Larangan Membaca Basmalah pada Awal Surat At Taubah

Surat At Taubah adalah surat yang enempati urutan ke 9 dari deretan surat dalam Al Qur’an. Surat ini memiliki nama lain yaitu surat Baraah yang berarti berlepas diri yang di sini maksudnya pernyataan pemutusan perhubungan, disebabkan kebanyakan pokok pembicaraannya tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin.

Surat ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad s.a.w. kembali dari peperangan Tabuk yang terjadi pada tahun 9 H. Pengumuman ini disampaikan oleh Saidina ‘Ali r.a. pada musim haji tahun itu juga.

Terdapat satu keistimewaan yang membedakan surat ini dengan surat yang lainnya. Permulaan surat ini tidak terdapat bacaan basmalah, karena surat ini adalah pernyataan perang dengan arti bahwa segenap kaum muslimin dikerahkan untuk memerangi seluruh kaum musyrikin, sedangkan basmalah bernafaskan perdamaian dan cinta kasih Allah.

Para Ulama masih berselisih mengenai hal ihwal larangan tersebut. Syeikh al-Ramli mengatakan makruh membaca Basmalah di awal surah al-Taubah dan sunat di pertengahannya. Imam Ibnu Hajar, Syeikh al-Khatib dan Imam al-Syatibi mengatakan haram membaca Basmalah di permulaan surah al-Taubah dan makruh di pertengahan.

Untuk menggantikan bacaan basmalah pada awal surat ini, biasanya beberapa mushof menyertakan bacaan ta’awudz yang khusus untuk mengawali surat ini. Bacaan Ta’awudz tersebut adalah sebagai berikut :

A’uudzubillaahi minannaari wa minsyarril kuffaar wa min ghodlobil jabbaar. Al ‘izzatulillahi wa lirosuulihii wa lilmu’miniin

Referensi :Muqoddimah Surat At Taubah, http://salam.jomtube.com/?page_id=11

About these ads

47 Comments

  1. Hari Nugroho said,

    May 2, 2008 at 1:49 pm

    bukankah di dalam sebuah hadist Rosulullah bersabda, “barangsiapa yang hendak melakukan sebuah perkara kebajikan jika tidak diawali dengan basmalah maka akan menjadi sia-sia” (HR bukhari) sama sekali tidak ada dalil yang melarang bahkan mengharamkan “PENGUCAPAN” basmalah, entah apakah itu berlaku di dalam pelarangan mengenai “PENULISAN” surah At Taubah.. bahkan maaf di dalam “berhubungan” yang sering dianggap tabu pun dianjurkan mengawalinya dengan basmalah dan do’a… wallahualam, mohon tanggapannya

    • sya said,

      August 12, 2012 at 7:11 am

      iya ya,, tapi yang bener yang mana ya,, jadi bingung deh ..

      • June 26, 2014 at 5:05 pm

        menurut aku Allah menyuruh memerangi orang kafir karena tidak mau taubat,
        itu menurut para kyai d daerah ku kayak gitu, kan isi nya beda dengan yg lain,

  2. lilmessenger said,

    May 6, 2008 at 10:54 pm

    Iya . . . hadits itu shokhi . . .

    Tidak semua ulama menganggap permasalahan ini haram, ada juga yang menganggap hanya makruh, itu hanyalah pendapat para ulama. Kasus tersebut mirip dengan kasus menjawab salam setelah selesai sholat.

    Kita sama-sama tau, menjawab salam sodara kita adalah wajib hukumnya. Sebagai pengakhir sholat, kita mengucapkan salam, Namun mengapa justru salam itu dilarang untuk di jawab ??. Itulah adalah hukum yang tidak perlu kita pertanyakan.

    membaca basmalah dianjurkan sebelum kita melakukan segala perkara kebajikan, termasuk membaca Alqur’an. Bacaan basmalah selalu tertulis di setiap awal surat dalam Al Qur’an kecuali surat At Taubah. Dengan kata lain basmalah pada selain surat At Taubah wajib di baca sebagai bagian dari Al Qur’an. Tentunya kita tidak perlu membaca basmalah ketika pada awal surat tidak tertulis bacaan basmalah. Itulah Al Qur’an dengan segala propertynya yang harus diimani.

    Jika kita mencoba mengubah (menambahkan) tulisan basmalah pada awal surat At Taubah, itu artinya kita mencoba untuk mengubah isi Qur’an. Dan orang seperti itu tergolong orang yang batal keimanannya.

  3. Zulfi said,

    July 27, 2008 at 8:59 pm

    Jzklah buat informasinya ttg Basmalah dlm At Taubah. Saya sami’na wa atho’na aja,maklum ilmu agama blm mumpuni.

  4. lilmessenger said,

    July 27, 2008 at 9:04 pm

    Assalamualaikum warohmatullah. . .

    alaika ya akhi . . . sama-sama. saya bukan Allah, bukan pula Rosulullah, bukan pula ulil amri. jangan sami’na waatho’na ke saya . . . . :d

  5. jundi said,

    September 8, 2008 at 12:18 pm

    buat semua muslim yang selalu bertanya kemudian ada penjelasan sesuai Al Qur’an dan hadits, sekiranyalah menerima penjelasan tersebut, kalaupun ada hal-hal dalam Al Qur’an belum dapat kita pahami janganlah akal mengakalimakna dari Al Qur’an tersebut, tapi akallah yang harus tunduk sampai Allah memberikan penjelasannya melalui orang -orang berilmu. mudah2an Allah selalu memberikan barokah bagi umatnya yang selalu mau belajar. jazakallah

  6. a nur qomari said,

    April 2, 2009 at 12:36 pm

    tolong referensi kitabnya agak di perjelas. trbtan mana .pengarangnya siapa. terimah kasih.

  7. ahmad sahl said,

    November 14, 2009 at 5:04 pm

    anda merujuk pada hadits dan referensi yang mana……????
    mohon dperjelas

  8. yanti said,

    December 6, 2009 at 2:39 pm

    Keajaiban Angka Tujuh dalam Surat al-Fatihah (1)
    Selasa, 17 Maret 09

    *

    Allah Subhaanahu Wata’ala berfirman,

    وَلَقَدْ آَتَيْنَاكَ سَبْعًا مِنَ الْمَثَانِي وَالْقُرْآَنَ الْعَظِيمَ

    “Dan sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al Quran yang agung.” (al-Hijr : 87)
    *

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda,

    ( {الحمد لله رب العالمين} . هي السبع المثاني والقرآن العظيم الذي أوتيته )

    “Alhamdulillahi rabbil ‘alamin” (Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta Alam) (surat al-Fatihah) adalah as-Sab’ul Matsani (tujuh ayat yang di baca berulang-ulang) dan al-Quran yang Agung yang diberikan kepadaku.” (Hadits Riyawat al-Bukhari)
    *

    Apa rahasia yang ada di balik penamaan surat al-Fatihah dengan nama as-Sab’ul Matsani (tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang)?
    *

    Pembahasan berikut ini akan menjelaskan kepada Anda sebagian diantara keajaiban angka tujuh yang terdapat dalam surat al-Fatihah.
    *

    Keajaiban Pertama

    Jumlah ayat dalam surat al-Fatihah ada tujuh ayat. Jumlah langit ada tujuh. Jumlah bumi ada tujuh. Jumlah hari dalam seminggu ada tujuh hari. Jumlah putaran yang dilakukan oleh seseorang yang melakukan thawaf mengelilingi ka’bah adalah tujuh putaran. Sa’i (berlari-lari kecil) antara Shafa dan Marwa dilakukan sebanyak tujuh kali. Melempar jumrah dilakukan oleh orang yang sedang melaksanakan ibadah haji sebanyak tujuh kali. Anggota tubuh yang diperintahkan oleh rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk di tempelkan ke tanah ketika sujud ada tujuh anggota tubuh. Jumlah pintu jahannam ada tujuh buah. Kata “jahannam” disebutkan dalam al-Quran sebanyak 77 kali (77=7×11).
    *

    Keajaiban ke Dua

    Jumlah huruf hijahiyah yang ada dalam surat al-Fatihah ada 21 huruf (21=7×3). Huruf tersebut adalah:

    ا ب ت ح د ذ رس ص ض ط ع غ ق ك ل م ن و ه ي

    *

    Keajaiban ke Tiga

    Jumlah huruf yang terputus-putus yang ada dalam al-Quran ada 14 huruf (14=7×2). Huruf huruf itu termasuk dalam huruf-huruf yang ada dalam surat al-Fatihah. Huruf-huruf tersebut adalah :

    ا ل م ن ه ك س ي ع ص ر ق ح ط

    *

    Keajaiban ke Empat

    Jumlah huruf dari kalimat الله yaitu ا, ل, dan ه yang ada dalam surat al-Fatihah ada 49 huruf (49=7×7)
    *

    Keajaiban ke Lima

    Huruf yang terputus-putus yang pertama kali disebutkan dalam al-Quran adalah firman Allah الم yang merupakan ayat pertama dalam surat al-Baqarah. Jika kita menghitung jumlah ketiga huruf tersebut (ا, ل, dan م) dalam surat al-Fatihah, akan kita dapati bahwa huruf ا ada 22 buah, huruf ل ada 22 buah dan huruf م ada 15 buah. Apabila kita menggandengkan jumlah ketiga huruf di atas maka akan terbentuk bilangan 222215 atau kalau kita membalik susunannya akan terbentuk bilangan 152222 dan 221522. Dan ajaibnya, ketiga bilangan tersebut merupakan kelipatan dari angka tujuh. (222215=7×31745, 152222=21746, 221522=7×31646)

    (Bersambung)

    (Sumber : al-Mausu’ah adz-Dzahabiyyah fii I’jazil Qur’anil Karim was Sunnatin Nabawiyyah, karya : Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli)

  9. nina said,

    December 9, 2009 at 11:13 am

    jangan sekali-kali melanggar apa yang sudah jadi aturan allah. karena dengan kita mempercayai semua aturannya maka itulah yang dinamakan iman.

  10. aulia said,

    December 17, 2009 at 8:23 pm

    saya mau tnya awal ayat at taubah itu apa?
    saya sebagai muslim bingung?
    ada yg bilang ayat awal at-taubah :A’uudzubillaahi minannaari wa minsyarril kuffaar wa min ghodlobil jabbaar. Al ‘izzatulillahi wa lirosuulihii wa lilmu’miniin
    ada juga yg bilang awal ayat at-taubah:bara’atum minallahi wa rasulihi
    trimakasih sebelum dan sesudahnya
    tolong penjelasannya

    • lilmessenger said,

      February 8, 2012 at 10:07 pm

      A’ uudzubillaahi minannaari wa
      minsyarril kuffaar wa min ghodlobil
      jabbaar. Al ‘izzatulillahi wa lirosuulihii
      wa lilmu’miniin

      bacaan di atas adalah bacaan taawudz sama halnya dgn audzubillahiminasysyaithonirrojim.

    • saiful hadi said,

      January 8, 2013 at 12:45 am

      dalam perang tdk ada kasih sayang. Makanya surat attaubah tdk ada bismillahnya.
      Ya walaupun ada itu pun tersembunyi, di tengah2 ayat.
      Seperti halnya kita menyembeleh ayam. Kita tdk boleh membaca basmalah scr lengkap, dancukup membaca bismilla(dgn menyebut nama Allah) gitu jak.

  11. karto said,

    October 12, 2010 at 1:48 pm

    gimana bacaan lengkapnya at taubah, maaf.

  12. afta said,

    December 20, 2010 at 8:59 pm

    assalamu’alaikum…

    afwan sebelumnya, Alhamdulillah dari penjelasan di artikel ini saya sedikin faham tentang larangan membaca basmalah dalam surat At Taubah, tapi saya masih belum tau hadits dan dalil dari larangan itu, bisakan berikan hadirs atau dalil tentang larangan itu sendiri?

  13. adie said,

    January 14, 2011 at 9:57 am

    hah.. tidak ada sa orang pon yg tolong jawab kan ya? hairan.. soalan di ajukan pd Dec 17hb 2009 & yg paling akhir kali pd Oct 12hb 2010. masih tiada sa org pon yg mahu menjelaskan.

  14. Dwi said,

    February 18, 2011 at 8:58 am

    Saya agak bingung dgn prmulaannya tuk membaca at taubah

  15. loofee said,

    March 8, 2011 at 8:29 am

    asslmlkm wr wb, slm ukhuwah tuan…
    pantes ana download cari surat at-Taubah yg pake basmalah kok susah dan ternyata ini…Subhanallah, akhirnya Allah SWT jawab sudah kerisauan hamba beberapa hr ini… jazakallah khoir.. infonya, & izin copas to umat insya Allah.

  16. July 16, 2011 at 6:48 pm

    syukran atas infonya….

  17. rangga said,

    July 25, 2011 at 7:34 am

    @karto : coba dicari sendiri di kitab suci Alqur`an.

  18. August 3, 2011 at 9:27 am

    baca’an ta’awudnya

  19. August 3, 2011 at 9:28 am

  20. faiz wildan said,

    September 8, 2011 at 8:29 pm

    kenapa sih kok bapak saya klo ada imam yg membaca surat ini pasyi menangis???? apa sih yg membuat oranag mendengarkan surat ini menangis.??

  21. Krisna said,

    January 22, 2012 at 9:15 am

    Apa yang diperangi ga genah..? orang musyrik yang mana ga genah..? Agama itu sebenernya mengatur orang apa diri pribadi untuk dipertanggungjawabkan kelak?

    sebagai referensi.

    At-Thagaabun Ayat 2
    “Dia yang menciptakan kamu maka di antara mu ada yang kafir dan ada yang mu’min. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”

    sebuah hadist: “Musuh yang harus kamu lawan adalah musuh yang ada pada dua lambung mu”

    kata “kamu” dan kata “diantara mu” bukan kamu2 menunjuk pada diri pribadi masing2 jelas musuh yang harus diperangi itu kekafiran (keingakaran : bahasa indonesia) yang ada dalam diri masing2 tidak menunjuk keluar. disitu letak pentingnya Basmallah. Karena dia yang menjadikan segala kebaikan dan keburukan hendaknya dikembalikan pada basmallah.

    terlalu banyak keingakaran dalam diri pribadi masing” sebagai contoh: Dusta, Pembohong, Penghasut, Memfitah, Ajib, Riya, Iri, Dengki, Loba, Tamak dll

    sebagai pengingat diri saya pribadi: QS2 ayat 40-46

    40. Hai Bani Israil[41], ingatlah akan nikmat-Ku yang telah aku anugerahkan kepadamu, dan penuhilah janjimu kepada-Ku[42], niscaya aku penuhi janji-Ku kepadamu; dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk).
    41. dan berimanlah kamu kepada apa yang telah aku turunkan (Al Quran) yang membenarkan apa yang ada padamu (Taurat), dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama kafir kepadanya, dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah, dan hanya kepada Akulah kamu harus bertakwa.
    42. dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu[43], sedang kamu mengetahui.
    43. dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’[44].
    44. mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, Padahal kamu membaca Al kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?
    45. Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’,
    46. (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.

    salam

  22. azie said,

    February 12, 2012 at 4:57 pm

    asslmkm,,,af1..klw boleh ana minta di cantumkan hadits atau dalil yang berkenaan dengan larangan bacaan basmalah ketika membaca surat at-taubah…supaya ada yang menguatkan argument, bukan hanya sekedar taqlid. syukroon.

    • lilmessenger said,

      February 15, 2012 at 8:03 am

      wa’alaikumussalam warohmatullah.

      dalilnya ada pada Al Qur’an itu sendiri. Tidak ditemui satu Mushof pun yang mencantumkan lafadz basmalah pada awal surat At Taubah.

  23. Syaiful Anwar bin Muhammad Ali Akbar said,

    February 17, 2012 at 2:55 pm

    assalamualaikum,..duhai sahabatku sekalian yg di rahmati allah.,bila itu yg Allah cantumkan di dalam Alquran maka itulah yg mesti kita fahami lalu dimengerti,janganlah kita perdebatkan hanya karna kita merasa janggal akan sesuatu itu.

    Marilah senantiasa bertaqwa,.dan Allah tentunya akan memberikan jawaban atas semua kejanggalan yg kita dapati itu.,hanya terkadang sebagian manusia itu saja yg kurang mengerti lalu memahami karna mungkin tidak nampak jelas di depan mata mereka.

  24. bambang poerwantono said,

    March 11, 2012 at 9:38 am

    sebaiknya kita ucapkan basmallah saja sebelum memulai membaca surah tersebut, kan hadist nya shahih……..

  25. nazril said,

    March 29, 2012 at 6:54 pm

    SubhanAllah.,.,.

    • May 5, 2012 at 1:35 pm

      Alhamdullillah.. saya diberikan petunjuk utk gabung dan sharing tentang Surat At-Taubah di forum ini.. karena saya juga baru saja diberikan petunjuk dari Alloh SWT melalui keagungan Surat At-Taubah.. Saya sedang menghadapi permasalahan hutang,sampai pada akhirnya saya niatkan untuk memohon petunjuk dengan jalan berItikaf 3 malam di masjid atau sampai saya merasakan Yakin bahwa telah mendapatkan Risalah.. Sampai pada menjelang “injury time” saya belum juga merasa mendapat petunjuk, kira-kira 30 menit sebelum adzan Maghrib berkumandang saya membuka Al-quran secara random dan ‘Subhanallah’ pas halaman Surat At-Taubah. Saya niatkan untuk membacanya sampai berkumandang adzan Maghrib. ‘Subhanallah’ saat adzan berkumandang, saya berhenti pas ayat 59, yang artinya.. “Dan sekiranya mereka benar-benar Ridha dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh Allah dan Rasul-Nya, dan berkata “Cukuplan Allah bagi kami, Allah dan Rasul-Nya akan memberikan kepada kami sebagian karunia-Nya. Sesungguhnya kami termasuk orang-orang yang berharap kepada Allah”. Allahu Akbar.. saya langsung tersungkur dan sepenuhnya “total” berserah diri kepada Alloh SWT atas segala kesulitan yang kami hadapi. Sesungguhnya hanya kepada-Nya lah kita kembalikan segala urusan..

  26. May 22, 2012 at 11:19 am

    UUD 45 ADALAH MISSING LINK DARI SURAT AT-TAUBAH/AL-BARO’AH

    Surat 9 AL-Quran memuat perintah/ permakluman yang kondisional (sesuatu yang suatu ketika akan dilupakan/ ditinggalkan oleh zaman), yaitu:

    1. PERINTAH PEMUTUSAN HUBUNGAN KEKERABATAN.
    2. PERINTAH PENAKLUKAN UTK MENJADI MUSLIM ATAU BAYAR JIZYAH.

    Dua macam permakluman itu menyebabkan surat 9 al-Quran mempunyai 2 nama, yaitu AL-BARO’AH (karena perintah pemutusan hubungan) dan AT-TAUBAH (karena perintah penaklukan yg mengandung pemaksaan keyakinan).

    Pada dasarnya agama Tuhan tidak mengajarkan pemutusan hubungan kekerabatan antar manusia (sekalipun beda keyakinan) maupun tidak mengajarkan pemaksaan keyakinan melalui penaklukan dgn senjata, tetapi hanya karena keterpaksaan zaman yang mempunyai tradisi global berupa imperialisme/kolonialisme, lagi pula memang sulit membuat kesepakatan damai yang fair dgn kelompok2 lain zaman itu, sebab selalu terjadi penginjak-injakan perjanjian dan ketidakmampuan memelihara hubungan kekerabatan saat berada di atas angin oleh golongan2 tersebut.

    Karena 2 hal tersebut hanya kondisional dan bukan ajaran agama yg hakiki maka surat ini (AT-TAUBAH/AL-BAROAH) tidak memakai BASMALLAH. Seolah-olah ada missing link terkait tidak bolehnya mengawali Surat 9 Al-Quran ini dgn BASMALLAH.

    Apakah ajaran agama Tuhan yang hakiki?

    KEESAAN TUHAN
    KESATUAN UMAT MANUSIA
    KEBAIKAN
    CINTA-KASIH
    KEMANUSIAAN

    Cara pengelolaan negara yang zaman itu masih mengandung imperialisme kolonialisme (penaklukan & penjajahan/kolonisasi) hanyalah merupakan keterpaksaan zaman yang tidak harus diberlakukan di setiap zaman. sesuatu yang terpaksa digandeng oleh agama demi kebaikan di era itu saja.

    Zaman itu imperialisme kolonialisme masih bisa dimanfaatkan utk menebarkan budaya yg lebih manusiawi kepada kelompok-kelompok manusia yg belum berbudaya utk mendukung agama Tuhan sendiri, tapi saat ini imperialisme dan kolonialisme tentu saja sudah bernilai mengotori agama Tuhan itu sendiri, karena sudah tidak baik adanya, lebih mengandung kebencian, serta sudah tidak berperikemanusiaan dan tidak berperikeadilan. Itulah tradisi lama dunia yang harus dilupakan dan ditinggalkan oleh zaman (yang pernah digandeng oleh agama-agama utk tujuan kebaikan, tetapi sudah tidak bisa lagi menjadi suatu kebaikan sekarang)…

    Dengan tegas UUD 45 menyatakan: bahwa sesungguhnya kemerdekaan ialah hak segala bangsa oleh karena itu penjajahan di muka bumi harus dihapuskan karena tidak sesuai dgn peri kemanusiaan dan peri keadilan.

    Mungkin inilah missing link itu, yang melepaskan agama Tuhan dari belenggu yang mengotorinya (keberadaan surat AT-TAUBAH/AL-BARO’AH yg padanya tidak boleh dipakaikan pernyataan BASMALLAH. Bukan surat itu salah, hanya bersifat kondisional).

    Selain itu UUD 45 membawa dasar KEADILAN SOSIAL yang mendukung kesatuan umat manusia di dalam KEBERAGAMAN & KESETARAAN, sehingga ini juga membekukan pakem lama tentang keberadaan bangsa-bangsa khusus/superior di dunia. Maka semua bangsa besar kecil adalah sama kedudukan di hadapan hukum dan Tuhan, oleh karena itu KEMERDEKAAN ADALAH HAK SEGALA BANGSA.

    Maka dengan sistem baru yang sesuai dengan perkembangan zaman di mana keberagaman dan tuntutan kesetaraan tidak bisa ditolak maka ajaran agama berupa…

    KEBAIKAN, CINTA-KASIH, KEMANUSIAAN disatu sisi, dan, KEESAAN TUHAN, KESATUAN UMAT MANUSIA disisi lain, dapat berjalan dengan baik dan damai di dalam sistem BHINNEKA TUNGGAL IKA yang menghormati keberagaman dan kesetaran, yaitu sistem: KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DLM PERMUSYAWARATAN PERWAKILAN (PANCASILA SILA 4).

    [Q 2:106] Ayat mana saja yang Kami nasakhkan, atau Kami jadikan lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya. Tidakkah kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu?

    [Q 13:39] Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh mahfuzh).

    [Q 16:101] Dan apabila Kami letakkan suatu ayat di tempat ayat yang lain sebagai penggantinya padahal Allah lebih mengetahui apa yang diturunkan-Nya, mereka berkata: “Sesungguhnya kamu adalah orang yang mengada-adakan saja”. Bahkan kebanyakan mereka tiada mengetahui.

  27. Yusuf said,

    May 31, 2012 at 6:51 pm

    Kenapa di haramkan membaca bismillah pada surat ataubah ini

  28. Muhammad arif saefudin zuhri said,

    June 21, 2012 at 12:36 pm

    Iman kepada Al Quran akan menjawab semua kebimbangan dalam surat tersebut.

  29. bekamjogja said,

    July 23, 2012 at 6:58 pm

    Reblogged this on BEKAM JOGJA.

  30. February 3, 2013 at 9:39 am

    JANGAN SUKA MECELA PENDAPAT ORANG LAIN LEBIH BAIK MEMPERBAIKI KESALAHAN DIRI SENDIRI, KARENA KLW KITA SELALU MERASA PUNYA KESALAHAN PASTI KITA SELALU INGIN MEMPERBAIKINYA. ALANGKAH INDAH YA HIDUP SEORANG MUSLIM KALAU KITA SELALU MENUTUPI KEKURANGANNYA DAN SELALU MEMPERBAIKI SETIAP KEKURANGAN ITU.

  31. hermansyah said,

    February 21, 2013 at 8:03 am

    kita sebagai kaum muslimin sebaiknya ikuti ulama saja yang telah memberitahu kita bahwa dalam membaca surat attaubah tidak boleh membaca Basmallah….

  32. Andhitya P. M. said,

    April 12, 2013 at 8:07 pm

    Perbedaan pendapat ini guna menjadi perluasan pemikiran kita. Alhamdulillah…
    Kalaupun ada yang terima atau tidak, ini kembali pada pribadi kita masing-masing. Hanya Allah SWT yang berhak menilai ketakwaan iman seseorang. Setidaknya wacana ini baguslah. :)
    Cinta kasih di antara kita saudara dan saudari sesama islam yang cinta pada Allah SWT serta Nabi Muhammad SAW dan para sahabat tidak akan memudar. Sebagaimana Allah SWT arrohmanirrohim…

  33. anas said,

    April 27, 2013 at 6:15 pm

    membaca basmalah pada permulaan surat at taubah itu haram,
    bknkh syaidina Ali karomallohu wajhah telah menerakannya…
    walaupun itu bkn hadits, namun itu ketepan yg di buat oleh para sahabat Rasul yg di jamin masuk surga. jadi tidak masuk akal kalo syaidina Ali menyesatkan.

    hukum membaca basmalah di permulaan surat al fatihah wajib, karena basmalah termasuk ayat pertama dari surat al fatihah.

    sunnah di setiap awal surat kecuali surat at taubah dan surat al fatihah.

    dan makruh di tengah surat attaubah.
    ket: setelah dua ‘Ain.

    yang saya tau seluruh Al Qur’ an di dunia tidak memakai bacaan basmalah si awal surat at taubah.

  34. kaffah said,

    May 22, 2013 at 8:57 am

    di dalam hadits dan sunnah emang ada larangan membaca basmalah di surah at taubah.

  35. achmad marzuqi said,

    September 2, 2013 at 5:57 am

    keterangan di atas tentang tiga imam yang berbendapat “haram mambaca basmalah di awal surah at- taubah dan makruh di tertengahannya.

    pertanyaan saya tentang makruhnya

    “apa yang harus kita baca agar bacaan tidak makruh, untuk membaca lanjutan surah at-taubah itu atau membaca di pertengahan???

    terimakasih……

  36. November 18, 2013 at 12:54 pm

    Surat At Taubah adalah surat yang menyempurnakan ibadah seorang Muslim.. ketiadaan Basmalah karena Allah menginginkan kita mencari di dalam surat at taubah tersebut nama Ar rahim Allah yang menjadi kerahiman seorang Muslim tersebut..Apakah Nama Allah yang menjadi Khusus untuk seorang Muslim?? Itulah sybegah tullah, atau celupan Allah pada surat Al Baqarah 138.. Lantas kita seorang Muslim cobalah cari.. itu lebih baik.. karena kita bersyahadah yang artinya bersaksi.. maka cobalah kita menumukan saksi Allah tersebut dalam kerahimanNya pada kita.

  37. November 18, 2013 at 1:04 pm

    Allah telah berlaku Ar ARahman., yang artinya Wujud Allah,.. maka kenapa di dalam Al Quran tidak ada surah Ar Rahim? Kerana Kerahiman itu adalah wujud dari seorang Mukmin.. yang mampu merahmati sekalian alam.. maka dimanakah dan apakah nama nama Allah yang mensifatiNya dalam membentuk kerahiman Allah dan menjadi kerahiman seorang Mukmin tersebut? kerahiman seorang mukmin itu terbentuk dari sifat Allah yang berlaku Ar Rahim itu. Maka seorang Mukmin akan sangat brsyukur bila menemukan nama nama Kerahiman Allah yang membentuk dirinya seorang hamba dalam surat at taubah..

  38. November 18, 2013 at 1:05 pm

    sehingga, at attaubah.. maknanya ADALAH BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM..

  39. alfissyarif said,

    December 18, 2013 at 5:21 pm

    Assalamu’alaikum wr. wb.

    Saudara yang dimuliakan Alloh,

    Menjawab pertanyaan saudara mengenai ketiadaan basmalah di awal surah at-Taubah, adalah sebagai berikut:

    Ada perbedaan pendapat di kalangan ulama ahli tafsir tentang sebab-sebab kenapa tidak ada basmalah di awal surat Taubah, yaitu:

    Pendapat Pertama mengatakan bahwa telah menjadi kebiasaan orang orang Arab pada zaman dahulu apabila ada di antara mereka perjanjian tertulis maka mereka menuliskan bismillah, akan tetapi jika ingin membatalkan perjanjian tersebut, mereka menuliskannya tanpa membubuhi basmallah. Ketika turunnya Surat at-Taubah yang menandai tidak berlakunya perjanjian antara Rasulullah dan orang musrikin, Rasulullah s.a.w. mengutus Ali bin Abi Thalib membacakan surah tersebut dengan tanpa menyertakan basmallah di awalnya.

    Kedua, pendapat yang mengatakan bahwa terdapat kesamaan antara surah at-Taubah dengan surah sebelumnya al-Anfal, maka dikatakan bahwa surat at-Taubah merupakan kelanjutan dari surah sebelumnya, sehingga tidak ada basmalah di awal surah tersebut. Pendapat ini berdasarkan sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Tirmidzi.

    Ketiga, surat at Taubah berdekatan dengan surat al Baqoroh dan mempunyai kesamaan antara keduanya, maka tidak dituliskan basmalah di awal surat.

    Keempat, pendapat yang mengatakan bahwa ketika dilakukan kodifikasi mushaf pada zaman kakhalifahan Ustman r.a, terdapat perbedaan pendapat antara para penulis mushaf, apakah surah at-Taubah dan al-Anfal merupakan satu surah atau dua surah yang berbeda? Untuk mengambil jalan tengah dari dua pendapat tersebut, maka ditetapkan bahwa surah at-Taubah dan al-Anfal adalah dua surah dengan tanpa menuliskan basmallah di awal surat at-Taubah.

    Kelima, diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas, ketika ditanya oleh Ali bin Abi Thalib kenapa tidak dituliskan basmalah diawal surat Taubah? Beliau menjawab, “bismillahirrohmanirrohim” mempunyai makna keamanan dan perdamaian, dan surat at-Taubah turun dalam bayang-bayang pedang ketika perang Tabuk, dimana tidak ada situasi aman pada saat itu. Basmallah itu sendiri menyiratkan makna rahmat kasih sayang, sedangkan surah at-Taubah anyak berisi kecaman dan sanggahan terhadap sikap orang-orang munafiq dan orang kafir, maka tidak ada rahmat bagi mereka.

    Ada juga riwayat yang menyatakan bahwa malaikat Jibril tidak menyertakan basmalah ketika menurunkan surah at-Taubah.

    Demikian jawaban dari kami semoga bermanfaat.

    Wassalamu’alaikum wr. wb.

  40. July 3, 2014 at 2:38 pm

    Reblogged this on rumahsehatibnumalkan and commented:
    ilmu menarik tentang qur’an

  41. Risma aldayanti said,

    July 15, 2014 at 7:17 pm

    Good


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 25 other followers

%d bloggers like this: