjian ini. Namun justru inilah yang akan menguji keimanan mereka, apakah mereka benar-benar taat kepada Allah dan Rosul-Nya.

Umar ibn Khaththab dengan perasaan sedih mendatangi Rasulullah SAW, dan berkata: “Bukankah engkau utusan Allah?” Nabi SAW menjawab, “Benar”. Umar bertanya lagi, “Bukankah kita berada di pihak yang benar sedangkan pihak musuh kita berada di pihak yang salah?” Nabi SAW menjawab, “Benar”. Umar melanjutkan pertanyaannya lagi, “Lalu, mengapa engkau memberikan kehinaan pada agama kita?”

Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya aku adalah Rasulullah. Aku tidak akan melanggar (aturan/perintah) Allah, karena Allah adalah pelindungku”. Umar bertanya lagi, “Bukankah engkau telah mengatakan bahwa aku akan melakukan tawaf pada tahun ini?” Nabi SAW menjawab, “Tidak”. Kemudian Rasulullah SAW melanjutkan kata-katanya, “Umar, engkau pasti akan sampai juga di Kakbah dan melakukan tawaf”.

baca…

Detik-detik Rosulullah Menghadapi Sakarotul Maut

Ada sebuah kisah tentang cinta
yang benar-benar cinta
yang dicontohkan Allah
melalui kehidupan Rosul-Nya

Pagi itu, walaupun langit telah menguning,
burung-burung gurun enggan mengepakan sayap.
Pagi itu, Rosulullah dengan suara terbatas memberikan khutbah,
Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasihNya.
Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya
Ku wariskan dua perkara kepada kalian, Al Quran dan Sunnahku
Barang siapa yang mencintai Sunnahku, berarti mencintai aku dan khaliqnya.
Orang-orang yang mencintai aku akan masuk surga bersama-samaku

khutbah singkat itu diakhiri,
dengan pandangan mata Rosulullah yang tajam
dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu.

Abu Bakar menatap mata itu tanpa kata-kata,
umar dadanya turun naik menahan nafas dan tangisnya,
Usman menghela nafas panjang dan
Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam.

baca…